Menuju konten utama

10 Kandungan Skincare yang Tidak Boleh untuk Ibu Hamil

Apa saja kandungan skincare yang harus dihindari perempuan selama masa kehamilan?

10 Kandungan Skincare yang Tidak Boleh untuk Ibu Hamil
Ilustrasi Perawatan kulit pada ibu hamil. Getty Images/iStockphoto

tirto.id - Ibu hamil perlu mencermati kandungan skincare yang dipakainya saat masa kehamilan. Ada sejumlah bahan produk perawatan kulit yang sebaiknya dihindari atau digunakan dengan hati-hati oleh ibu hamil.

Beberapa bahan skincare dapat menimbulkan risiko pada perkembangan janin. Untuk itu, meski tidak ada larangan ibu hamil pakai skincare, membaca label produk guna melihat bahan kandungannya tetap penting.

Langkah ini sebagai upaya untuk memastikan keselamatan ibu hamil dan perkembangan janin. Beberapa produk yang dianggap aman bagi ibu hamil mungkin tetap memiliki risiko tertentu tergantung pada kondisi individu masing-masing. Maka lebih baik lagi, ibu hamil berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan keamanan bahan skincare.

10 Kandungan Skincare yang Tidak Boleh Digunakan Ibu Hamil

Alasan mengapa beberapa skincare tidak aman untuk ibu hamil adalah karena "sejumlah bahan kosmetik tertentu dapat diserap melalui kulit selama kehamilan," kata Dr Anjali Mahto, dokter kulit dan penulis The Skincare Bible, seperti dikutip Womens Health.

Beberapa kandungan skincare yang tidak boleh untuk ibu hamil mungkin tidak asing bagi perawatan kulit sehari-hari. Berikut 10 kandungan skincare yang tidak boleh digunakan atau harus dihindari oleh ibu selama masa kehamilan:

1. Retinoid

Ibu hamil perlu menghindari retinoid atau retinol yang kerap terkandung dalam sejumlah skincare antijerawat. Meskipun tingkat penyerapan retinol dan retinoid melalui kulit tidak tinggi, ada beberapa laporan kasus yang terisolasi tentang embriopati yang disebabkan oleh retinoid. Embriopati adalah masalah kelainan perkembangan embrio atau janin.

2. Asam salisilat dosis tinggi

Sering digunakan untuk melawan jerawat, konsentrasi rendah asam salisilat dinilai aman untuk digunakan selama kehamilan. Namun, asam salisilat dengan dosis tinggi sebaiknya dihindari oleh ibu hamil. Agar lebih aman, sebaiknya periksakan diri ke dokter umum atau dokter kulit sebelum menggunakan skincare yang mengandung asam salisilat."Dalam konsentrasi rendah hingga 2%, kecil kemungkinannya untuk menimbulkan risiko pada bayi yang sedang berkembang, tetapi tidak boleh digunakan dalam persentase yang tinggi seperti yang ditemukan pada produk perawatan kulit kimiawi," kata Dr Mahto pada Womens Health.

3. Hidrokuinon

Hidrokuinon adalah produk resep untuk mencerahkan kulit atau mengurangi pigmentasi yang terjadi akibat melasma dan kloasma selama kehamilan.

Healthline melaporkan, tidak ada hubungan yang terbukti antara cacat bawaan atau efek samping dari hidrokuinon. Namun karena tubuh ibu dapat menyerap hidrokuinon dalam jumlah yang signifikan dibandingkan dengan bahan lainnya (35% hingga 45%), langkah terbaik adalah membatasi penggunaan hidrokuinon selama kehamilan.

4. Aluminium Klorida Heksahidrat

Ibu hamil disarankan beralih menggunakan deodoran sederhana atau bahan alternatif alami untuk menghilangkan bau badan, alih-alih memakai antiperspirant.

Dalam berbagai produk antiperspirant, terdapat aluminium klorida heksahidrat, senyawa yang bisa memengaruhi sel-sel penghasil keringat. Laporan Healthline mengungkapkan bahan ini harus dihindari oleh ibu hamil, sebagaimana rekomendasi dari Food and Drug Administration (FDA atau Badan Pengawas Obat dan Makanan AS).

5. Paraben

Paraben adalah bahan yang digunakan sebagai pengawet yang umum digunakan dalam kosmetik. Paraben dikenal sebagai pengganggu hormon dan mudah terserap ke dalam kulit. Paraben termasuk salah satu kandungan skincare yang tidak boleh untuk ibu hamil dan menyusui.

Menurut sebuah studi tahun 2016 di Journal of Chemistry, paparan BPA (sejenis paraben) pada ibu hami berkaitan dengan masalah keguguran, berat badan lahir rendah, obesitas pada bayi, gangguan pertumbuhan janin, hingga masalah perilaku anak.

6. Minyak esensial tertentu

Southwest General bekerja sama dengan University Hospital menulis, minyak esensial memang lekat dengan citra aman dan alami. Namun, minyak esensial tertentu dalam bentuk pekat dapat menimbulkan risiko bagi ibu hamil.

Sebagai contoh, minyak pohon teh (tea tree essential oil) bisa menjadi racun jika sampai tertelan oleh ibu hamil. Contoh yang lainnya, minyak rosemary dalam dosis tinggi dapat meningkatkan tekanan darah dan menyebabkan kontraksi dini

Sebagai langkah pencegahan, ibu hamil sebaiknya berkonsultasi dengan dokter mengenai keamanan produk minyak atsiri yang digunakan selama kehamilan.

7. Tabir surya kimia

Tabir surya atau SPF yang mengandung senyawa kimia seperti oxybenzone, avobenzone, octisalate, octocrylene, homosalate, atau octinoxate, tidak disarankan untuk ibu hamil.

"Hal ini disebabkan oleh penyerapannya ke dalam aliran darah dan kekhawatiran akan gangguan hormon," kata Dr Jo Mennie, spesialis bidang infertilitas dan perawatan kulit kehamilan via situs Dr David Jack Clinic, sebuah klinik kecantikan terkemuka di London.

8. Formaldehida

Formaldehida adalah formalin yang dikenal sebagai karsinogen. Meskipun ia tidak sering digunakan dalam produk kecantikan, ibu hamil mungkin menemukan bahan kimia pelepas formaldehida dalam beberapa produk kosmetik.

Formaldehida telah dikaitkan dengan infertilitas dan keguguran. Maka itu, hindari produk yang mengandung bronopol, DMDM hydantoin, diazolidinyl urea, hidroksimetilglisinat, imidazolidinyl urea, quaternium-15, dan 5-bromo-5-nitro-1, 3-dioksan.

9. Tazorac dan Accutane

Bahan skincare yang tidak boleh untuk ibu hamil lainnya adalah Tazorac dan Accutane. Vogue melaporkan, penggunaan dua bahan skincare turunan vitamin A tersebut hanya boleh dengan resep dokter. Ibu hamil perlu berhati-hati dengan dua bahan tadi karena berisiko menyebabkan cacat lahir.

10. Ftalat

Ftalat merupakan bahan kimia pengganggu endokrin yang ditemukan di banyak produk kecantikan. Dari penelitian pada hewan dan juga manusia, ditemukan keterkaitan antara ftalat dengan disfungsi reproduksi dan masalah perkembangan janin.

Ftalat adalah senyawa kimia yang dapat dicampur sebagai aditif ke dalam plastik untuk memanipulasi kinerja bahan. Ada banyak produk yang mengandung ftalat, seperti lantai

vinil, perekat, detergen, minyak pelumas, plastik otomotif, pakaian plastik (jas hujan), dan produk perawatan pribadi (sabun, sampo, semprotan rambut, dan cat kuku).

Pengganggu endokrin seperti ftalat makin banyak dipelajari oleh FDA dan lembaga medis profesional, seperti American Academy of Pediatrics, karena bisa memengaruhi kesehatan reproduksi bawaan secara negatif.

Kosmetik adalah salah satu sumber paparan ftalat. Ftalat yang paling umum ditemukan dalam produk kecantikan adalah dietilftalat (DEP). Ftalat yang biasa ditemukan dalam kemasan plastik juga dapat meresap ke dalam produk perawatan pribadi.

Banyak ibu hamil mengalami perubahan kondisi kulit yang tak jarang bermasalah. Akibat perubahan hormon dan sistem kekebalan tubuh, sejumlah ibu hamil mengalami beragam masalah kulit, seperti kulit kering, jerawat, bercak coklat di wajah (melasma/chloasma), stretc mark, dan lain sebagainya.

Penggunaan produk skincare yang tepat dapat mengatasi berbagai masalah kulit pada ibu hamil. Namun, memastikan keamanan bahan dan menghindari kandungan skincare yang tidak boleh untuk ibu hamil perlu diprioritaskan.

Baca juga artikel terkait SKINCARE atau tulisan lainnya dari Balqis Fallahnda

tirto.id - Gaya hidup
Kontributor: Balqis Fallahnda
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Addi M Idhom