tirto.id - Pasukan Houthi Yaman mengklaim telah melancarkan serangan terhadap fasilitas perusahaan minyak milik Arab Saudi, Aramco, di Ibu Kota Riyadh, menggunakan sejumlah rudal balistik dan drone.
Juru Bicara Houthi, Yahya Saree, menyebut operasi ini merupakan respons langsung atas rentetan serangan udara Saudi terhadap ibu kota Sana'a dan sejumlah provinsi yang dikuasai Houthi.
“Merespons agresi Saudi terhadap Ibu Kota Sana'a dan provinsi-provinsi yang telah dibebaskan, yang mana dalam 24 jam terakhir telah mencapai 60 serangan udara dan rudal, sehingga total serangan sejak awal eskalasi terhadap negara kami mencapai 1.410 serangan. Angkatan Bersenjata Yaman telah melaksanakan operasi militer khusus menggunakan sejumlah rudal balistik dan drone yang menargetkan perusahaan Aramco di ibu kota musuh Saudi, Riyadh,” kata Saree dalam keterangan yang disampaikan melalui saluran Telegram, Sabtu (3/10/2026) malam waktu setempat, dikutip Al Jazeera.
Saree mengklaim serangan tersebut berhasil mencapai sasaran dan memicu kebakaran di lokasi yang ditargetkan.
Rekaman video yang beredar memperlihatkan kepulan asap tebal membubung di dekat fasilitas Aramco di Riyadh.
Dalam pernyataan yang sama, Saree juga memperingatkan bahwa serangan ini hanyalah awal dari rangkaian respons berskala lebih besar.
Houthi menegaskan akan terus memberlakukan prinsip “pengepungan dibalas pengepungan, eskalasi dibalas eskalasi” hingga Arab Saudi menghentikan serangan dan mencabut blokade terhadap Yaman.
Otoritas Arab Saudi maupun Aramco belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.
Dikutip dari Al Jazeera, pada dini hari Minggu (4/10/2026), koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, mengumumkan telah melancarkan 97 operasi penargetan presisi terhadap konsentrasi pasukan Houthi di front Tor al-Baha dan jalur Taiz, menggunakan pesawat tempur, drone, artileri, rudal, dan penembak jitu.
Juru Bicara Pasukan Pemerintah Yaman, Kolonel Majed Abdullah al-Nazili, menyatakan serangan tersebut menewaskan atau melukai setidaknya 260 pejuang Houthi, serta menghancurkan atau melumpuhkan 44 kendaraan militer.
Sebelumnya, pada akhir September, Houthi juga mengklaim menyerang fasilitas Aramco di Yanbu, kota pelabuhan di pesisir Laut Merah. Arab Saudi saat itu menyatakan berhasil mencegat enam rudal balistik dan mengklaim tidak ada kerusakan pada fasilitas Aramco.
Pada awal pekan ini, koalisi Saudi juga menuduh Houthi menyerang gardu listrik di Kota Suci Madinah.
Di medan perang, pada pertengahan September, Houthi sempat merebut kota pelabuhan Mocha serta pulau-pulau strategis di Selat Bab al-Mandeb, sebelum pasukan anti-Houthi berhasil menstabilkan garis depan.
Ratusan ribu warga sipil telah mengungsi sejak pertempuran kembali meletus. Yaman sendiri telah dilanda perang sejak Houthi merebut ibu kota Sana'a pada 2014, memaksa pemerintah Yaman mundur ke Aden, kota pelabuhan di pesisir selatan Yaman tak jauh dari Selat Bab al-Mandeb.
Penulis: Khizbulloh Huda
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id
































