tirto.id - Sebanyak tiga petani asal Desa Lesung Batu Muda, Rawas Ulu, Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan, diserang beruang. Dua korban di antaranya harus dirawat di rumah sakit karena mengalami luka serius.
Peristiwa itu terjadi saat pasangan suami istri Runza (42) dan Maisari (40) tengah menyadap karet di kebun mereka di kawasan Sungau Punti yang cukup jauh dari kampungnya, Sabtu (1/8/2026).
Tiba-tiba datang seekor beruang dewasa dari semak-semak yang langsung menyerang pasutri itu. Serangan menyebabkan korban Runza mengalami luka di kedua tangannya. Sementara istrinya hanya lecet-lecet.
Dalam kondisi luka parah, Runza berupaya melawan dengan pahat sadap karet. Namun hewan buas itu kembali menyerang mereka dan barulah pergi setelah mendapat pukulan berkali-kali.
Ternyata beruang tersebut menuju ke kebun milik tetangganya, Ibrahim (60), yang juga tengah menyadap karet. Korban kaget melihat beruang berukuran besar di hadapannya.
Secepat kilat, beruang itu menyerang korban hingga mengalami luka robek di sekujur tubuhnya. Bahkan, serangan itu menyebabkan tulang tangan korban remuk.
Para korban menyelamatkan diri dengan berjalan kaki menuju kampung. Dalam perjalanan mereka bertemu dengan warga dan dievakuasi ke rumah sakit untuk perawatan.
"Benar, tiga petani diseruang beruang saat menyadap karer. Dua orang lukanya sangat parah dan telah mendapatkan perawatan," ungkap Kapolsek Rawas Ulu, Iptu Hari Suharto, Senin (3/8/2026).
Polisi bersama pemerintah setempat dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) telah melakukan pemantauan di lokasi untuk mengecek jejak beruang. Demi keamanan, warga diimbau tidak beraktivitas di kebun sendirian untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu terjadi serangan serupa.
"Kami sarankan bawa alat yang dapat digunakan untuk melindungi diri, segera menyelamatkan diri jika melihat beruang di kebun atau hutan dan laporkan ke perangkat desa," kata Hari.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Sumatra Selatan, Yusmono, mengatakan beruang masih banyak berada di Muratara yang utamanya di kawasan hutan sekunder dan rimba sisa perkebunan sawit serta karet. Kawasan Lesung Batu Muda menjadi bagian habitat beruang yang perlu diwaspadai.
Yusmono menyebut masih banyaknya sarang semut dan buah-buahan hutan sebagai pakan alami membuat beruang tetap hidup di kawasan itu. Beruang hanya akan melintas dan berpindah ke tempat lain jika merasa tidak terganggu dan akan menyerang jika bertemu manusia meski tidak mengusiknya.
"Umumnya beruang itu menyerang karena terkejut, akan refleks melakukan perlawanan, apalagi saat membawa anaknya," kata Yusmono.
Oleh karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kebun dan tidak melakukan tindakan yang memicu agresivitas hewan buas. BKSDA akan menggiring beruang itu ke tempat aman atau mengevakuasinya jika membahyakan manusia.
"Jika keberadaannya di dekat pemukiman bisa kami evakuasi, kami akan pantau dulu di lokasi," pungkas Yusmono.
Penulis: Irwanto
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id

































