Menuju konten utama

Asap Kepung Palembang, Penerbangan Bandara SMB II Terganggu

Kabut asap karhutla mengganggu penerbangan di Bandara SMB II Palembang. Kualitas udara masuk level berbahaya dan pesawat dari Jakarta terpaksa balik arah.

Asap Kepung Palembang, Penerbangan Bandara SMB II Terganggu
Warga bersepeda menembus kabut asap di kawasan Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (5/9/2026). Berdasarkan citra satelit Himawari-9 yang dipantau BMKG pada 5 September 2026 pukul 10.00 WIB, sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, dan Papua Selatan bergerak ke arah barat laut–utara, sedangkan di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara bergerak ke arah utara–timur laut. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/kye
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan menyebabkan aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang terganggu. Sementara puncak sebaran kabut asap mengalami pergeseran.

Berdasarkan pantauan, kabut asap tebal menyelimuti langit Palembang sejak pagi, Kamis (1/10/2026). Bau menyengat sangat terasa dan membuat mata perih saat berkendara.

Pekatnya asap hari ini masih sama dengan hari-hari sebelumnya. Stasiun Talang Betutu mencatat, konsentrasi partikulat PM2.5 naik sejak pukul 04.00 WIB.

Pada saat itu, PM2.5 berada di angka 303 mikrogram meter per kubik atau masuk level berbahaya. Kondisi ini terus berlangsung hingga pukul 09.00 WIB. Bahkan, pada pukul 07.00 WIB, PM2.5 berada di angka 423 mikrogram meter per kubik.

BMKG Ungkap Pergeseran Waktu Puncak Asap

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Palembang Wandayantolis mengatakan, buruknya kualitas udara di Palembang hari ini terbilang tertinggi dibanding beberapa hari terakhir. Berdasarkan grafik, terpantau level udara dalam kategori hitam atau berbahaya.

"Masih level berbahaya, kualitas udara buruk akibat PM2.5 meningkat," ungkap Wandayantolis, Kamis (1/10/2026).

Wandayantolis menyebut ada kecenderungan perubahan waktu puncak kabut asap di Palembang. Jika sebelumnya kualitas udara memburuk sejak malam hingga dini hari, kini berubah dari dini hari sampai menjelang tengah hari.

Menurut dia, hal ini dipicu sebaran asap dan arah angin yang masuk dari timur-tenggara. Namun BMKG masih memantau kondisi asap pada siang hingga malam hari mengingat belum ada perubahan kualitas udara signifikan.

"Ya, mengacu dari sebaran asap dan arah angin," kata Wandayantolis.

Wandayantolis menyebut kabut asap masih mengancam wilayah Palembang dan sekitarnya seiring masih terjadi karhutla di wilayah timur Palembang, seperti di kawasan Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir. Apalagi musim hujan diprediksi baru mulai pada November hingga Desember 2026.

"Jika karhutla di wilayah timur Palembang belum terkena hujan, maka potensi asap akan terus ada," kata Wandayantolis.

Jarak Pandang 500 Meter, Pesawat Citilink Gagal Landing

Kabut asap menyebabkan aktivitas penerbangan di Bandara SMB II Palembang terganggu. Pesawat Citilink rute Jakarta-Palembang nomor penerbangan QG980 harus kembali ke bandara asal atau return to base (RTB) akibat jarak pandang di bandara hanya 500 meter.

Pesawat itu dijadwalkan mendarat di Bandara SMB II Palembang pukul 06.50 WIB. Pilot memutuskan membatalkan pendaratan demi keselamatan penerbangan.

"QG980 dari Jakarta RTB (putar balik) karena visibility below minima, jarak pandang 500 meter," kata GM Bandara SMB II Palembang Ahmad Syaugi Sahab.

Baca juga artikel terkait DAMPAK KARHUTLA atau tulisan lainnya dari Irwanto

tirto.id - Flash News
Reporter: Irwanto
Penulis: Irwanto
Editor: Siti Fatimah