tirto.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait alias Ara, berkomitmen mengalokasikan dana sebesar Rp8 triliun untuk program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah pada tahun anggaran 2026. Angka fantastis tersebut mencakup sekitar 80 persen dari total APBN Kementerian PKP yang berjumlah Rp10 triliun.
"DPR setuju 8 triliun lebih itu anggaran kami dari 10 triliun itu untuk program pro-rakyat, yaitu BSPS. Sehingga kita mau menunjukkan bahwa anggaran kita betul-betul berorientasi kepada rakyat kecil," tuturnya di kantor Kementerian PKP, Jakarta Pusat, Jumat (20/2/2026).
"Ya, jadi sekitar 80 persen [anggaran Kementerian PKP untuk BSPS] dari anggaran yang kami terima, dari dukungan DPR, itu kami betul-betul buat masyarakat," lanjut dia.
Dalam kesempatan itu, Ara meminta dukungan dari pimpinan DPR RI untuk juga mendukung program bedah rumah masyarakat. Menurut dia, BSPS akan menyasar 406.357 unit rumah.
Kata dia, Rp8 triliun itu akan digunakan untuk membedah rumah tidak layak huni (RTLH) di kawasan pesisir, serta perkotaan dan perdesaan.
"Ini program yang luar biasa dan saya sangat senang. Tolong nanti dukung program ini, Pak. Kalau boleh, saya yakin bapak-ibu bisa menjadi contoh bagaimana program ini bisa berjalan di daerah pemilihan bapak dan ibu," tuturnya.
Sebagai informasi, sejumlah pimpinan DPR RI yang menemui Ara adalah Saan Mustopa, Cucun Ahmad, serta Sari Yuliati.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id





























