Menuju konten utama

Purbaya Ancam Pecat Pegawai Bea Cukai yang Tidak Mau Berubah

Purbaya memastikan, Bea Cukai tidak akan dibekukan dan memecat pegawai langsung begitu saja tanpa upaya perbaikan.

Purbaya Ancam Pecat Pegawai Bea Cukai yang Tidak Mau Berubah
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan kepada media pada konferensi pers APBN KiTa edisi November 2025 di Jakarta, Kamis (20/11/2025). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - ‎Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, kembali menegaskan sikapnya dalam memperbaiki otoritas kepabeanan dan cukai. Selain bakal membekukan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) jika tidak ada perubahan setelah dilakukan perbaikan, ia juga mengancam bakal memecat pegawai DJBC yang tidak mau berubah.

"Nanti kita lihat seperti apa. Kalau memang enggak bisa perform ya kita dibekukan dan betul-betul beku, artinya 16 ribu pekerja Bea Cukai kita rumahkan," katanya, di sela acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, dikutip Selasa (2/12/2025).

Meski begitu, ia akan terlebih dulu meminta waktu kepada Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki Bea Cukai. Purbaya memastikan, Bea Cukai tidak akan dibekukan begitu saja tanpa upaya perbaikan.

"Dalam prosesnya akan kelihatan yang mana yang bisa gabung, yang mana yang enggak. Nanti yang enggak bisa gabung, yang enggak bisa mengubah diri, ya saya akan langsung menganjurkan, tapi sebaiknya kita perbaiki diri dulu sendiri. Daripada kita langsung tutup tanpa warning, kan jelek. Enggak ada dikasih kesempatan untuk perbaiki diri," tambah Purbaya.

Sebelumnya, Purbaya mengakui citra Bea dan Cukai di mata media, masyarakat, bahkan para pemimpin negara kurang bagus karena banyak kasus serius yang melibatkan anggota pegawai Bea Cukai. Namun, ia telah meminta waktu selama satu tahun kepada Presiden Prabowo Subianto untuk dapat membenahi otoritas tersebut.

“Saya bilang begini, image bea cukai kurang bagus di media, di masyarakat, di pimpinan yang tertinggi kita. Jadi kita harus perbaiki dengan serius. Saya bilang dengan mereka, saya sudah minta waktu Presiden, satu tahun untuk tidak diganggu dulu. Biarkan saya bereskan, (berikan) waktu saya untuk memperbaiki Bea Cukai,” kata dia, kepada para pewarta usai Rapat Kerja dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis (27/11/2025).

Perbaikan terhadap Bea Cukai menurut Purbaya, menjadi sebuah keniscayaan karena ancaman serius yang tengah dihadapi otoritas kepabeanan dan cukai tersebut. Jika kinerja Bea Cukai tidak diperbaiki, pembubaran menjadi ancaman di depan mata.

“Kalau kita Bea Cukai tidak bisa memperbaiki kinerjanya dan masyarakat masih tidak puas, Bea Cukai bisa dibuka diganti dengan SGS (perusahaan multinasional Swiss, Société Générale de Surveillance yang menyediakan layanan inspeksi, verifikasi, pengujian, dan sertifikasi). Seperti zaman dulu lagi. Jadi sekarang orang-orang Bea Cukai mengerti betul ancaman yang mereka hadapi,” jelas Purbaya. ‎

Baca juga artikel terkait BEA CUKAI atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Andrian Pratama Taher