tirto.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan empat orang tersangka kasus dugaan korupsi terkait pembayaran komisi terhadap asuransi perkapalan milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Persero oleh PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Persero tahun 2015-2020.
Keempat orang tersebut yaitu Direktur Pemasaran dan Korporasi PT Jasindo 2013-2018, Untung Hadi Santoa (UHS); Manajer Manajemen Risiko Biro Enterprise Risk Management & Litbang PT Pelni 2012-2015, Eko Yuni Triyanto; Direktur PT Inovasi Vahana Indonesia periode 2015- 2020, Yohanes Priyo Iriantono; dan Komisaris PT Nusantara Proteksi Mandiri, Zulchaibar.
"Penyidik melakukan penahanan kepada empat orang tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait pembayaran komisi terhadap asuransi perkapalan milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) oleh PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) tahun 2015-2020," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dalam keterangan tertulis, Kamis (30/7/2026).
Budi mengatakan, keempat tersangka ditahan untuk 20 hari pertama sejak hari ini hingga 19 Agustus 2026 di rutan cabang Merah Putih KPK.
Budi menjelaskan bahwa para tersangka diduga melakukan perbuatan melawan hukum terkait pekerjaan asuransi perkapalan dari PT Pelni yang dilakukan dengan cara penunjukan langsung kepada PT Jasindo, yang menimbulkan kerugian keuangan negara hingga Rp15,6 miliar atas nilai kontrak selama tahun 2015-2020 sebesar Rp263 miliar.
"Adapun jumlah total nilai kontrak selama tahun 2015-2020 sebesar Rp263 miliar. Di mana berdasarkan penghitungan oleh BPKP, telah menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp15,6 miliar," tutur Budi.
Sementara itu, keempat tersangka ditahan usai diperiksa di Gedung Merah Putih KPK. Kemudian mereka diangkut ke rutan dengan mobil tahanan.
Saat menuju mobil tahanan, Zulchaibar mengatakan bahwa dia taat aturan dan menerima penahanan ini. Dia juga menyebut belum ada dugaan pengembangan perkara terhadap pihak lainnya terkait kasus yang menjeratnya ini.
"Sekarang ini belum ada Pak (pengembangan), saya gak punya siapa-siapa, dan saya bisanya menyampaikan apa adanya, gak ada rahasia-rahasia," kata Zulchaibar kepada wartawan.
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































