tirto.id - Di tengah mengemukanya isu perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, membenarkan adanya agenda pelantikan oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Senin (14/9/2026) petang.
Pratikno tiba di kompleks Istana Kepresidenan mengenakan setelan jas hitam dan dasi biru muda sekitar pukul 14.48 WIB. Saat dikonfirmasi mengenai kepastian agenda perombakan kabinet tersebut, dia meminta publik untuk menanti pengumuman resmi.
"Akan dilantik, Pak?," tanya wartawan kepada Pratikno.
"Terkait pelantikan katanya," jawabnya ditanya soal agenda sore hari ini.
"Ini undangan makanya langsung hadir kami dikasih Sekretariat Presiden. Kita tunggu secepatnya," lanjut Pratikno.
Selain Pratikno, Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, juga tampak merapat ke Istana dengan setelan jas dan dasi berwarna senada.
Didampingi sang Istri, Suahasil mengaku mendatangi istana setelah menerima panggilan telepon, namun dia enggan merinci pihak maupun substansi panggilan tersebut.
Kabar pelantikan sejumlah menteri dan wakil menteri ini bergulir seiring tingginya dorongan publik terhadap perombakan kabinet.
Berdasarkan survei nasional Arus Survei Indonesia (ASI) yang dirilis beberapa waktu lalu, sebanyak 75,1 persen responden mendukung Presiden Prabowo melakukan reshuffle kabinet.
Hasil survei yang digelar pada 23–29 Juli 2026 tersebut menunjukkan sebanyak 29,0 persen responden menyatakan sangat setuju dan 46,1 persen menyatakan cukup setuju pada reshuffle kabinet. Sementara itu, responden yang tidak setuju tercatat hanya 16,6 persen—terdiri atas 14,9 persen kurang setuju dan 1,7 persen sangat tidak setuju, serta 8,3 persen memilih tidak tahu atau tidak menjawab.
Dorongan perombakan kabinet ini mengemuka saat tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran berada di angka 61,4 persen, berbanding 35,9 persen yang menyatakan tidak percaya.
Adapun tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo secara umum mencapai 57,6 persen.
"Untuk tingkat kepuasan terhadap Presiden Prabowo, sebanyak 57,6 persen masyarakat menyatakan puas. Ini terdiri dari 9 persen sangat puas dan 48,6 persen cukup puas. Sementara yang tidak puas berada di angka 40,6 persen,” ujar Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif'an, dalam agenda rilis hasil survei nasional di Sofyan Hotel Cut Meutia, Menteng, beberapa waktu lalu.
Survei ASI turut merekam persepsi masyarakat terkait kemampuan pemerintah dalam menangani pelemahan nilai tukar rupiah.
Hasilnya, 48,0 persen responden percaya pemerintah mampu mengatasi persoalan tersebut (6,6 persen sangat percaya dan 41,4 persen cukup percaya), sementara 45,9 persen menyatakan tidak percaya, dan 6,2 persen tidak menjawab.
Survei nasional tersebut melibatkan 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi dengan metode penarikan sampel multistage random sampling. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan tingkat toleransi kesalahan (margin of error) sekitar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id

































