tirto.id - Presiden Prabowo Subianto melantik Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat pada Kamis (1/10/2026) sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) mendampingi Kapolri Suyudi Ario Seto.
Wahyu merupakan perwira tinggi Polri yang dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang reserse. Ia lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 4 Juni 1970 dan merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1992.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Akpol, Wahyu memulai kariernya sebagai perwira pertama di Polda Jawa Barat pada 1993.
Setahun kemudian ia mendapat penugasan sebagai Wakapolsekta Cirebon Selatan. Pada 1995, ia dipercaya menjadi Kapolsek Soreang, Polres Bandung, kemudian bertugas di sejumlah posisi reserse di lingkungan Polda Jawa Barat dan Polres.
Pengalaman Wahyu juga mencakup penanganan kasus terorisme. Ia tercatat terlibat dalam penanganan kasus ledakan Bom Bali II pada 2005. Dalam perjalanan kariernya, ia kemudian dipercaya menjadi Kasatgaswil Jawa Barat Densus 88 Antiteror Polri.
Rekam Jejak Wahyu Hadiningrat
Sejumlah jabatan penting yang pernah diemban Wahyu Hadiningrat antara lain:
1993: Pama Polda Jawa Barat
1994: Wakapolsekta Cirebon Selatan
1995: Kapolsek Soreang, Polres Bandung
1997: Kasat Serse Polres Bandung
1998: Kasat Serse Polresta Bogor
2004: Kanit III Sat I Ditreskrim Polda Jawa Barat
2006: Kasat I Ditreskrim Polda Jawa Barat
2011: Kapolres Metro Bekasi Kota
2012: Kapolres Metro Jakarta Selatan
2016: Analis Kebijakan Madya Bidang Pidum Bareskrim Polri
2016: Dirreskrimsus Polda Metro Jaya
2017: Wadirtipid Siber Bareskrim Polri
2017: Direktur Respons Ancaman Deputi Bidang Intelijen Siber BIN
2018: Wakapolda Metro Jaya
2020: Wakabareskrim Polri
2021: Asrena Kapolri
2024: Astamarena Kapolri
2026: Wakapolri.
Salah satu fase penting dalam karier Wahyu terjadi ketika ia dipercaya sebagai Wakapolda Metro Jaya pada 2018. Setelah itu, pada 2020 ia menjabat Wakabareskrim Polri, posisi yang membawanya ke jajaran pimpinan utama bidang reserse di tingkat Mabes Polri.
Ketika menjadi Wakabareskrim, salah satu pengungkapan yang diberitakan adalah penyitaan 200 kilogram sabu dalam jaringan internasional melalui operasi yang dikenal sebagai White Corn 2020.
Pada Februari 2021, Wahyu kemudian bergeser ke bidang perencanaan dan anggaran setelah dipercaya menjadi Asrena Kapolri.
Pada September 2024, jabatan tersebut dikukuhkan menjadi Asisten Utama Kapolri Bidang Perencanaan dan Anggaran (Astamarena), sekaligus mengantarkannya ke pangkat Komisaris Jenderal atau bintang tiga.
Posisi Astamarena membuat pengalaman Wahyu tidak lagi hanya berkaitan dengan fungsi reserse dan operasional kepolisian, tetapi juga mencakup perencanaan program dan pengelolaan anggaran Polri. Pada 2026, ia masih tercatat sebagai Astamarena dalam sejumlah kegiatan resmi Polri.
Karier Wahyu kembali mengalami perubahan pada 1 Oktober 2026. Wahyu menjadi pendamping Suyudi Ario Seto dalam jajaran pimpinan tertinggi Polri. Pengangkatannya sekaligus menandai perpindahan dari posisi Astamarena ke jabatan Wakapolri.
Editor: Abdul Aziz
Masuk tirto.id

































