Menuju konten utama

Prabowo Ungkap Diminta Korsel Bantu Rekonsiliasi dengan Korut

Menurut Prabowo, sikap netral membuat Indonesia dipercaya banyak pihak untuk berperan sebagai penengah dalam berbagai persoalan internasional.

Prabowo Ungkap Diminta Korsel Bantu Rekonsiliasi dengan Korut
Presiden Prabowo Subianto Resmikan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Semarang, (30/7). youtube/ANTARANEWS
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan permintaan khusus dari Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, agar dia membuka dialog rekonsiliasi dengan Korea Utara. Permintaan itu disampaikan Lee saat kunjungan Prabowo ke Seoul, Korea Selatan beberapa waktu lalu.

"Bahkan kunjungan saya terakhir di Seoul, Korea Selatan, presiden minta kepada saya, 'Bisa enggak saya berkunjung ke Korea Utara untuk membuka semacam dialog?' Oh, saya bilang, 'Saya dengan hormat, dengan rela, kalau Yang Mulia minta saya untuk ke Korea Utara, saya akan berangkat,'" kata Prabowo dalam pertemuan dengan pengurus Kadin se-Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Prabowo menyampaikan hal itu saat menjelaskan sikap politik luar negeri Indonesia yang non-blok dan tidak berpihak, sebuah warisan dari para pendiri bangsa. Menurut mantan Menhan RI ini, sikap netral membuat Indonesia dipercaya banyak pihak untuk berperan sebagai penengah dalam berbagai persoalan internasional.

"Indonesia dianggap tidak punya kepentingan untuk mencampuri urusan dalam negeri negara mana pun. Itu yang kita pegang teguh. Di Myanmar pun kita pegang teguh itu. Kita bisa diterima oleh hampir semua pihak," ujarnya.

Prabowo menegaskan, hubungan baik Indonesia dijaga dengan banyak negara besar sekaligus, mulai dari Amerika Serikat, Cina, Rusia, Jepang, India, hingga Australia.

Ketua Umum Partai Gerindra ini pun menyebut prinsip tersebut sebagai bagian dari strategi menghadapi situasi geopolitik dunia yang menurutnya semakin rawan, termasuk konflik berkepanjangan di Ukraina serta ketegangan di Timur Tengah.

"Kita hormati semua. Hubungan kita baik sama Amerika Serikat. Tapi kita baik juga sama Tiongkok. Kita juga baik sama Rusia. Kita baik sama Jepang. Kita baik sama India. Kita baik sama Australia," kata Prabowo.

Baca juga artikel terkait PEMERINTAHAN PRABOWO-GIBRAN atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Andrian Pratama Taher