Menuju konten utama

Bank Jago Matangkan Produk Emas Digital, Tunggu Restu Regulator

Bank Jago siapkan produk emas digital. Peluncuran menunggu kajian rampung dan izin regulator, sambil memperluas layanan investasi nasabah.

Bank Jago Matangkan Produk Emas Digital, Tunggu Restu Regulator
Head of Wealth Management Bank Jago Nyoman Sukmawati (kiri) dan Head of PR & Corporate Communication Bibit & Stockbit William (kanan) memaparkan perkembangan kolaborasi Bank Jago dan Bibit dalam konferensi pers perayaan lima tahun kemitraan kedua perusahaan di Jakarta, Kamis (6/8/2026). tirto.id/Nanda Surya
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - PT Bank Jago Tbk (ARTO) tengah mematangkan produk emas digital sebagai bagian dari pengembangan layanan investasinya. Produk tersebut masih dalam tahap kajian internal dan baru akan diluncurkan setelah memperoleh persetujuan regulator.

Head of Wealth Management Bank Jago Nyoman Sukmawati mengatakan, perusahaan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam mengembangkan produk baru tersebut.

“Kemudian kalau tadi soal tabungan emas, betul. Kami sedang dalam penjajakan, kalau bottleneck sih enggak ada. Cuma kami sebagai bank tentunya juga menerapkan proses kehati-hatian dalam kajian, dalam asesmen kami,” kata Nyoman dalam konferensi pers perayaan lima tahun kolaborasi Bank Jago dan Bibit di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Ia menegaskan, produk tersebut baru akan diperkenalkan setelah seluruh proses kajian rampung dan memperoleh persetujuan regulator.

“Jadi nanti begitu proses itu semua sudah dirasa cukup matang, sudah juga mendapatkan persetujuan dari pihak-pihak regulator yang harus kami lakukan dalam hal produk baru. Tentunya nanti akan segera dirilis,” ujarnya.

Menurut Nyoman, pengembangan emas digital merupakan bagian dari strategi Bank Jago untuk memperluas pilihan instrumen investasi bagi nasabah. Saat ini, Bank Jago telah menyediakan akses investasi reksa dana, saham, dan obligasi melalui integrasi dengan ekosistem Bibit dan Stockbit.

“Tentunya kita enggak berhenti hanya di aset-aset investasi yang kita miliki sekarang. Jadi kalau mau spill, sebenarnya ada banyak yang lagi kita pelajari dan eksplorasi,” ucap Nyoman.

“Saat ini kita memang ada mengeksplore terutama di aset emas digital. Salah satunya itu lagi kita perhatikan,” lanjutnya.

Kolaborasi Ekosistem

Sejalan dengan itu, Bank Jago menyatakan akan memperdalam kolaborasi dengan ekosistem keuangan sekaligus memperluas kemitraan untuk menghadirkan berbagai produk investasi baru. Selain reksa dana, saham, dan obligasi yang telah tersedia, perusahaan juga melihat potensi menghadirkan instrumen investasi lain yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah, dinamika pasar, dan perkembangan layanan digital.

Ekspansi layanan investasi tersebut juga ditopang pertumbuhan pengguna ekosistem investasi Bank Jago. Hingga Juni 2026, sebanyak 3,6 juta nasabah telah menghubungkan rekening Bank Jago dengan Bibit dan Stockbit.

Nyoman mengatakan angka tersebut masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar karena jumlah pengguna aplikasi Bank Jago telah mencapai 14,7 juta per Juni 2026.

“Jadi saat ini jumlah nasabah Jago yang sudah terkoneksi ke ekosistem Bibit-Stockbit itu ada sebanyak 3,6 juta. Pengguna aplikasi itu di 14,7 juta ya nasabahnya. Tapi itu per bulan Juni,” jelasnya.

Menurut dia, Bank Jago akan terus mendorong lebih banyak nasabah memanfaatkan integrasi tersebut agar aktivitas investasi dapat dilakukan secara lebih mudah dan terintegrasi dalam satu aplikasi.

“Makanya tadi kalau ditanya, opportunity-nya masih sangat besar bagi kami untuk terus memperluas jumlah pengguna yang tergabung di ekosistem tersebut,” ujarnya.

Berdasarkan siaran pers Bank Jago, kolaborasi dengan Bibit dan Stockbit selama lima tahun terakhir menjadi salah satu pendorong pertumbuhan layanan investasi digital perseroan. Hingga Juli 2026, portofolio investasi pengguna yang terhubung masih didominasi saham sebesar 48,4 persen, disusul reksa dana 38,6 persen, dan obligasi 13 persen.

Nyoman menegaskan, Bank Jago ingin menjadi platform yang memudahkan nasabah mengakses seluruh kebutuhan investasinya dalam satu aplikasi. Karena itu, perusahaan akan terus memperluas pilihan instrumen sekaligus memperdalam kolaborasi dengan berbagai mitra di ekosistem keuangan.

“Jadi, ke depannya kita ingin Jago itu benar-benar bisa menjadi bank pilihan untuk nasabah dalam berinvestasi,” kata Nyoman.

Baca juga artikel terkait BANK JAGO atau tulisan lainnya dari Nanda Surya

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Surya
Penulis: Nanda Surya
Editor: Hendra Friana