Menuju konten utama

BI Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Bisa Capai 6,5% di 2026

Menurut BI, konsumsi rumah tangga, realisasi investasi hingga kinerja ekspor menjadi kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun depan.

BI Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Bisa Capai 6,5% di 2026
Perry Warjiyo dalam acara pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia & Indonesia Fintech Summit and Expo 2025 di Jakarta International Convention Center, Kamis (30/10/2025). tirto.id/nanda
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Bank Indonesia (BI) memperkirakan ekonomi Indonesia bisa tumbuh melesat ke kisaran 5,6-6,5 persen di tahun 2026, meski perekonomian dunia diramalkan cenderung melambat tahun depan.

Dana Moneter Internasional (IMF), misalnya, memprediksi pertumbuhan ekonomi dunia akan berada di kisaran 3 persen di tahun ini dan naik tipis menjadi 3,1 persen pada 2026. Hal ini didorong oleh pelambatan yang terjadi di sejumlah negara dengan kekuatan ekonomi besar, seperti Amerika Serikat (AS) dan Cina.

Optimis, karena tahun depan, InsyaAllah perkiraan kita 5,6-6,4 (persen), ya? 6,5 (persen)," ujar Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dalam gelaran Bank Indonesia Bersama Masyarakat (BIRAMA) 2025, di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (1/12/2025).

Meski begitu, bersama-sama dengan pemerintah, BI akan terlebih dulu mendorong ekonomi nasional ke level 5,3-5,4 persen.

"Kita ingin dorong bersama pemerintah ke 5,4 persen, ya. Kita tentu saja bersyukur, Cina (pertumbuhan ekonomi) hanya 4,6 persen. Cina lho. Eropa nungsep, 1,7 (persen), India turun, tapi masih di atas kita," sambung Perry.

Dengan perkiraan ini, patut disyukuri ketika Indonesia setidaknya mencapai pertumbuhan ekonomi di level 5,4 persen. Apalagi, di tahun depan dunia masih dihadapkan pada ketidakpastian seiring dengan adanya kebijakan tarif AS dan juga kondisi geopolitik yang juga masih belum stabil.

Namun, kunci untuk mendorong ekonomi Indonesia agar tumbuh lebih tinggi, tak lain adalah dengan mendorong konsumsi rumah tangga, realisasi investasi, menggenjot kinerja ekspor, hingga meningkatkan kinerja usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

"Semua harus bergerak untuk ekonomi kita tahun depan. Inflasi rendah, nilai tukai, InsyaAllah kita akan bawa nilai tukar kita secara rata-rata Rp16.500, bahkan Rp16.400 (per dolar AS) tahun depan. Tahun depan, tahun depan kita komitmen bangsa akan jaga terus untuk menjaga stabilitas nilai tukar," tutup Perry.

Baca juga artikel terkait PERTUMBUHAN EKONOMI atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana