Menuju konten utama

Profil Dradjad Wibowo, Wamenko Perekonomian yang Baru Dilantik

Dradjad Hari Wibowo adalah sosok yang penuh pengalaman dalam dunia ekonomi dan politik. Kini ia menjabat Wamenko Perekonomian. Simak profilnya.

Profil Dradjad Wibowo, Wamenko Perekonomian yang Baru Dilantik
Pendiri Indonesian Forestry Certification Cooperation (IFCC) Dradjad Hari Wibowo. (ANTARA/Shabrina Zakaria)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Dradjad Hari Wibowo resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) bidang Perekonomian pada Kamis (1/10/2026). Pelantikan ini terjadi dalam reshuffle kabinet ketujuh yang dilakukan Presiden RI Prabowo Subianto.

Pelantikan Dradjad tersebut dilakukan di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis siang. Prabowo Subianto memimpin langsung prosesi pelantikan tersebut.

Dradjad menjadi salah satu pejabat yang dilantik dalam reshuffle besar-besaran yang dilakukan Presiden Prabowo. Dalam kesempatan itu, pelantikan juga turut dilakukan terhadap Bahlil Lahadalia sebagai Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Sugiono sebagai Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan hingga Arrmanatha Nasir sebagai Menteri Luar Negeri. Dalam pelantikan tersebut, terdapat 10 pejabat menteri dan wakil menteri yang dilantik, termasuk Dradjad.

Sosok Dradjad Hari Wibowo dan Rekam Jejak

Lahir pada 1964, Dradjad Hari Wibowo merupakan seorang ekonom cum politikus. Dalam kancah perpolitikan nasional, ia merupakan kader Partai Amanat Nasional (PAN) dan pernah menjadi Anggota DPR RI di awal milenium ini.

Sebagai ekonom, Dradjad merupakan seorang sarjana ilmu ekonomi pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia lulus dari universitas itu pada 1987 silam.

Selain gelar sarjana dari IPB, Dradjad memiliki gelar master dan doktor dari University of Queensland, Australia. Gelar tersebut didapat Dradjad di bidang ekonomi, sementara gelar doktornya ia dapat di bidang filsafat.

Rekam jejak pendidikan itu kemudian membawa Dradjad sebagai seorang ekonom yang rajin menulis. Sejak 1999, Dradjad rajin membuat berbagai artikel tentang perekonomian dan politik di Indonesia. Tak jarang tulisannya dipublikasikan oleh berbagai media massa.

Hal itu terjadi seiring profesi Dradjad sebagai direktur dan ekonom senior di Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), lembaga think tank yang berbasis di Jakarta. Karier ini ia emban dari 1999 hingga 2004.

Karier profesionalnya itu kemudian membuat Dradjad bersinggungan dengan politik ketika ia ditunjuk sebagai ahli pada Badan Ketahanan Pangan Nasional pada 2002. Pada tahun yang sama, ia juga menjadi Ketua Tim Nasional Pengurangan Utang Dalam Negeri.

Setahun berselang, pada 2003 Dradjad ditunjuk sebagai komisaris pada PT Bank Negara Indonesia Tbk. Kala itu, BNI tengah menghadapi dampak skandal surat kredit fiktif senilai UDS170 juta.

Setelah itu, Dradjad maju dalam Pemilu Legislatif 2004 sebagai calon anggota DPR RI selaku kader PAN. Ia berhasil meraih kemenangan dalam pemilu tersebut dan membuatnya menjadi anggota parlemen periode 2004-2009.

Di partai berlogo matahari itu, Dradjad juga turut membangun pengaruhnya. Hingga pada 2010, ia masuk jajaran petinggi partai ketika didapuk jadi Wakil Ketua PAN periode 2010-2015. Kini, ia menjabat sebagai Ketua Dewan Pakar PAN.

Kepakaran Dradjad itu kemudian turut membawanya ke lembaga intelijen. Pada 2015 hingga 2016, ia merupakan Dewan Informasi dan Kebijakan Strategis BIN.

Pada 2025 lalu, Dradjad ditunjuk jadi Komisaris Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM). PT PNM merupakan perusahaan pelat merah yang bergerak pada pembiayaan dan pemberdayaan usaha ultra mikro serta perempuan prasejahtera yang kini jadi anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk.

Kini, Prabowo Subianto menunjuk Dradjad sebagai Wamenko Perekonomian. Mulai kini, ia akan mendampingi Airlangga Hartarto yang menjabat sebagai Menko Perekonomian dalam Kabinet Merah Putih.

Baca juga artikel terkait RESHUFFLE KABINET atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar