tirto.id - Konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memasuki fase krusial setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada Teheran.
Trump menyebut pembicaraan yang tengah diupayakan sebagai kesempatan terakhir bagi Iran untuk mencapai kesepakatan dan mengakhiri perang yang telah berlangsung selama lima bulan.
Trump mengklaim negosiasi baru dapat dimulai dalam beberapa hari ke depan. Namun, pada kesempatan itu, Trump juga menegaskan bahwa Washington siap mengambil langkah lebih tegas apabila upaya diplomasi kembali menemui jalan buntu.
Di sisi lain, klaim Trump tersebut langsung dibantah oleh Iran yang menegaskan tidak ada pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat. Teheran menyatakan komunikasi yang berlangsung saat ini hanya dilakukan dengan Oman untuk membahas pengaturan pelayaran di Selat Hormuz.
Update Perang AS-Iran Hari Ini 4 Agustus
Berikut perkembangan terbaru terkait konflik antara AS dan Iran seperti diwartakan Al Jazeera, Selasa(4/8/2026):
1. Trump Sebut Iran Memiliki Kesempatan Terakhir untuk Berdamai
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pembicaraan dengan Iran sedang berlangsung dan menyebut proses tersebut sebagai kesempatan terakhir bagi Teheran untuk mencapai kesepakatan damai.Trump mengklaim negosiasi baru dapat dimulai dalam beberapa hari ke depan, dengan syarat Iran bersedia menghentikan program senjata nuklirnya dan tidak berupaya menguasai Selat Hormuz.
2. Iran Bantah Berunding Langsung dengan Amerika Serikat
Pemerintah Iran membantah pernyataan Trump mengenai adanya negosiasi langsung dengan Washington. Teheran menegaskan bahwa pembicaraan yang sedang berlangsung hanya dilakukan dengan Oman dan berfokus pada pengelolaan pelayaran di Selat Hormuz.Meski demikian, Qatar, Pakistan, dan Oman diketahui masih aktif menjadi mediator di balik layar untuk menjembatani komunikasi antara kedua negara dan membuka peluang bagi dimulainya kembali proses diplomasi.
3. Pembahasan Selat Hormuz Mulai Menunjukkan Kemajuan
Iran mengonfirmasi bahwa pembicaraan dengan Oman mengenai Selat Hormuz mengalami perkembangan positif. Kedua negara tengah membahas pembentukan jalur pelayaran sementara dengan menggabungkan rute Iran dan Oman agar kapal-kapal dagang dapat melintas dengan lebih aman hingga tercapai kesepakatan permanen.4. Amerika Serikat Tetap Memberlakukan Blokade terhadap Iran
Di tengah upaya diplomasi, militer Amerika Serikat masih melanjutkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Washington menyatakan telah mengalihkan 44 kapal dagang, melumpuhkan dua kapal, dan menaiki dua kapal lainnya sejak blokade kembali diberlakukan.“Pasukan AS terus menegakkan blokade AS terhadap Iran dengan ketat. Pada 3 Agustus, CENTCOM telah mengalihkan 44 kapal komersial, menonaktifkan 2 kapal, dan menaiki 2 kapal,” tulis mereka di akun @CENTCOM, Selasa (4/8/2026).
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mengendalikan aktivitas pelayaran Iran di tengah konflik yang masih berlangsung.
5. Iran Ancam Membalas Jika Blokade Berlanjut
Penasihat militer Iran, Mohsen Rezaei, memperingatkan bahwa blokade Amerika dapat memicu konsekuensi serius bagi pasukan AS. Ia menegaskan Iran tidak akan mengizinkan pembukaan jalur pelayaran baru di Selat Hormuz di luar rute yang telah ditetapkan pemerintah Iran.“Jika blokade terus berlanjut, kapal dan pasukan Amerika akan menghadapi risiko dan korban jiwa yang serius. AS harus mengubah perilakunya – atau kami tidak akan menoleransi hal ini. Kami tidak akan pernah mengizinkan pembukaan koridor kedua di Selat Hormuz,” tulisnya di akun X @ir_rezaee pada 4 Agustus 2026.
6. Insiden Kapal di Selat Hormuz Menambah Ketegangan
Situasi keamanan di sekitar Selat Hormuz semakin memanas setelah sebuah kapal kargo berbendera Liberia dilaporkan terkena proyektil tak dikenal di dekat perairan Oman.Serangan tersebut menyebabkan kebakaran di ruang mesin kapal dan seorang awak dilaporkan hilang. Otoritas maritim Inggris masih menyelidiki insiden tersebut sembari mengimbau seluruh kapal yang melintas di kawasan agar meningkatkan kewaspadaan.
7. Harga Minyak Dunia Kembali Meroket
Ketidakpastian mengenai konflik AS-Iran membuat harga minyak dunia kembali mengalami kenaikan. Harga minyak Brent dan West Texas Intermediate (WTI) masing-masing naik sekitar 0,7 persen setelah sebelumnya sempat melemah tajam.8. Diplomasi Timur Tengah Terus Digencarkan
Sejumlah negara di Timur Tengah terus berupaya mencegah konflik meluas. Qatar, Oman, dan Pakistan aktif memediasi komunikasi antara Amerika Serikat dan Iran.“(Pakistan dan Oman) telah memainkan peran yang sangat penting dan signifikan dalam beberapa minggu terakhir,” puji Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































