Menuju konten utama

Ibu Hamil Juga Butuh Pakai Skincare! Ini Penjelasan Dokter

Simak penjelasan expert tentang skincare ibu hamil, lengkap dengan daftar bahan yang wajib dihindari dan rekomendasi skincare yang aman di masa kehamilan.

Ibu Hamil Juga Butuh Pakai Skincare! Ini Penjelasan Dokter
Ilustrasi Perawatan kulit pada ibu hamil. Getty Images/iStockphoto

tirto.id - Ibu hamil sering diingatkan untuk berhati-hati dengan skincare karena takut akan berpengaruh pada kandungannya. Hal ini membuat banyak ibu hamil was-was, bahkan ada juga yang akhirnya menghindari skincare secara total. Padahal, ibu hamil pun tetap butuh skincare.

Kehamilan diketahui dapat memengaruhi kondisi kulit karena adanya perubahan hormon dalam tubuh. Tidak jarang ibu hamil mengalami kulit yang kering, lebih berminyak, atau muncul banyak jerawat. Perubahan ini merupakan hal yang wajar dan bisa berbeda-beda pada setiap orang.

Masalah kulit seperti ini tentu tidak bisa dibiarkan sehingga ibu hamil butuh perawatan kulit yang tepat. Penggunaan skincare saat hamil tentunya bukan semata-mata untuk menjaga penampilan, tapi juga untuk merawat kesehatan kulit.

Kulit yang terawat dengan baik dapat membantu menjaga kelembapan, memperkuat skin barrier, serta mengurangi rasa tidak nyaman seperti gatal atau iritasi. Oleh karena itu, perawatan kulit tetap penting selama masa kehamilan.

Apakah Ibu Hamil Boleh Menggunakan Skincare?

Ilustrasi Ibu hamil

Ilustrasi Ibu hamil. FOTO/iStockphoto

Ibu hamil memang harus lebih berhati-hati dalam banyak hal, termasuk soal penggunaan skincare. Namun, bukan berarti ibu hamil tidak boleh sama sekali memakai produk perawatan kulit.

Ibu hamil tetap bisa mengalami masalah kulit seperti wanita lainnya. Bahkan, sinar UV pun tak pilih-pilih “korban” dan bisa mengancam kesehatan kulit ibu hamil. Oleh karena itu, ibu hamil tetap butuh perawatan yang memadai untuk menjaga kesehatan kulitnya.

Di sisi lain, ibu hamil harus sangat selektif karena beberapa zat dalam skincare dapat terserap ke dalam aliran darah dan berpotensi memengaruhi janin dalam kandungan.

Ibu hamil harus belajar atau mencari tahu soal bahan-bahan yang diperbolehkan dan dilarang dipakai selama masa kehamilan. Sebagai contoh, ibu hamil dilarang menggunakan skincare yang mengandung retinol karena berpotensi menyebabkan gangguan perkembangan janin.

Ibu hamil juga harus selalu teliti membaca label kemasan. Tak hanya soal komposisi bahan, tapi juga memperhatikan izin edar atau nomor BPOM.

Jadi, apakah ibu hamil boleh memakai skincare? Jawabannya tentu saja boleh, asalkan produknya dipilih secara hati-hati. Kuncinya terletak pada pemilihan produk yang tepat dan aman serta memperhatikan kandungan di dalamnya.

Jika tidak yakin atau masih ragu dalam memilih produk, ibu hamil bisa berkonsultasi dengan dokter. Menghindari bahan berisiko dan memilih produk dengan formulasi yang aman bagi ibu hamil dapat membantu menjaga kesehatan kulit tanpa mengganggu perkembangan janin.

Ini Penjelasan Expert tentang Skincare untuk Ibu Hamil

Ilustrasi Ibu Hamil

Ilustrasi Ibu Hamil. FOTO/iStockphoto

Ibu hamil memang harus lebih selektif dalam memilih produk perawatan kulit. Menurut ahli dermatologi, kehati-hatian ini harus lebih ditingkatkan di dua trimester pertama kehamilan.

“Kehamilan itu kan ada trimester pertama, kedua, ketiga. Paling penting di trimester pertama dan kedua di mana masa pembentukan dari organ janin ini harus sangat diperhatikan. Jadi, kalau berjerawat, konsultasikan itu dengan dokter sebelum kita mengobatinya sendiri,” kata dr. Amaranila Lalita Drijono, Sp.KK, FINSDV, FAADV, seperti dilansir dari kanal YouTube resmi RS Premier Bintaro.

dr. Amaranila juga menjelaskan bahwa ibu hamil butuh perawatan kulit, misalnya memakai produk sabun dan pelembap. Hanya saja memang harus dipilih sangat hati-hati atau dikonsultasikan dengan dokter.

“Jadi, skincare justru harus sekali, (dengan memakai) skincare product yang baik untuk wanita hamil,” kata dr. Amaranila.

Lebih lanjut, dr. Amaranila mengingatkan agar ibu hamil tidak menggunakan skincare dengan bahan-bahan yang sekiranya tidak dibutuhkan untuk kesehatan kulit, misalnya mengandung pemutih, karena zat-zat tersebut bisa terserap dalam tubuh.

Skincare yang terlalu banyak mengandung zat-zat kimia yang tidak terlalu kita butuhkan, itu lebih baik kita hindari saja selama kita sedang hamil,” ujarnya.

Hal senada juga diungkap oleh dr. Astrid Teresa Sp.KK yang menegaskan bahwa ibu hamil juga tetap membutuhkan skincare.

“Ibu hamil tetap memerlukan skincare, tidak hanya wajah, namun juga perawatan seluruh tubuh,” kata dr. Astrid dalam wawancaranya dalam kanal YouTube Halodoc.

“Cara untuk memilih skincare pada ibu hamil tentu saja harus mempertimbangkan komposisi atau ingredients-nya. Misalnya, pada pelembap, kita memilih yang mengandung coconut oil, cacao butter, atau peptides, dan hyaluronic acid yang dapat meningkatkan hidrasi kulit.”

Untuk ibu hamil yang memiliki masalah jerawat, dr. Astrid menganjurkan untuk menggunakan perawatan topical atau dioleskan ke kulit, bukan obat-obatan yang diminum. Hal yang tak kalah penting bagi ibu hamil adalah menghindari skincare dengan bahan-bahan tertentu yang dianggap tidak aman bagi kehamilannya.

“Misalnya ada kandungan yang terdapat retinoid acid, asam salisilat dosis tinggi, hydroquinone, formaldehyde yang biasanya terdapat dalam sanitizer,” kata dr. Astrid.

Perubahan Kulit yang Umum Terjadi saat Kehamilan

Ilustrasi Stretch Marks

Ilustrasi Masalah Kulit Ibu Hamil. foto/istockphoto

Kehamilan dapat memengaruhi fisik seorang wanita, termasuk pada kulit. Namun, perubahan kulit pada wanita hamil tidak selalu sama satu sama lain. Bahkan, ada pula yang justru mengalami perubahan positif seperti kulit yang tampak lebih sehat. Berikut beberapa contoh perubahan kulit yang umum terjadi pada ibu hamil:

1. Hiperpigmentasi

Dilansir dari laman RS Pondok Indah, selama kehamilan, tubuh mengalami lonjakan hormon seperti Melanocyte Stimulating Hormone (MSH), estrogen, dan progesteron yang dapat merangsang produksi melanin secara berlebihan.

Kondisi ini memicu munculnya area kulit yang tampak lebih gelap, terutama pada puting payudara, area genital, serta wajah. Pada wajah, hiperpigmentasi sering terlihat di dahi, pipi, dan hidung, yang dikenal sebagai melasma atau mask of pregnancy.

Paparan sinar matahari tanpa perlindungan dapat memperparah warna gelap tersebut, sehingga perlindungan kulit menjadi hal penting selama kehamilan.

2. Jerawat

Jerawat pada ibu hamil umumnya muncul pada awal masa kehamilan, khususnya trimester pertama. Perubahan hormon yang signifikan memicu peningkatan produksi sebum atau minyak alami kulit.

Ketika minyak berlebih ini menyumbat pori-pori, risiko timbulnya jerawat pun meningkat. Kondisi ini bisa terjadi meskipun sebelumnya kulit tidak bermasalah, dan biasanya akan membaik seiring stabilnya hormon.

3. Kulit Kering dan Eksim

Sebagian ibu hamil bisa mengalami kulit wajah yang lebih kering selama kehamilan, bahkan terkena eksim yang ditandai dengan kulit bersisik, gatal-gatal, hingga kemerahan. Kondisi ini bisa menyerang wajah, pergelangan kaki, lipatan siku, dan bagian belakang lutut.

Laman Pregnancy, Birth and Baby dari Departemen Kesehatan Pemerintah Australia mengungkapkan bahwa eksim umum dialami wanita hamil. Biasanya kondisi ini muncul di 2 trimester awal kehamilan.

4. Stretchmark

Stretchmark merupakan guratan pada kulit yang muncul akibat peregangan yang terjadi secara cepat dan ekstrem, seperti saat kehamilan. Awalnya, garis-garis ini tampak berwarna merah muda atau kemerahan dan cukup lebar, kemudian seiring waktu berubah warna menjadi putih atau kecokelatan.

5. Selulit

Selulit ditandai dengan permukaan kulit yang tampak bergelombang menyerupai kulit jeruk. Pada ibu hamil, kondisi ini berkaitan dengan peningkatan hormon estrogen dan progesteron yang mendorong tubuh menyimpan lebih banyak lemak sebagai cadangan energi untuk janin.

6. Pregnancy Glow

Tidak semua ibu hamil mengalami perubahan kulit yang buruk atau negatif selama masa kehamilan. Sebagian ibu hamil justru bisa mengalami pregnancy glow, yaitu kondisi kulit yang tampak lebih berseri-seri, bersinar, atau terlihat lebih cantik selama kehamilan.

Menurut American Pregnancy Association, pregnancy glow dipercaya terjadi akibat perubahan fisiologis selama kehamilan, terutama peningkatan hormon dan aliran darah. Lonjakan hormon memicu kelenjar kulit memproduksi lebih banyak minyak sehingga wajah tampak lebih berkilau.

Selain itu, volume darah ibu hamil meningkat hingga sekitar 50% yang menyebabkan sirkulasi darah ke kulit menjadi lebih lancar sehingga membuat wajah terlihat lebih cerah dan segar.

Manfaat Skincare untuk Kesehatan Kulit Ibu Hamil

Ilustrasi Perawatan kulit pada ibu hamil

Ilustrasi Perawatan kulit pada ibu hamil. Getty Images/iStockphoto

Selama masa kehamilan, tubuh mengalami berbagai perubahan hormonal yang bisa berpengaruh pada kesehatan kulit. Oleh karena itu, penggunaan skincare yang tepat dan aman menjadi penting untuk kulit tetap sehat. Berikut manfaat skincare untuk kulit ibu hamil:

1. Menjaga Kelembapan Kulit

Menggunakan produk perawatan kulit seperti moisturizer membantu mempertahankan kelembapan alami kulit yang sering menurun selama kehamilan karena perubahan hormon.

Kulit yang cukup terhidrasi lebih tahan terhadap iritasi, terasa lebih lembut, dan dapat mengurangi rasa gatal atau kekeringan yang umum terjadi pada ibu hamil. Hidrasi kulit juga membantu memperkuat skin barrier sehingga mencegah masalah kulit lebih lanjut.

2. Melindungi Kulit dari Efek Sinar Matahari

Paparan sinar UV dapat memperburuk kondisi seperti hiperpigmentasi atau melasma yang kerap muncul selama kehamilan. Mengaplikasikan tabir surya spektrum luas (minimal SPF 30) setiap hari membantu melindungi kulit dari sinar UVA/UVB yang dapat merusak kulit.

3. Membantu Mengatasi Jerawat

Perubahan hormon saat hamil bisa memicu peningkatan produksi minyak kulit dan munculnya jerawat. Skincare dengan bahan yang tepat dapat membantu mengurangi peradangan dan mengatasi jerawat ringan tanpa risiko bagi janin. Konsultasikan dulu dengan dokter atau dermatolog untuk memilih produk yang benar-benar aman digunakan.

4. Meningkatkan Elastisitas Kulit dan Mencegah Iritasi

Skincare untuk ibu hamil juga bisa membantu menjaga elastisitas kulit dan mendukung regenerasi sel kulit yang sehat. Hal ini membuat kulit tampak lebih sehat, terasa kenyal, dan terhindar dari iritasi yang membuat ibu hamil merasa tidak nyaman.

5. Memperkuat Skin Barrier untuk Mengurangi Sensitivitas

Ibu hamil sering mengalami kulit yang sensitif dan mudah iritasi karena fluktuasi hormon. Penggunaan skincare yang tepat bisa membantu memperkuat lapisan pelindung kulit atau skin barrier. Barrier yang kuat membuat kulit lebih tahan terhadap faktor iritan, mengurangi peradangan, dan menjaga kulit tetap sehat.

Kandungan Skincare yang Aman untuk Ibu Hamil

Ilustrasi Ibu hamil

Ilustrasi Ibu hamil. FOTO/iStockphoto

Ibu hamil tetap memberlukan skincare untuk membuat kulit tetap sehat. Faktanya, banyak kandungan skincare yang aman digunakan dan bermanfaat untuk menjaga kelembapan, kesehatan skin barrier, serta mengatasi masalah kulit ringan selama kehamilan, berikut beberapa di antaranya:

1. Vitamin E

Vitamin E dikenal sebagai antioksidan yang membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas, terutama saat kulit menjadi lebih sensitif selama kehamilan. Selain itu, kandungan ini berperan dalam menjaga elastisitas dan kelembapan serta mendukung proses regenerasi kulit.

Menurut ahli dermatologi, penggunaan vitamin E secara topikal umumnya aman bagi ibu hamil dan bermanfaat untuk membantu merawat kulit yang mengalami peregangan atau perubahan tekstur.

2. Vitamin C

Vitamin C merupakan bahan aktif yang efektif untuk membantu mencerahkan kulit dan merangsang produksi kolagen. Kandungan ini aman digunakan selama kehamilan dan dapat membantu mengatasi masalah kulit yang sering muncul, seperti warna kulit tidak merata dan tampilan kusam.

3. Niacinamide

Niacinamide atau vitamin B3 adalah kandungan multifungsi yang aman untuk ibu hamil. Bahan ini membantu memperkuat lapisan pelindung kulit, mengontrol produksi minyak, serta menenangkan peradangan.

Dengan penggunaan rutin, niacinamide dapat membantu menyamarkan tampilan pori-pori, mengurangi kemerahan, dan menjaga keseimbangan kulit selama masa kehamilan.

4. Ceramide

Ceramides merupakan komponen alami yang menyusun lapisan pelindung kulit (skin barrier) dan berperan penting dalam menjaga kelembapan serta melindungi kulit dari iritasi. Sebagai bahan skincare, ceramides bekerja dengan mengunci kelembapan, memperkuat struktur kulit, dan termasuk aman digunakan ibu hamil.

Kandungan ini sangat bermanfaat selama kehamilan karena perubahan hormon sering membuat kulit menjadi lebih kering dan sensitif, sehingga penggunaan ceramides dapat membantu menjaga kulit tetap sehat, lembut, dan nyaman tanpa risiko bagi ibu maupun janin.

5. Azelaic Acid

Azelaic acid termasuk bahan skincare yang aman digunakan saat hamil dan efektif untuk mengatasi jerawat serta hiperpigmentasi. Kandungan ini bekerja secara lembut sekaligus memiliki sifat antiinflamasi yang membantu meredakan kemerahan.

6. Glycolic Acid

Glycolic acid merupakan salah satu AHA yang dapat digunakan sebagai eksfoliator ringan selama kehamilan. Bahan ini membantu mempercepat regenerasi sel kulit sehingga kulit tampak lebih cerah dan halus.

Agar tetap aman, disarankan memilih produk dengan konsentrasi rendah (di bawah 10%) dan melakukan uji coba terlebih dahulu (patch test) karena kulit ibu hamil cenderung lebih sensitif.

7. Hyaluronic Acid

Hyaluronic acid sangat bermanfaat untuk menjaga hidrasi kulit selama kehamilan. Kandungan ini mampu menarik dan mengikat air di dalam kulit sehingga membantu menjaga kelembapan, membuat kulit terasa lebih kenyal, dan mengurangi rasa kering. Karena sifatnya yang lembut dan tidak berisiko, hyaluronic acid aman digunakan oleh ibu hamil.

8. Centella Asiatica (CICA)

Centella Asiatica atau CICA dikenal sebagai bahan penenang kulit yang efektif meredakan iritasi dan kemerahan. Selama kehamilan, ketika kulit cenderung lebih sensitif dan CICA dapat membantu memperkuat skin barrier serta menjaga kelembapan kulit.

9. Mineral Sunscreen

Tabir surya berbasis mineral merupakan pilihan paling aman untuk ibu hamil karena bekerja dengan memantulkan sinar UV tanpa diserap ke dalam kulit. Kandungan seperti zinc oxide memberikan perlindungan spektrum luas terhadap sinar UVA dan UVB serta minim risiko iritasi.

Bahan Skincare yang Perlu Dihindari Selama Hamil

Ilustrasi Skincare

Ilustrasi Skincare. foto/IStockphoto

Selama kehamilan, tidak semua kandungan skincare aman digunakan karena sebagian bahan aktif dapat terserap ke dalam tubuh dan berpotensi memengaruhi perkembangan janin. Berikut beberapa kandungan skincare yang sebaiknya dihindari demi kesehatan ibu hamil:

1. Retinoid (Retinol, Retin-A, Retinyl Palmitate, Tretinoin)

Retinoid merupakan turunan vitamin A yang umum digunakan untuk mengatasi jerawat dan penuaan dini, tapi kandungan ini tidak dianjurkan untuk ibu hamil. Konsumsi atau paparan vitamin A berlebih dapat meningkatkan risiko cacat lahir dan gangguan perkembangan janin.

Meski sebagian retinoid digunakan secara topikal dan tersedia bebas di pasaran, para ahli tetap menyarankan untuk menghindarinya sepenuhnya selama kehamilan demi alasan keamanan.

2. Isotretinoin dan Tazarotene

Kandungan ini termasuk retinoid resep yang masuk kategori paling berisiko bagi kehamilan. Isotretinoin dan tazarotene telah terbukti menyebabkan cacat lahir serius sehingga diklasifikasikan sebagai bahan yang benar-benar dilarang digunakan oleh ibu hamil, baik dalam bentuk oral maupun topikal.

3. Benzoyl Peroxide

Benzoyl peroxide sering ditemukan dalam produk perawatan jerawat, tapi kandungan ini sebaiknya dihindari selama kehamilan. Meskipun efektif membunuh bakteri penyebab jerawat, sebagian tenaga medis menyarankan ibu hamil untuk menghindarinya.

Dikutip dari laman Vogue, seorang dokter kulit bersertifikasi di New York City, Macrene Alexiades-Armenakas MD, mengungkapkan bahwa benzoyl peroxide bisa berisiko bagi janin dan sebagian besar dokter kandungan biasanya menyarankan untuk menghindari bahan tersebut.

4. Salicylic Acid (Asam Salisilat)

Asam salisilat banyak digunakan dalam produk eksfoliasi dan anti-jerawat, tetapi penggunaannya pada ibu hamil perlu dibatasi. Risiko utama muncul jika digunakan dalam konsentrasi tinggi atau pada area kulit yang luas.

Ibu hamil boleh menggunakan asam salisilat dengan kadar maksimal 2%, bisa juga memilih alternatif eksfoliasi yang lebih aman seperti glycolic acid atau lactic acid dengan kadar ringan, atau konsultasikan dengan dokter untuk penggunaan bahan eksfoliasi yang lebih aman.

5. Hydroquinone

Hydroquinone adalah bahan pencerah kulit yang bekerja dengan menghambat produksi melanin. Kandungan ini memiliki tingkat penyerapan yang cukup tinggi melalui kulit. Karena potensi risikonya, hydroquinone sebaiknya dihindari selama masa kehamilan.

6. Essential Oils Tertentu

Meskipun sering dianggap alami dan aman, beberapa essential oil justru berisiko bagi ibu hamil, terutama jika digunakan dalam konsentrasi tinggi. Tea tree oil dan rosemary oil termasuk yang perlu diwaspadai karena dapat memicu iritasi, gangguan hormonal, peningkatan tekanan darah, hingga kontraksi rahim.

Karena daya serap dan efeknya sulit diprediksi, penggunaan essential oil sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

7. Chemical Sunscreen

Tabir surya kimia mengandung bahan aktif yang menyerap sinar UV dan berpotensi masuk ke aliran darah. Meskipun risikonya belum sepenuhnya terbukti, ibu hamil dianjurkan memilih sunscreen berbasis mineral seperti zinc oxide atau titanium dioxide yang bekerja sebagai pelindung fisik dan dianggap lebih aman selama kehamilan.

Rekomendasi Produk Skincare untuk Ibu Hamil yang Aman

Ilustrasi Skincare

Ilustrasi Skincare. foto/IStockphoto

Terdapat banyak rekomendasi skincare untuk ibu hamil yang bisa digunakan sehari-hari. Ibu hamil disarankan untuk kembali pada rangkaian basic skincare (cleanser, moisturizer, sunscreen) untuk meminimalkan risiko negatif pada kulit maupun kesehatan kandungan.

Berikut ini adalah beberapa rekomendasi produk yang aman untuk ibu hamil, baik untuk pembersih muka, pelembap, hingga tabir surya:

1. Cetaphil Gentle Skin Cleanser

Cetaphil Gentle Skin Cleanser merupakan pembersih wajah berformula lembut tanpa sabun dan tanpa pewangi yang dirancang khusus untuk menjaga kenyamanan kulit, termasuk kulit sensitif dan kering.

Teksturnya ringan sehingga dapat digunakan sehari-hari, mampu membersihkan kotoran dan sisa minyak secara efektif tanpa menghilangkan kelembapan alami kulit. Kandungan pelembap di dalamnya membantu mencegah kulit terasa kering atau kasar setelah mencuci wajah.

Cetaphil Gentle Skin Cleanser bisa didapatkan di kisaran harga Rp140.000–Rp150.000 untuk kemasan 236 ml.

2. Wardah Cica Aloe Low pH Hydramild Facial Wash

Facial wash dengan pH rendah dari Wardah ini hadir dengan teknologi Acid Mantle Expert yang dirancang untuk membantu menjaga skin barrier sekaligus mengembalikan kelembapan kulit.

Pembersih wajah ini diperkaya hydramild aloe extract yang membantu menghidrasi kulit, serta kombinasi Cica (Centella Asiatica) dan panthenol yang berfungsi menenangkan kulit dan mengurangi kemerahan akibat iritasi ringan. Produk ini bisa dibeli di harga sekitar Rp22 ribuan untuk 50 ml.

3. Dr.BeeMed Bee Gentle Balancing Moisturizer

Beralih ke moisturizer, produk yang satu ini merupakan pelembap wajah yang diformulasikan khusus untuk ibu hamil dan menyusui guna membantu menjaga tampilan kulit tetap sehat dan bercahaya selama kehamilan.

Produk ini bekerja menyeimbangkan kelembapan, merawat skin barrier, serta membantu menyamarkan hiperpigmentasi dan noda gelap pada wajah.

Kandungan Ceramide Complex yang berasal dari kombinasi ekstrak alga dan lima jenis ceramide membantu memperkuat skin barrier, membuat kulit tetap halus dan lembap. Dr.BeeMed Bee Gentle Balancing Moisturizer dibanderol dengann harga sekitar Rp60.000–Rp70.000 (20 gram).

4. NPURE Centella Asiatica Acne Clear Barrier Moisturizer

NPURE menghadirkan pelembap berbentuk gel yang diformulasikan khusus untuk merawat kulit berjerawat, termasuk bagi ibu hamil dan menyusui. Produk ini menggabungkan 11X Acne Power Fighter yang efektif mengurangi jerawat, menenangkan kemerahan, serta memberikan efek soothing.

Kandungan 5X Ceramide Complex dapat membantu memperbaiki skin barrier serta tekstur kulit kasar. Diperkaya juga dengan Organic Centella Asiatica Extract yang kaya antioksidan, moisturizer ini memberikan hidrasi optimal. Produk ini bisa dibeli di harga sekitar Rp80.000–Rp100.000 (30 gram).

5. Daily Protection Face Moisturizer SPF 20 PA++ Mama's Choice

Produk ini merupakan pelembap wajah yang yang tak hanya efektif melembapkan dan mencerahkan kulit, tapi juga sekaligus memberikan perlindungan dari sinar UVA dan UVB.

Produk ini bebas dari kandungan chemical sunscreen sehingga aman untuk kulit sensitif dan kulit yang mengalami perubahan hormonal selama kehamilan dan menyusui.

Kandungan rice extract membantu menjaga kelembapan sekaligus membuat kulit tampak bercahaya. Sunscreen sekaligus pelembap dari Mama’s Choice ini bisa dibeli di harga sekitar Rp90.000–Rp130.000 (30 ml).

6. LABORE Sensitive Skin Care BiomeProtect Physical Sunscreen SPF 50+ PA++++

Rekomendasi sunscreen berikutnya datang dari LABORE. Produk ini merupakan tabir surya berbasis mineral yang mengandung zinc oxide dan titanium dioxide sehingga aman bagi ibu hamil.

Dilengkapi Microbiome Technology yang membantu menjaga keseimbangan skin microbiome dan memperkuat skin barrier, sunscreen ini mendukung kulit tampak lebih sehat dan terlindungi.

Sunscreen ini juga memberikan perlindungan spektrum luas terhadap sinar UVA, UVB, blue light, dan radikal bebas akibat polusi. Tabir surya ini bisa dibeli dengan harga sekitar Rp160.000–Rp180.000 (30 ml).

Itulah beberapa rekomendasi produk skincare yang bisa digunakan oleh ibu hamil. Kehamilan merupakan anugerah bagi setiap wanita, tapi jangan jadikan kehamilan sebagai alasan untuk tidak merawat kulit hanya karena takut terpapar oleh zat atau bahan tertentu.

Masih banyak skincare dengan kandungan yang aman bagi ibu hamil. Dengan memilih produk yang tepat dan sesuai kebutuhan kulit, ibu hamil pun bisa tetap merawat kesehatan kulit, menjaga kelembapan, dan mencegah iritasi tanpa khawatir terhadap keselamatan diri maupun janin.

Butuh informasi menarik lain tentang perawatan kulit? Temukan rekomendasi produk, tips yang bermanfaat, dan info lain seputar skincare di tautan ini:

Kumpulan Artikel Skincare

Baca juga artikel terkait SKINCARE atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - GWS
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani