Menuju konten utama

Buntut Nyinyiri Pasien BPJS, RS Pusri Pecat Dokter Tamara

Imbas sebut pasien BPJS 'playing victim' di medsos, dokter pemilik akun @tamdjs langsung dipecat oleh manajemen RS Pusri.

Buntut Nyinyiri Pasien BPJS, RS Pusri Pecat Dokter Tamara
Sejumlah fasilitas medis, mulai dari ruang ICU, ruang isolasi mandiri, tenaga medis, hingga tim pemusalaran jenazah, disiagakan Rumah Sakit Pupuk Sriwijaya (PUSRI) Palembang selama 24 jam,guna mengantisipasi masifnya penyebaran COVID-19 di Sumatera Selatan. Rumah Sakit milik BUMN ini juga dilengkapi laboratorium klinik tes usap yang mampu menyelesaikan 96 sampel perhari, dan melakukan mandatori dari balai besar laboratorium kesehatan Kemenkes Palembang dalam penanganan COVID-19 di Provinsi Sumatera Selatan. (ANTARA/Evan Ervani/Dudy Yanuwardhana/Risbeyhi)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Manajemen Rumah Sakit Pusri Palembang menjatuhkan sanksi pemecatan terhadap dr Tamara Dewi Jasmine sebagai tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan itu. Keputusan ini imbas komentar pedas Tamara di media sosial terkait pasien BPJS Yurizal Tri Chaerawan.

Humas RS Pusri Palembang Diah Dwi Anugrah menegaskan, dr Tamara dipecat mulai 6 Agustus 2026 setelah melalui klarifikasi dan pembahasan internal. Dia bekerja di rumah sakit hanya dalam hitungan bulan sejak Mei 2026.

"RS Pusri telah memutuskan mengakhiri kerja sama dengan dokter @tamdjs tersebut sebagai dokter mitra RS Pusri," ungkap Humas RS Pusri Palembang, Diah Dwi Anugrah, Kamis (6/8/2026).

Pelanggaran Disiplin dan Penegakan Etika Profesi

Diah menyebut ulah dr Tamara yang ikut nyinyiri pasien BPJS melalui akun media sosial Threads @tamdjs dianggap telah melakukan pelanggaran disiplin. Pemecatan sebagai bagian dari mekanisme penegakan tata kelola organisasi yang profesional.

"Keputusan ini merupakan bentuk komitmen RS Pusri dalam menegakkan profesionalisme, tata kelola yang baik, memastikan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan berkeadilan bagi seluruh pasien," tegas Diah.

RS Pusri juga mengapresiasi masukan dan kritik membangun dari masyarakat terkait disiplin dan etik tenaga kesehatan. RS ini berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan dan terus melakukan evaluasi sertai perbaikan berkelanjutan demi menjaga kualitas dan keselamatan pasien.

"Terima kasih atas kepercayaan masyarakat. RS Pusri akan terus berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan terbaik," tutup Diah.

Kronologi Komentar Nirempati Dokter Tamara di Threads

Sebelumnya, dr Tamara turut memberikan komentar nirempati kepada pasien Yurizal karena belum mendapat kamar selama delapan jam hingga akhirnya meninggal. Dokter itu merendahkan pasien dan menyuruhnya menggunakan asuransi swasta.

"Mending banyakin duit halal daripada banyakin bacot. Biar bisa bayar dan merasakan asuransi swasta. Dan bisa berpendidikan biar akhlak tidak minus, dan tidak playing victim," tulis dr Tamara di akun Treads @tamdjs beberapa hari lalu.

Baca juga artikel terkait KOMENTAR KASAR atau tulisan lainnya dari Irwanto

tirto.id - Flash News
Reporter: Irwanto
Penulis: Irwanto
Editor: Siti Fatimah