tirto.id - Kepala Lapas (Kalapas) IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, membantah terdapat pungutan liar (pungli) sebesar Rp150 ribu rupiah per pekan terhadap para narapidana di lapasnya.
Hal itu ditegaskan Wisnu menyusul informasi yang sempat beredar setelah terjadinya sidak oleh Ombudsman RI di Lapas IIA Cibinong pada Rabu (23/9/2026) lalu.
“Alhamdulillah tidak ada [pungli] di sini,” kata Wisnu kepada para wartawan di lokasi, Jumat (25/9/2026).
Selain itu, Wisnu juga membantah dugaan adanya fasilitas simulator golf yang tersedia di Lapas IIA Cibinong. Menurutnya, di lapas itu hanya ada fasilitas olahraga saja.
“Hanya tempat fasilitas olahraga saja. Di samping gym,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, turut hadir Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, serta Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) RI, Aries Marsudiyanto, yang datang untuk melakukan sidak usai viral adanya fasilitas ‘rumah mewah’ di dalam Lapas IIA Cibinong.
Temuan itu diketahui publik setelah tim Ombudsman RI melakukan sidak ke Lapas IIA Cibinong pada Rabu (23/9/2026) lalu.
Usai melakukan sidak, Kepala Bappisus, Aries Marsudiyanto, mengimbau kepada seluruh kalapas di Indonesia untuk tidak berbuat aneh-aneh, seperti melanggar aturan ataupun hukum.
“Lakukan aturan secara profesional. Jangan sampai nanti setiap saat kita akan melakukan sidak dan ditemukan hal-hal yang menyimpang daripada aturan tersebut,” kata Aries.
Aries juga menegaskan tidak boleh ada kepentingan-kepentingan terselubung yang dilakukan oleh petugas di dalam lapas. Ia memastikan akan menindak segala bentuk pelanggaran maupun transaksi ilegal yang terjadi di dalam lapas.
“Barang siapa oknum yang terlibat penyimpangan di dalam lapas ya, kami dengan Pak Menteri ya tidak akan segan-segan untuk menindak,” tegasnya.
Selain itu, Aries juga meminta seluruh pihak untuk tidak terlalu berpikir negatif dalam menanggapi isu adanya fasilitas “rumah mewah” bagi narapidana di Lapas IIA Cibinong.
Menurutnya, Bappisus sudah secara terbuka mengajak wartawan untuk melihat seperti apa kondisi di dalam lapas tersebut, guna menepis isu-isu yang beredar.
“Makanya seluruh para wartawan kita ajak secara terbuka. Anda saya ajak ke mana, ya toh, untuk melihat ya yang menjadi topik itu, ya. Supaya tidak ada praduga di antara kita. Namun, kalau kami ketemu dalam investigasi hal-hal yang menyimpang dari aturan, kami akan tindak tegas. Percaya dengan kami,” tutupnya.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id

































