Menuju konten utama

BMKG: Gempa di Sumba Sebabkan Rumah hingga Sekolah Rusak

BMKG mengimbau warga tetap tenang sekaligus waspada pada bangunan yang mengalami retak atau rusak.

BMKG: Gempa di Sumba Sebabkan Rumah hingga Sekolah Rusak
Ilustrasi Seismografi. Getty Images/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Gempa tektonik bermagnitudo 6,1 dengan parameter update M5.9 terjadi di wilayah Pantai Barat Daya Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (4/10/2026) pukul 05.55.52 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan sementara hingga pukul 08.40 WIB terdapat kerusakan di beberapa wilayah pada kategori sedang dan satu orang mengalami luka ringan. Stasiun Geofisika Sumba Timur pun terus melakukan monitoring dan akan turun ke lapangan untuk melalukan survei dampak gempa bumi secara komprehensif.

"BMKG akan terus memantau perkembangan aktivitas gempa susulan dan menyalurkan pemutakhiran data secara berkala kepada pemangku kepentingan serta masyarakat luas. BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang, menghindari bangunan yang retak atau rusak, dan tidak memercayai isu-isu liar yang tidak jelas sumber kebenarannya," ungkap Teguh dalam keterangan tertulis, Minggu (4/10/2026).

Teguh menerangkan masyarakat dapat mengakses informasi resmi dan terverifikasi melalui kanal media sosial @infoBMKG, situs web resmi www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id, serta aplikasi ponsel infobmkg atau wrs-bmkg.

Sementara itu, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa guncangan gempa bumi ini dirasakan di berbagai wilayah dengan skala intensitas yang bervariasi. Wilayah Kodi Balaghar, Kodi Bangedo, dan Kodi di Kabupaten Sumba Barat Daya merasakan guncangan terkuat pada skala VI MMI. Pada wilayah tersebut, sebagian besar penduduk terkejut dan berlari ke luar rumah.

Sementara itu, di wilayah Kota Tambolaka, Kota Waikabubak, Kota Waibakul, dan Kota Raba merasakan guncangan pada skala IV MMI, serta Kota Bima merasakan guncangan pada skala III MMI. Dampak guncangan tersebut menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan rumah warga dan fasilitas sekolah di Desa Perokonda, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya.

“Selain itu, hingga pukul 08.05.00 WIB, hasil monitoring BMKG mencatat setidaknya 62 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan rentang kekuatan antara M1,5 hingga M4,3,” ujar Wijayanto.

Plh. Deputi Bidang Geofisika BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menambahkan bahwa pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 9,84° LS dan 118,90° BT, atau sekitar 59 km arah Barat Daya Kodi, Sumba Barat Daya, pada kedalaman 30 km. Dia mengemukakan, peristiwa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif yang diduga berasosiasi dengan Sesar Waikabubak.

“Hasil analisis mekanisme sumber mengindikasikan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault),” kata Ardhasena.

Baca juga artikel terkait GEMPA BUMI atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Fadrik Aziz Firdausi