Menuju konten utama

Penembakan di Kantor Pemerintah Thailand: Motif dan Kronologinya

Kasus penembakan di kantor pemerintahan Thalaind terjadi kurang dari sepekan usai penembakan massal sekolah di Nonthaburi. Simak motif dan kronologinya.

Penembakan di Kantor Pemerintah Thailand: Motif dan Kronologinya
Ilustrasi orang bersenjata api. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Belum sepekan berlalu dari kasus penembakan sekolah, Thailand kembali mencatatkan kasus penembakan. Kali ini, penembakan terjadi di wilayah kantor pemerintahan dan dilakukan oleh mantan anggota parlemen. Berikut kronologi dan motif kasus ini.

Penembakan di kawasan instansi pemerintahan tersebut terjadi di wilayah Nonthaburi, dekat Bangko pada Senin (10/8/2026). Ini merupakan kasus penembakan kedua di Nonthaburi dalam waktu kurang dari satu pekan.

Pelaku penembakan pada Senin itu diidentifikasi sebagai Chalong Riewrang. Ia merupakan mantan anggota parlemen yang pernah menjadi kader partai Thai Citizen dan partai Pheu Thai.

Seturut CNA, Chalong Riewrang telah menembak mati seorang pejabat publik bernama Thongchai Yenprasert. Ketika ditembak, Thongcai sedang menjabat sebagai Ketua Organisasi Administrasi Provinsi (PAO) Nonthaburi.

Pihak kepolisian Thailand kini telah menangkap Chalong. Ia segera diringkus di lokasi kejadian tepat setelah melakukan penembakan.

Pihak kepolisian Thailand menyebut kasus penembakan ini dilatari motif personal. Chalong dan Thongcai saling mengenal satu sama lain, namun belakangan hubungan mereka memburuk karena uang.

“Motifnya bersifat pribadi,” tutur komandan polisi regional Wattana Yijin.

Wattana mengatakan penembakan dilatarbelakangi oleh utang. Chalong mengaku kepada polisi bahwa ia menembak ketika berupaya menagih uang yang pernah dipinjam korban.

Menukil Bangkok Post, Chalong mengeklaim Thongcai telah berutang uang sebesar 11 juta baht darinya. Jika dirupiahkan, total utang itu mencapai Rp5 miliar.

“Dia bilang dia tidak mau bicara, jadi saya mengeluarkan pistol saya,” kata Thongcai ketika dimintai keterangan oleh wartawan.

Kronologi Penembakan Mantan Anggota Parlemen Thailand pada Pejabat Nonthaburi

Berdasarkan kronologi yang diungkap kepolisian setempat dan keterangan Thongcai, peristiwa penembakan pada Senin tersebut bermula ketika Chalong datang ke kantor Thongcai untuk menagih utang. Ia datang seorang diri.

Thongcai mengaku sudah mengikuti Chalong pada hari itu. Ketika Chalong ke luar kantor dan naik mobilnya, Thongcai kemudian mengikutinya dan mengonfrontasi korban.

“Saya mengikutinya ke mobilnya dan memukul jendela mobilnya, sambil berkata saya ingin bicara,” kata Thongcai.

Akan tetapi, korban enggan menanggapi pelaku. Hal ini kemudian membuat Thongcai mengeluarkan senjata api. Pelaku kemudian mengarahkan pucuk senjatanya ke arah jendela tempat Chalong duduk di dalam mobil.

Thongcai menjelaskan tindakan itu semula hanya ia maksudkan sebagai gertakan. Ia mengeklaim semula ia tak berniat untuk menekan pelatuk senjatanya.

Penembakan, kata Thongcai, kemudian terjadi ketika ia melihat supir korban mengeluarkan senjata. Pelaku menyebut bahwa supir Chalong sempat mengarahkan senjata ke arahnya dari dalam mobil.

Terpicu hal tersebut, Thoncai kemudian menarik pelatuk. Timah panas senjatanya menembus jendela dan melukai Chalong tepat di lehernya.

Sopir Chalong juga mengalami luka tembak di bagian lengan kanannya. Ini menandakan Thongcai menembak beberapa kali dalam peristiwa itu.

Usai peristiwa itu, Chalong sempat dibawa ke Rumah Sakit Phra Nang Klao di Nonthaburi. Namun, lukanya terlalu serius dan ia akhirnya meninggal setelah kehilangan banyak darah.

Sementara itu, sopir Chalong juga dibawa ke rumah sakit setelah peristiwa itu. Beruntung baginya, ia berhasil selamat setelah dokter sukses mengoperasi lengannya untuk mengeluarkan peluru.

Kasus penembakan ini terjadi tak sampai sepekan setelah kasus penembakan di sebuah sekolah di Nonthaburi. Sebelumnya, seorang siswa Sekolah Debsirin Nonthaburi melakukan penembakan massal pada Jumat (7/8), membuat 9 orang tewas dan lebih dari 20 lainnya terluka.

Baca juga artikel terkait KASUS PENEMBAKAN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar