tirto.id - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menanggapi Surat Presiden (Surpres) calon Gubernur Bank Indonesia (BI) yang hanya memuat nama kandidat tunggal -Destry Damayanti. Menurutnya, usulan tunggal dari Presiden untuk nama calon pucuk pimpinan tertinggi BI sudah baik karena Destry merupakan Deputi Gubernur Senior yang telah menjabat lebih dari satu periode, yakni sejak 7 Agustus 2019 dan melanjutkan posisinya itu untuk periode 2024-2029.
“Baik lah, karena Bu Destry, kan, sudah menjadi Deputi Gubernur Senior sudah lebih dari satu periode,” katanya kepada awak media, di selasar Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (10/8/2026).
Selama menjabat sebagai Dewan Gubernur Senior BI, komunikasi yang dijalin antara bank sentral di bawah kepemimpinan Destry dengan pemerintah juga berjalan dengan baik.
“Selama ini komunikasi baik, dan sudah ada di dalam. Jadi, dengan demikian harapannya dengan satu nama tersebut bisa dipilih melalui DPR,” ujarnya.
Berdasarkan poin-poin tersebut, Airlangga dengan mantap menjawab bahwa tidak ada nama lain yang lebih tepat untuk diusulkan pemerintah sebagai calon Gubernur BI untuk menggantikan posisi Perry Warjiyo.
“Tidak ada,” katanya singkat.
Airlangga juga memastikan, dengan terpilihnya Destry sebagai pimpinan bank sentral, independensi Bank Indonesia juga akan tetap terjaga.
“Ya, kan, kandidat yang ada sekarang, kan, juga dari internal BI. Jadi, tidak mengubah (independensi),” tegas dia.
Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi telah menyampaikan Supres terkait nama calon Gubernur BI kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Kata Prasetyo, penyerahan Surpres tersebut dilakukan atas petunjuk Presiden Prabowo.
“Jadi namanya tunggal ya, satu nama yaitu atas nama Ibu Destry Damayanti. Yang sekarang beliau menjabat sebagai pejabat Gubernur Sementara,” ujarnya dalam konferensi pers di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (10/8/2026).
Selanjutnya, DPR akan menyampaikan secara resmi nama tersebut kepada publik. “Besok secara resmi Pimpinan DPR pasti akan menyampaikan kepada teman-teman media dan kepada masyarakat,” kata dia.
Selain calon Gubernur BI, pemerintah juga menyerahkan Surpres untuk calon pengganti Deputi Gubernur Senior BI dan calon pengganti Deputi Gubernur BI. Prasetyo menyebut penggantian diperlukan karena jumlah Deputi Gubernur berkurang satu.
Prasetyo mengatakan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pimpinan DPR, termasuk Ketua DPR RI, Puan Maharani dan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, sebelum menyerahkan sejumlah Surpres tersebut.
“Yang pertama adalah Surpres mengenai calon definitif Gubernur Bank Indonesia beserta dengan calon pengganti untuk Deputi Senior dan calon pengganti untuk Deputi Gubernur karena jumlahnya kan berkurang satu,” tutupnya.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id






































