Menuju konten utama

Purbaya Sebut Bea Cukai Terancam Dibekukan Imbas Citranya Buruk

Ancaman semacam ini, menurut Purbaya, membuat para pegawai DJBC menyadari perlunya perubahan mendasar.

Purbaya Sebut Bea Cukai Terancam Dibekukan Imbas Citranya Buruk
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) beserta jajaran memberikan keterangan kepada media dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi November 2025 di Jakarta, Kamis (20/11/2025). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengakui bahwa citra Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) di mata publik, media, hingga para pemimpin negara terlanjur buruk akibat berbagai kasus serius yang melibatkan oknum pegawai. Karena itu, ia meminta waktu satu tahun kepada Presiden Prabowo Subianto untuk membenahi lembaga tersebut secara menyeluruh.

“Saya bilang begini, image bea cukai kurang bagus di media, di masyarakat, di pimpinan yang tertinggi kita. Jadi kita harus perbaiki dengan serius. Saya bilang dengan mereka, saya sudah minta waktu Presiden, satu tahun untuk tidak diganggu dulu. Biarkan saya bereskan, (berikan) waktu saya untuk memperbaiki Bea Cukai,” kata dia kepada para pewarta usai Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis (27/11/2025).

Menurut Purbaya, perbaikan DJBC merupakan hal yang tak bisa ditunda lagi. Otoritas kepabeanan tersebut menghadapi tekanan besar, dan jika kinerjanya tidak segera dibenahi, wacana pembubaran dapat kembali mengemuka.

“Kalau kita, bea cukai nggak bisa memperbaiki kinerjanya dan masyarakat masih nggak puas, bea cukai bisa dibekukan diganti dengan SGS (perusahaan multinasional Swiss, Société Générale de Surveillance yang menyediakan layanan inspeksi, verifikasi, pengujian, dan sertifikasi). Seperti zaman dulu lagi. Jadi sekarang orang-orang Bea Cukai mengerti betul ancaman yang mereka hadapi,” jelasnya.

Ancaman semacam ini, kata Purbaya, membuat para pegawai DJBC menyadari perlunya perubahan mendasar. Untuk memperkuat akurasi data dan pengawasan, Kementerian Keuangan kini mulai memperluas penggunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di berbagai stasiun Bea Cukai.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pendeteksian praktik under-invoicing atau pelaporan nilai barang impor–ekspor yang lebih rendah dari nilai sebenarnya guna mengurangi bea masuk dan pajak.

“Jadi kita pelajari betul. Jadi, sekarang cukup baik kemajuannya, saya pikir tahun depan sudah aman. Artinya, Bea Cukai akan bisa bekerja dengan baik dan profesional. Karena gini saya bilang, kalau kita gagal memperbaiki, nanti 16 ribu orang pegawai Bea Cukai dirumahkan. Orang Bea Cukai pintar-pintar dan siap untuk mengubah keadaan,” tukas Purbaya.

Baca juga artikel terkait BEA CUKAI atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana