tirto.id - Anggota DPR RI Moreno Soeprapto menjadi perhatian publik setelah sebuah video yang memperlihatkan dirinya melakukan video call di tengah rapat DPR RI pada 15 September 2026 beredar luas di media sosial.
Dalam video tersebut, Moreno terlihat berkomunikasi melalui panggilan video sambil tersenyum dan menjulurkan lidah. Gestur tersebut memunculkan beragam tanggapan karena dilakukan ketika rapat DPR sedang berlangsung.
Peredaran video itu membuat tindakan Moreno dipersoalkan dalam konteks kepantasan dan situasi rapat, khususnya karena aktivitas tersebut berlangsung di ruang sidang parlemen yang merupakan forum resmi.
Profil Moreno Soeprapto
Moreno Soeprapto berasal dari Partai Gerindra yang saat ini menjalankan tugas sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari daerah pemilihan Jawa Timur V.
Lahir di Jakarta pada 14 November 1982, Moreno berasal dari keluarga yang memiliki latar belakang kuat di dunia otomotif dan olahraga balap nasional. Ia merupakan putra dari pembalap sekaligus tokoh otomotif nasional Tinton Soeprapto dan Dewi Anggraini, serta adik kandung pembalap nasional Ananda Mikola.
Moreno menempuh pendidikan dasar dan menengah di Jakarta, antara lain di Bhakti Mulya 400 Jakarta dan Perguruan Cikini. Ia menyelesaikan pendidikan di Perguruan Cikini pada 2001.
Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Paramadina dengan mengambil bidang Hubungan Internasional dan menyelesaikan pendidikan sarjana pada 2015.
Karier Moreno di Dunia Balap
Sebelum memasuki dunia politik, Moreno dikenal luas sebagai pembalap mobil profesional. Karier balapnya telah dimulai sejak usia muda melalui berbagai kejuaraan karting dan kemudian berkembang ke tingkat formula serta balap mobil internasional.Pada dekade 1990-an, ia meraih sejumlah prestasi dalam berbagai kejuaraan karting, termasuk Karting Rising Star, Indonesian Series, serta kompetisi di Sentul. Memasuki akhir 1990-an hingga awal 2000-an, Moreno melanjutkan kiprahnya ke ajang Formula Asia dan berbagai kejuaraan karting internasional.
Pada tahun 2000, ia tercatat menjadi juara Formula Asia National Championship. Perjalanan tersebut berlanjut dengan keikutsertaannya dalam Italian Formula Renault Winter Series pada 2001, Rotax Max CIK-FIA Asian Zone Open Championship, Karting European Open Championship, hingga Indonesian Touring Car Championship.
Pada 2004, Moreno tampil dalam Asian F3 Championship dan Formula BMW Asia Championship bersama Minardi Team Asia, dengan catatan satu kemenangan, satu pole position, dan satu kali finis di posisi ketiga.
Pada 2005, ia menjadi juara Asian F3 Championship kelas promotion bersama Joson F3 Team dengan enam kemenangan dan tiga kali finis di posisi kedua. Ia kemudian mewakili A1 Team Indonesia dalam A1 Grand Prix of Nations pada 2006 dan kembali mencatat prestasi dalam Asian F3 International Class.
Pada 2007, Moreno berkompetisi dalam Asian F3 Pacific bersama Fastron Threebond Racing dengan tiga kemenangan, tiga posisi kedua, tiga posisi ketiga, dua pole position, dan satu fastest lap. Ia juga mengikuti Speedcar Series pada 2008 serta Sentul Enduro Race 6 Hours pada 2009.
Prestasi Moreno di bidang olahraga kemudian mendapat pengakuan di tingkat nasional. Pada September 2005, ia disebut menerima penghargaan sebagai salah satu atlet terbaik dari Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono.
Moreno Soeprapto juga aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan dan kegiatan sosial. Sejak 2009, ia tercatat terlibat dalam Taruna Siaga Bencana (TAGANA) dan dalam data organisasi disebut sebagai Duta Nasional.
Pada 2010, ia menjabat sebagai Wakil Ketua II Pengurus Pusat Satuan Pelajar, Pemuda, dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila. Pada periode yang sama, ia juga tercatat sebagai Ketua Bidang Hubungan Internasional Pengurus Pusat Karang Taruna. Keterlibatannya dalam kegiatan sosial kemudian berlanjut melalui peran yang berkaitan dengan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Kementerian Sosial.
Karier Moreno di Politik Moreno mulai terjun ke politik dengan menjabat sebagai Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Malang sejak 2017. Ia juga tercatat pernah menduduki posisi Sekretaris Jenderal Tunas Indonesia Raya (TIDAR) pada 2018.
Moreno juga memiliki pengalaman sebagai pengurus dan pimpinan sejumlah perusahaan yang berkaitan dengan otomotif, sirkuit, perhotelan, dan energi. Ia tercatat sebagai Komisaris PT Ananda Mikola Moreno (PT AMM) sejak 2006, kemudian terlibat di PT Sarana Sirkuitindo Utama (PT SSU) sejak 2009.
Sejak 2011, ia tercatat sebagai Komisaris PT Hotel Sarana Sirkuitindo (PT HSS), sedangkan sejak 2012 ia menjabat sebagai Komisaris PT Momax Energi.
Karier politik Moreno Soeprapto di tingkat nasional dimulai ketika ia terpilih sebagai Anggota DPR RI pada periode 2014–2019. Ia kemudian kembali dipercaya menjadi Anggota DPR RI periode 2019–2024 dan selanjutnya menjalankan masa jabatan 2024–2029.
Moreno menikah dengan Noorani Sukardi, putri Laksamana Sukardi, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara yang menjabat pada periode 1999–2000 dan kembali pada 2001–2004.
Klarifikasi Moreno Soeprapto yang Video Call saat Rapat
Menanggapi beredarnya videonya yang viral, Moreno kemudian memberikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya, @moreno_soeprapto, pada 20 September 2026.
Dalam pernyataannya, Moreno menjelaskan bahwa video call yang dilakukannya terjadi setelah ia menerima panggilan dari anaknya, Nuha, yang menurut penjelasannya baru keluar dari rumah sakit dan masih berada dalam masa pemulihan.
Moreno mengatakan bahwa sebagai seorang ayah yang sehari-harinya banyak menghabiskan waktu untuk pekerjaan, pada saat itu ia bermaksud menghibur anaknya dan membuatnya tersenyum.
Ia menjelaskan bahwa gestur tersenyum dan menjulurkan lidah tersebut muncul secara spontan dalam percakapan antara dirinya dan anaknya, sehingga menurut penjelasannya tindakan tersebut tidak dimaksudkan sebagai bentuk pelecehan, penghinaan, ataupun sikap meremehkan jalannya rapat DPR.
Dalam klarifikasi yang disampaikannya bersama istrinya, Moreno juga mengakui bahwa persoalan tersebut tidak hanya dapat dilihat dari niat pribadi di balik tindakannya, tetapi juga dari konteks tempat dan waktu ketika tindakan itu dilakukan.
Moreno selanjutnya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian tersebut.
“Namun saya menyadari bahwa momen tersebut terjadi di ruang dan waktu yang kurang tepat. Terlepas dari konteksnya, saya memahami bagaimana video tersebut dapat menimbulkan persepsi dan kekecewaan di masyarakat. Untuk itu, dengan segala kerendahan hati, saya memohon maaf,” tulis Moreno.
Permintaan maaf itu tidak hanya ditujukan kepada publik secara umum, tetapi juga disertai penegasan mengenai penghormatannya terhadap ruang sidang, institusi DPR RI, partai yang menaunginya, serta masyarakat yang diwakilinya sebagai anggota parlemen.
“Saya menghormati ruang sidang, lembaga DPR RI, partai yang menaungi saya, dan terutama masyarakat yang saya wakili. Kepercayaan yang diberikan kepada saya adalah amanah yang harus saya jaga,” tambahnya.
Dalam pernyataan yang sama, Moreno juga menyampaikan bahwa kejadian tersebut akan menjadi pelajaran bagi dirinya untuk melakukan perbaikan ke depan, baik dalam menjalankan tanggung jawab sebagai anggota DPR maupun dalam perannya sebagai suami dan ayah.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id
































