tirto.id - Seorang mahasiswa Undana Kupang harus menderita depresi setelah sidang skripsinya dibatalkan sebanyak 12 kali. Kasus ini menjadi perhatian publik usai video sang mahasiswa menangis histeris ketika mengetahui pembatalan sidang untuk ke-12 kalinya viral di internet.
Mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) disebut bernama Jessica Sofia Tunardjo. Sementara video yang viral memperlihatkan Jessica menangis meraung dan meronta di lantai. Video tersebut berdurasi 31 detik.
Narasi pada video itu menyebut bahwa Jessica menangis histeris lantaran baru mendapat kabar bahwa ia harus menjadwalkan ulang sidang skripsinya. Informasi itu diberitahukan padanya ketika waktu ujian yang semula dijadwalkan, sudah di depan mata.
Akan tetapi, bukan hanya karena informasi penjadwalan ulang sidang skripsi yang mendadak, tangis histeris Jessica itu juga terjadi karena dosen penguji telah memintanya mencari penguji pengganti lain. Karena hal ini, Jessica kini mengalami depresi.
“Kawan saya sebentar lagi ujian skripsi dari Prodi FKM, tiba-tiba dosen penguji hubungi dia suruh ganti dosen penguji saat mau jam ujian. Ini maksudnya menyusahkan atau bagaimana? Sekarang dia sedang stres dan ditangani keluarga,” tulis narasi video tersebut.
Narasi video juga menyebut pembatalan jadwal sidang itu dilakukan oleh dosen yang sama. Sang dosen diduga telah membatalkan jadwal sebanyak 12 kali.
“Anak saya sangat depresi Ibu, anak saya salah apa? Pendaftaran tidak pernah terlambat, IPK di atas 3,5 dari semester pertama sampai sekarang, tapi Ibu perlakukan dia begini,” jelas salah satu keterangan pada video itu.
Jessica sampai harus dirawat di Rumah Sakit Wira Sakti Kupang karena kondisinya tersebut.
Pihak Undana Lakukan Investigasi dan Siap Beri Sanksi
Pihak Undana telah membenarkan adanya peristiwa yang dialami Jessica. Dekanat Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undana menyebut bahwa mereka kini telah memantau kondisi Jessica yang tengah dirawat di rumah sakit.
Rektorat Undana juga kemudian membuat konferensi pers pada Jumat (30/7/2026). Dalam kesempatan itu, Wakil Rektor IV Undana Philiphi de Rozari menyebut pihaknya kini tengah menginvestigasi peristiwa ini.
Pihak Undana tidak segan untuk memberikan sanksi jika terdapat indikasi pelanggaran dalam kasus ini. Menurutnya, jika sang dosen yang diduga telah membatalkan jadwal karena alasan yang tidak dapat diterima, maka pihak Rektorat Undana akan memberikan sanksi kepadanya.
Philiphi tak merinci apa sanksi yang akan diberikan kepada sang dosen tersebut. Namun, ia mengatakan bahwa sanksi pelanggaran dapat berujung pada pemecatan.
Sementara itu, Dekanat FKM Undana mengonfirmasi Jessica merupakan mahasiswa semester 10 yang telah menyelesaikan seluruh mata kuliah. Dekanat juga menjelaskan, Jessica kini memang tinggal melakukan ujian skripsi untuk lulus dari kampus.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id
































