Menuju konten utama

Diancam Dibekukan, Bos Bea Cukai: Itu Bentuk Koreksi

Djaka memastikan bahwa lembaganya terus berbenah diri dan menghilangkan image negatif yang selama ini melekat.

Diancam Dibekukan, Bos Bea Cukai: Itu Bentuk Koreksi
Direktur Jenderal Bea Cukai Djaka Budi Utama (kiri) menerima buku memori laporan kinerja yang diserahkan oleh Mantan Direktur Jenderal Bea Cukai Askolani (kanan) saat pelantikan pejabat eselon I Kementerian Keuangan di Aula Mezanine Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (23/5/2025). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (DJBC Kemenkeu), Djaka Budi Utama, mengaku enggan mengulang sejarah kelam yang pernah terjadi pada 1985–1995.

Pada periode itu, pemerintah memutuskan membekukan sebagian fungsi DJBC dan menggantinya dengan perusahaan inspeksi, verifikasi, pengujian, dan sertifikasi asal Swiss, Societe Generale de Surveillance (SGS).

Karena itu, agar rencana pemerintah membekukan DJBC tak kembali terulang, otoritas kepabeanan dan cukai tersebut kini terus berupaya membenahi diri demi menghapus citra negatif di masyarakat.

“Intinya, bahwa itu adalah bentuk koreksi dari bea cukai. Yang pasti bea cukai bahwa kita ke depannya akan berupaya untuk lebih baik. Apa yang menjadi sejarah kelam tahun 85 sampai dengan 95 itu, kita tidak ingin itu terjadi ataupun diulangi oleh bea cukai,” ujarnya saat ditemui awak media usai konferensi pers pemusnahan barang kena cukai ilegal di Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jakarta, Jakarta Utara, Rabu (3/12/2025).

Djaka juga memastikan bahwa lembaganya perlu untuk berbenah diri dan menghilangkan image negatif yang selama ini melekat. Pembenahan tersebut akan dimulai dari perubahan kultur kerja, penguatan pengawasan di pelabuhan maupun bandar udara, serta peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.

“Tentunya kita akan memperbaiki semua pelayanan. Tentunya masyarakat ketika kita melakukan pelayanan kepada masyarakat, ketika ada ketidakpuasan, sedikit demi sedikit kita akan berupaya untuk memperbaikinya,” sambung dia.

Menurutnya, sejumlah perubahan sudah mulai terlihat sejak proses perbaikan diinternal DJBC berjalan. Salah satu contoh ialah penggunaan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk meminimalkan praktik under invoicing.

“Kita sudah melakukan upaya untuk menghubungkan dengan AI. Jadi alat-alat yang kita punya kita kembangkan dengan kemampuan AI. Sedikit demi sedikit, walaupun belum sempurna, tapi kita sudah berupaya untuk mengarah ke sana,” terang Djaka.

Baca juga artikel terkait BEA CUKAI atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana