Menuju konten utama

Penjelasan PVMBG Terkait Fenomena Api Biru di Gunung Papandayan

Kejadian yang muncul sejak tahun lalu ini berkaitan dengan perubahan jalur keluarnya gas panas di kawasan gunung. 

Penjelasan PVMBG Terkait Fenomena Api Biru di Gunung Papandayan
Pendaki menaiki bukit di samping kawah di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (12/5/2025). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/Spt.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Penampakan api biru terpantau di sejumlah area Gunung Papandayan, Jawa Barat. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut fenomena itu berkaitan dengan pembakaran gas panas belerang di area solfatara kawah aktif atau yang dikenal juga dengan kejadian blue fire.

Badan Geologi menengarai fenomena itu belum memunculkan suatu tanda-tanda serius hingga saat ini. PVMBG sendiri telah memantau fenomena api biru tersebut sejak Rabu (23/9/2026).

“Nyala biru keunguan di beberapa titik dengan sebaran cukup luas. Pada 24 September, nyala yang terlihat lebih sedikit dan lebih terkonsentrasi, dengan warna biru keputihan,” ujar Kepala PVMBG, Rita Susilawati, kepada wartawan Tirto, Jumat (25/9/2026).

Menurut amatan PVMBG, fenomena api biru di kawasan Gunung Papandayan bukan sekali ini terjadi. Bahkan sejak tahun lalu, Badan Geologi pernah mendapatkan laporan serupa di Kawah Baru Papandayan.

“Sejak 2025, Badan Geologi mengamati bahwa bukaan Kawah Manuk cenderung menyempit, disertai berkurangnya asap yang tampak di permukaan,” terang Rita.

Badan Geologi menelisik kejadian yang muncul sejak tahun lalu ini terkait perubahan jalur keluarnya gas panas di kawasan gunung.

Misalnya, terjadi rekahan atau koyakan di bagian dinding kawah, termasuk pada lokasi-lokasi saat ini yang memunculkan nyala api biru di Gunung Papandayan.

Kendati belum terdapat tengara berbahaya, Rita menganjurkan pengunjung terutama para pemondok kawasan gunung untuk tetap waspada. Pasalnya, hubungan antara penyempitan bukaan Kawah Manuk dan kemunculan nyala biru masih perlu dikaji.

“Rekaman visual saja belum cukup untuk memastikannya,” Rita menjelaskan.

Tim Badan Geologi saat ini melakukan pemeriksaan lapangan langsung untuk menganalisis fenomena tersebut dan potensi bahayanya. Pengamatan Badan Geologi per hari ini menunjukan tingkat aktivitas Gunung Papandayan tetap berada di Level I (Normal).

“Masyarakat dan pengunjung diminta tidak beraktivitas atau menginap dalam radius 500 meter dari bukaan kawah aktif, tetap tenang, serta mengikuti informasi resmi Badan Geologi dan pemerintah daerah setempat,” ujar Rita.

Baca juga artikel terkait GUNUNG PAPANDAYAN atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fadrik Aziz Firdausi