Menuju konten utama

Gebrakan Prabowo: Sahkan Tambahan Dana Riset Rp4 Triliun

Dorong inovasi nasional, Pemerintah kucurkan dana riset tambahan Rp4 triliun. BRIN langsung gerak cepat siapkan proposal hilirisasi.

Gebrakan Prabowo: Sahkan Tambahan Dana Riset Rp4 Triliun
Ilustrasi Penelitian. FOTO/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menyetujui penambahan anggaran riset sebesar Rp4 triliun untuk memperkuat riset dan inovasi nasional. Kata Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, Presiden memang tidak menyampaikan besaran tambahan anggaran tersebut secara langsung dalam dialog bersama 150 peneliti BRIN.

Namun, kebijakan penambahan dana riset sudah diputuskan dan bersifat final.

“Beliau memang tidak memberikan statement secara eksplisit terkait soal pendanaan riset, akan tetapi beliau sudah memberikan policy akan ada tambahan Rp4 triliun dana riset. Saat ini memang antara Mendikti Saintek dan BRIN sedang menyusun proposal dan proporsinya sedang diatur," kata Arif usai taklimat Presiden bersama 150 peneliti BRIN di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, tambahan anggaran tersebut merupakan bentuk komitmen Presiden dalam menjadikan penguasaan teknologi sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045. Meski begitu, pembagian alokasi dana masih disusun bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek).

BRIN Ajukan Rp1 Triliun untuk Hilirisasi Inovasi

Arif mengungkapkan, dalam proses tersebut BRIN telah mengajukan proposal tambahan anggaran sebesar Rp1 triliun. Nantinya, dana tersebut akan digunakan untuk mempercepat hilirisasi berbagai hasil riset yang dipamerkan di hadapan Presiden.

"Jadi, kita sekarang sudah menyampaikan proposal tersebut untuk tambahan Rp1 triliun dana riset untuk menghasilkan [berbagai inovasi] yang tadi sudah disampaikan," ujarnya.

Sementara itu, dalam pertemuan sore tadi, Prabowo telah meninjau puluhan inovasi BRIN yang dinilai berpotensi menjawab persoalan strategis nasional, mulai dari pengelolaan sampah, ketahanan energi, pangan, hingga transportasi.

Teknologi ANG Berpotensi Hemat Devisa Rp26 Triliun

Salah satu teknologi yang paling mendapat perhatian Presiden adalah pengembangan Absorbed Natural Gas (ANG) berbasis Metal Organic Framework (MOF).

Menurut Arif, teknologi tersebut memungkinkan gas alam terkompresi (CNG) disimpan dengan kapasitas lebih besar pada tekanan rendah sehingga dapat menjadi alternatif pengganti LPG impor. Bahkan, apabila teknologi itu berhasil dikomersialisasikan, Indonesia berpotensi menghemat devisa hingga Rp26 triliun setiap tahun.

"Kalau biasanya orang menggunakan tabung [LPG] 3 kilogram [dalam waktu] 10 hari, dengan menggunakan ANG yang dimiliki oleh BRIN ini bisa menjadi 15 hari. Itu kan efisiensi yang sangat bagus sekali,” ungkap dia.

Baca juga artikel terkait DANA RISET atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Siti Fatimah