Menuju konten utama

Peretasan Bank di Korsel Diduga Sudah Melibatkan Peran AI

Kejadian peretasan perbankan di Korea Selatan diduga melibatkan penggunaan AI. Pemerintah tengah mengupayakan langkah memperkuat sistem keamanan.

Peretasan Bank di Korsel Diduga Sudah Melibatkan Peran AI
Iustrasi AI dan cybercrime. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung menyebut bahwa model kecerdasan buatan (AI) diduga telah digunakan untuk meretas bank di sana. Ia menyebut ditemukan ada jejak penggunaan AI dalam sejumlah insiden peretasan bank di Korsel baru-baru ini.

Seturut CNA, Lee Jae Myung mengungkapkan hal tersebut dalam rapat kabinet yang diselenggarakan pada Selasa (6/10/2026). Menurutnya ada temuan bahwa AI telah digunakan sebagai alat peretasan sistem keamanan perbankan.

“Dalam beberapa insiden peretasan, muncul tanda-tanda penggunaan AI, yang menyebabkan kekhawatiran dan kecemasan publik yang cukup besar,” kata Lee.

Temuan itu kemudian membuat Lee menginstruksikan pengembangan metode keamanan siber yang sesuai dengan era AI. Ia memerintahkan kabinet agar mengonsentrasikan sumber daya untuk meminimalkan kerusakan “dengan cepat dan jelas”.

Pernyataan Lee tersebut merupakan imbas dari insiden peretasan yang dialami sejumlah perusahaan perbankan di Korsel pada Jumat (2/10) pekan lalu. Komisi Layanan Keuangan Korsel (FSC) menyebut serangan siber itu dialami Shinhan Bank dan KB Kookmin Bank. Kantor berita Yonhap melaporkan serangan juga dialami Hana Bank dan Woori Bank.

Serangan itu telah memicu FSC mengadakan pertemuan darurat dengan asosiasi industri keuangan, regulator, dan eksekutif dari lembaga-lembaga yang terdampak pada Minggu (4/10). Ketua FSC Lee Eog-weon, dalam kesempatan tersebut, memperingatkan bahwa sektor keuangan harus menerapkan level kewaspadaan tertinggi terkait potensi serangan siber.

Sementara itu, per Selasa, pihak kepolisian Korsel telah meluncurkan penyelidikan berskala besar terhadap upaya peretasan bank komersial pada pekan lalu. Hal ini imbas serangan siber telah berdampak pada pelanggaran informasi pribadi pelanggan.

Di tengah situasi tersebut, Presiden Korsel menyatakan adanya jejak AI dalam upaya peretasan tersebut. Namun, sejauh ini pihak berwenang belum mengungkap detail model AI apa yang digunakan maupun jenis pelanggaran yang dilakukan.

Rangkaian upaya peretasan pada lembaga perbankan di Korsel itu juga terjadi di tengah kekhawatiran global akan potensi penggunaan model AI dalam kejahatan siber.

Pada September lalu, Australia menyatakan bahwa agen AI terkait perusahaan OpenAI kedapatan berupaya membobol portal data kesehatan pemerintah pada Juni. Dalam serangan itu, AI mencoba menerobos sistem perlindungan pemerintah dan berusaha untuk mengambil data statistik kesehatan yang belum dirilis.

Sebuah perusahaan riset bidang AI bernama Transluce juga baru saja merilis temuan pada Kamis (1/10) terkait upaya peretasan agen AI terhadap situs web Pemerintah Kanada. Dalam laporan itu, upaya peretasan disebut menggunakan taktik serupa dalam kasus yang melibatkan model AI milik OpenAI.

Pada Juli lalu, agen AI milik OpenAI juga dilaporkan kedapatan meretas sistem keamanan Hugging Face, platform komunitas digital terkait kecerdasan buatan. Kasus ini cukup menyita perhatian lantaran agen AI tersebut melakukan upaya peretasan meskipun tak ada yang memerintahkannya.

Baca juga artikel terkait PERETASAN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar