tirto.id - Gelombang protes masyarakat menyorot Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel). Warga memberikan tenggat waktu satu minggu kepada Gubernur Herman Deru untuk mengatasi bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Jika dalam sepekan ke depan langit Palembang tak kunjung bersih, orang nomor satu di Sumsel tersebut didesak untuk segera meletakkan jabatannya. Dorongan Herman Deru untuk mundur menguat lantaran dia dinilai tidak amanah dan tidak kompeten.
Penilaian itu disampaikan warga Sumsel melalui media sosial Threads. Mereka protes asap di Palembang khususnya, tak kunjung hilang karena karhutla masih terus terjadi.
"Kalau dalam 1 minggu asap masih berkeliaran di Palembang, saya rasa bapak berhak mundur dari jabatan karena bapak dinilai menjadi pemimpin yang gagal," tulis akun @agatha_ronald di Threads, seperti dilihat kontributor Tirto, Jumat (2/10/2026).
Akun lainnya, @dwikisandy_ pun mengajak warga melakukan gerakan mengirim pesan langsung (DM) secara serentak kepada Herman Deru. Dia ingin masyarakat menyuarakan aspirasi agar pemerintah serius menyelesaikan karhutla.
"Berhubung BEM dan influencer yang ada di Sumsel BUNGKAM, mari kita bikin GERAKAN-DM serentak Gubernur Herman Deru. Pak, tolong atasi asap yang ada di Sumsel, kami capek menghirup asap, Pak," tulis akun @dwikisandy_.
Warga menyebut kabut asap karhutla yang makin pekat akan menimbulkan gangguan kesehatan bagi warga, terutama anak-anak dan lansia. Mereka tidak bisa beraktivitas secara leluasa karena kualitas udara semakin menurun.
"Buat Bapak Herman Deru dan Ratu Dewa, cubo (saat) pas bangun dari springbed nyaman, AC dingin, air purifier nonsetop di rumah kamu pagi ini. Pikerke sejenak rakyat kami yang sebulan ini ngirup asap bukan cuko [saus pempek]. Besak duso [dosa] kamu pak, begawe dak Amanah [kinerja tidak amanh]. Lalai kamu, dak [tidak] kompeten artinyo kamu. Wong tuo [orang tua] yang masih ngais rezeki sambil nelan asap, belum lagi budak [anak] sekolah, kamu kiro paru-paru mereka terbuat dari besi? Kalau dak mampu mundur, jangan cuma biso cengengesan pas ditanyo," tulis @walangsangit_kebon.
Herman Daru Jawab Desakkan Mundur
Gubernur Sumsel Herman Deru mengklaim pemerintah telah melakukan berbagai upaya penanganan karhutla agar asap hilang. Operasi pemadaman melibatkan berbagai unsur, baik darat maupun udara.
"Kita sebagai warga Sumsel dan semua komponen terus berusaha, baik dalam bentuk imbauan maupun aksi nyata. Kemarin kita sempat hujan beberapa kali, bahkan ada hujan lagi di Musi Banyuasin," kata Herman Deru.
Selain itu, pemerintah juga melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) agar dapat menimbulkan hujan. Hanya saja, minimnya awan potensial membuat upaya itu belum optimal.
"Sudah ada 60 kali OMC yang diupayakan. Ini juga bagian dari upaya kita untuk membantu penanganan karhutla dan menekan hotspot," kata Herman Deru.
Deru menyebut tim pemadam sedang berjibaku memadamkan karhutla di Ogan Komering Ilir yang telah terjadi lebih dari satu bulan. Dia meminta masyarakat memikirkan tim di lapangan agar masyarakat bebas dari asap.
"Stamina orang di lapangan juga harus dijaga. Maka kita tolonglah, tidak gampang kawan-kawan di lapangan. Kita yang jauh saja terasa, apalagi orang di situ. Mereka bukan berdiam diri, saat dipadamkan muncul lagi, muncul lagi," kata dia.
Kondisi asap yang mengepung langit Palembang, Deru menyebut disebabkan pengaruh angin. Asap dapat berkurang ketika arah angin tidak menuju Palembang.
"Tapi hari ini [asap] agak berkurang lagi asapnya karena anginnya tidak bertiup ke sini," tukasnya.
Penulis: Irwanto
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id


































