tirto.id - Arrmanatha Christiawan Nasir dilantik sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu) dalam reshuffle Kabinet Merah Putih oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Simak profil dan harta kekayaannya berikut.
Perombakan kabinet hari ini merupakan reshuffle ketujuh sejak Prabowo menjabat. Prosesi pelantikan dimulai sekitar pukul 15.00 WIB, ketika para menteri, wakil menteri, serta kepala badan dan lembaga mengucapkan sumpah dan janji di hadapan Presiden.
Arrmanatha mengisi posisi yang ditinggalkan Sugiono, yang kini menjabat Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) menggantikan Pratikno.
Profil Arrmanatha Christiawan Nasir Menteri Luar Negeri yang Baru
Arrmanatha Christiawan Nasir, yang akrab disapa Tata, lahir pada 30 Desember 1971. Ia adalah diplomat karier Indonesia yang dilantik sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia pada 1 Oktober 2026, menggantikan Sugiono yang bergeser menjadi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Sebelum menduduki kursi menteri, ia menjabat Wakil Menteri Luar Negeri sejak 21 Oktober 2024. Kariernya di Kementerian Luar Negeri berlangsung lebih dari satu dekade, dengan pengalaman luas di bidang diplomasi multilateral, ekonomi dan perdagangan internasional, serta komunikasi publik.
Arrmanatha meraih gelar sarjana ekonomi dari Universitas Buckingham, Inggris, pada 1991-1993. Ia kemudian melanjutkan ke Universitas Leicester, Inggris, dan menempuh program magister administrasi bisnis (MBA) pada 1993-1994.
Setelah itu, ia menyelesaikan magister hubungan internasional di Universitas Indonesia pada 1997-1998. Sebelum berkarier sebagai diplomat, ia sempat bekerja sebagai Financial Institutions Officer di Bank Dagang Negara Indonesia, Jakarta, pada Januari 1996 hingga Agustus 1997.
Setelah bergabung dengan Kementerian Luar Negeri, ia ditugaskan di Jenewa pada 2001-2004 sebagai Sekretaris Kedua sekaligus negosiator untuk Perutusan Tetap RI di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), dan organisasi internasional lainnya.
Pada 2004-2008 ia menjabat Kepala Subdirektorat Pertanian di Direktorat Perdagangan, Industri, dan Hak Kekayaan Intelektual. Pada 2008-2012, Arrmanatha bertugas di Perutusan Tetap RI untuk PBB di New York.
Di sana ia menangani isu ekonomi dan pembangunan di Komite Kedua (Ekonomi dan Keuangan) Majelis Umum serta Dewan Ekonomi dan Sosial (ECOSOC). Ia juga menjadi negosiator bagi kelompok negara berkembang "Group of 77" dan China dalam sejumlah resolusi.
Pada 2010-2011, ia dipercaya sebagai penasihat ekonomi dan isu negara-negara kurang berkembang bagi Presiden Majelis Umum PBB ke-65.
Namanya dikenal luas oleh publik sejak menjadi Juru Bicara Kementerian Luar Negeri sekaligus Kepala Biro Dukungan Strategis pada Desember 2014 hingga Juli 2019.
Pada April 2019, Presiden Joko Widodo melantiknya sebagai Duta Besar RI untuk Republik Prancis, Kepangeranan Andorra, Kepangeranan Monako, dan UNESCO, jabatan yang ia emban hingga 2021.
Setelah itu, ia dipercaya sebagai Duta Besar sekaligus Wakil Tetap RI untuk PBB dan Otoritas Dasar Laut Internasional (International Seabed Authority) di New York pada 2021-2024. Rekam jejak tersebut mengantarkannya ke jabatan Wakil Menteri Luar Negeri pada Oktober 2024, dan kini ke posisi Menteri Luar Negeri.
Harta Kekayaan Menlu Arrmanatha Christiawan Nasir
LHKPN Arrmanatha Christiawan Nasir periode 2025 mencatat total kekayannya mencapai Rp16,27 miliar.
Komponen terbesar hartanya adalah tanah dan bangunan senilai Rp11.799.524.000 yang terdiri atas enam item. Yang paling menonjol adalah tanah seluas 788 m2 di Jakarta Selatan senilai Rp9.080.124.000.
Lima item lainnya berlokasi di Kabupaten/Kota Bogor, yaitu tanah dan bangunan seluas 50 m2/100 m2 (Rp500.000.000), tanah 6.000 m2 (Rp1.200.000.000), tanah 3.000 m2 (Rp600.000.000), tanah 1.722 m2 (Rp344.400.000), serta tanah 2.500 m2 (Rp75.000.000).
Kategori alat transportasi dan mesin bernilai Rp1.786.450.000, terdiri atas dua aset yakni sepeda motor Honda Scoopy tahun 2014 senilai Rp5.000.000 dan mobil Land Rover Defender tahun 2015 senilai Rp1.781.450.000.
Harta lainnya meliputi harta bergerak lainnya sebesar Rp166.000.000, surat berharga Rp2.033.310.555, serta kas dan setara kas Rp483.997.379.
Tidak ada kewajiban hutang yang dilaporkan sehingga total harta kekayaan Arrmanatha adalah Rp16.269.281.934.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id
































