tirto.id - Mayoritas masyarakat mendukung Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih. Dukungan tersebut mencapai 75,1 persen berdasarkan survei nasional Arus Survei Indonesia (ASI).
Dalam survei yang dilakukan pada 23-29 Juli 2026, sebanyak 29,0 persen responden menyatakan sangat setuju jika Prabowo kembali melakukan reshuffle kabinet. Sementara 46,1 persen lainnya mengaku cukup setuju.
Dengan demikian, total responden yang menyatakan setuju mencapai 75,1 persen. Adapun masyarakat yang tidak setuju hanya 16,6 persen, terdiri atas 14,9 persen yang kurang setuju dan 1,7 persen yang sangat tidak setuju. Sebanyak 8,3 persen responden tidak tahu atau tidak menjawab.
Temuan tersebut muncul ketika tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran masih berada di atas 60 persen. Sebanyak 61,4 persen responden mengaku percaya terhadap pemerintahan saat ini, sedangkan 35,9 persen menyatakan tidak percaya.
Di sisi lain, tingkat kepuasan terhadap kinerja Prabowo juga masih lebih tinggi dibandingkan yang tidak puas. Sebanyak 57,6 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Presiden, sementara 40,6 persen lainnya tidak puas.
"Untuk tingkat kepuasan terhadap Presiden Prabowo, sebanyak 57,6 persen masyarakat menyatakan puas. Ini terdiri dari 9 persen sangat puas dan 48,6 persen cukup puas. Sementara yang tidak puas berada di angka 40,6 persen,” ujar Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif'an, dalam agenda rilis hasil survei nasional di Sofyan Hotel Cut Meutia, Menteng, beberapa waktu lalu.
Survei ASI juga mengukur persepsi publik terhadap kemampuan pemerintah menangani pelemahan nilai tukar rupiah, salah satu isu yang turut ditempatkan dalam bagian survei mengenai reshuffle kabinet.
Hasilnya, 48,0 persen responden menyatakan percaya pemerintah mampu mengatasi pelemahan rupiah. Angka tersebut terdiri atas 6,6 persen yang sangat percaya dan 41,4 persen yang cukup percaya. Sementara itu, 45,9 persen menyatakan tidak percaya dan 6,2 persen tidak tahu atau tidak menjawab.
Sebagai informasi, survei tersebut dilakukan terhadap 1.200 responden di 38 provinsi dengan metode multistage random sampling. Wawancara dilakukan secara tatap muka dan memiliki margin of error sekitar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id

































