Menuju konten utama

Bos Danantara: Valuasi Saham Telkom Membaik 6 Bulan Terakhir

Dalam enam bulan belakangan, saham Telkom Indonesia melonjak 81 persen dengan valuasi mencapai Rp115 triliun.

Bos Danantara: Valuasi Saham Telkom Membaik 6 Bulan Terakhir
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani memaparkan realisasi investasi triwulan II 2025 di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, Selasa (29/7/2025)ANTARA FOTO/Fauzan/YU

tirto.id - CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Perkasa Roeslani, mengakui valuasi saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk telah mengalami penurunan sejak lima tahun terakhir. Meski begitu, sejalan dengan transformasi berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah kelolaan Danantara, valuasi saham perusahaan teknologi pelat merah tersebut mulai membaik.

Bahkan, dalam enam bulan belakangan saham Telkom Indonesia melonjak 81 persen dengan valuasi mencapai Rp115 triliun.

“Kalau kita lihat Telkom, lima tahun terakhir valuasinya menurun. Tapi, dalam enam bulan terakhir ini responsnya sangat positif. Kenaikan saham sampai 81 persen, valuasinya sekarang di kisaran Rp112-Rp115 triliun,” ujar Rosan, dalam acara Semangat Awal Tahun 2026 di IDN HQ, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).

Berkaca dari hal tersebut, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu mengatakan bakal melakukan transformasi secara menyeluruh terhadap seluruh BUMN yang ada di bawah Danantara. Dalam hal ini, Danantara bakal memperbaiki tata kelola perusahaan-perusahaan pelat merah, termasuk Sumber Daya Manusia (SDM) hingga perancanaan bisnis yang bakal dijalankan oleh BUMN ke depan.

“Reformasi itu harus menyeluruh, terutama SDM-nya dan juga bagaimana pada saat mereka membuat rencana, komplementasinya bisa jalan. Contohnya, yang kami lakukan ada di beberapa BUMN, tapi mungkin yang paling besar salah satunya mungkin di Garuda, di Telkom, di Krakatau Steel, yang itu responsnya sangat positif,” papar Rosan.

Sejalan dengan transformasi ini, Danantara juga telah menerapkan kebijakan zero tolerance di seluruh perusahaan BUMN untuk menjaga integritasnya. Dengan begitu, pascatransformasi, perusahaan-perusahaan BUMN diharapkan dapat mememiliki tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG), transparan, akuntabel, dan berintegritas.

“Kami di Danantara Indonesia menekankan bahwa jika tidak bertransformasi, kita akan ketinggalan. Perubahan ini merupakan sesuatu yang harus kita terima dengan baik dan adaptasi dengan cepat," tukas Rosan.

Baca juga artikel terkait BUMN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fadrik Aziz Firdausi