tirto.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyatakan proses pembukaan lahan (land clearing) di kawasan Meikarta, Jawa Barat, telah rampung.
Penyelesaian tahap awal ini dilakukan menjelang peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan rumah susun (rusun) yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Maret 2026.
"Kita sudah melakukan land clearing [di kawasan Meikarta], saya akan datang minggu depan untuk melakukan ground breaking," ucapnya di Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).
Ara menyebutkan, rusun yang akan dibangun di kawasan Meikarta ditargetkan memiliki sekitar 140 ribu unit dan berdiri di atas lahan seluas 30 hektare.
Ia menambahkan, kawasan hunian vertikal tersebut juga akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang bagi calon penghuni. Fasilitas yang disiapkan antara lain rumah sakit, tempat ibadah, pasar, sekolah, hingga ruang terbuka hijau.
"Itu ekosistemnya sangat bagus, karena tidak jauh dari rumah sakit, dari tempat ibadah, dari pasar, dari sekolah, dan dari kawasan industri tempat mereka [calon penghuni] bekerja. Ini itu sangat ideal sekali," urai Ara.
Di sisi lain, Ara mengakui pembangunan program permukiman bagi masyarakat secara umum masih menghadapi sejumlah kendala, terutama di wilayah perkotaan.
Menurutnya, keterbatasan dan tingginya harga lahan di kawasan urban menjadi tantangan utama. Selain itu, pemerintah juga tidak diperkenankan menggunakan lahan sawah untuk pembangunan permukiman.
"Kendala pasti ada ya, kendala misalnya lahan yang terbatas. Makanya, kita tidak membangun di perkotaan rumah tapak, tapi ke atas. Misalnya di Meikarta itu, 30 hektare itu bisa dapet 100 ribu lebih unit. Kalau itu rumah tapak, itu mungkin mesti ribuan hektare," tuturnya.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































