Menuju konten utama

Salah, WEF Sebut Usulkan Vaksin Dicampur ke dalam Air Minum

Dalam konferensi WEF Mariana Mazzucato menyampaikan perihal air sebagai kepentingan global. Ia tidak pernah mengusulkan agar vaksin dicampur ke dalam air.

Salah, WEF Sebut Usulkan Vaksin Dicampur ke dalam Air Minum
Periksa Fakta Vaksin Dalam Air Minum. foto/hotline periksa fakta tirto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Beredar unggahan video di media sosial yang mengklaim bahwa World Economic Forum (WEF) mengusulkan agar vaksin dimasukkan ke dalam air minum untuk mengimunisasi masyarakat secara paksa.

Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook “Ira Latief Pudjosakti” (arsip) pada Minggu (13/9/2026). Video berdurasi 1 menit 56 detik tersebut menampilkan reaksi seorang kreator saat mendengar pernyataan ekonom dan profesor University College London, Mariana Mazzucato, dalam sebuah konferensi WEF.

“That's also of course true with COVID, right? We are all only as healthy as our neighbour is on our street, in our city, in our region, in our nation and globally. And did we solve that? Did we actually manage to vaccinate everyone in the world? No. So highlighting water as a global commons and what it means to work together and see it both out of that kind of global commons perspective, but also the self-interest perspective, because it is, it does have that parallel.

It's not only important, but it's also important because we haven't managed to solve those problems, which had similar attributes and water is something that people understand. You know, climate change is a bit abstract. Some people understand it really well.

Some understand it a bit. Some just don't understand it. Water, every kid knows how important it is to have water when you're playing football and you're thirsty, you need water.

So there's also something about really getting citizen engagement around this and really, in some ways, experimenting with this notion of the common good. Can we actually deliver this time in ways that we have failed miserably other times? And hopefully we won't keep failing on the other things.” Begitu narasi diucapkan Mazzucato dalam video.

Kemudian, kreator tersebut menyebutkan, pernyataan Mazzucato berkaitan dengan narasi bahwa WEF berupaya memasukkan vaksin ke dalam air yang dikonsumsi masyarakat.

“Dulu tuh sepertinya mereka gagal total gitu yah, karena gak semua orang mau dicucuk gitu yah, taulah waktu pandemi kemaren tuh. Nah, menurut orang di video tadi sekarang tuh ada dugaan soal agenda untuk memasukkan vaksinnya tuh kedalam air. Lu bayangin aja kita menggunakan air itu setiap hari, air yang dari bukan sumur kita sendiri ya lu tau lah. Tapi itu nggk sadar ternyata ada sesuatu yang dicampurkan ke dalamnya. Aduh itu kasian banget kalau misalkan memang yang nggak ada niat mau dicucuk gitu ya. Nah, pertanyaan saya, u di rumah pakai air sumur atau pakai air... Tapi perlu dicatat ya, ini masih jadi kajian mereka dan belum sama sekali terealisasikan.”

Dalam unggahan juga tertulis narasi “Next Agenda “memasukan V4ks1n ke dalam AIR,” begitu narasi tertulis dalam video.

Pengunggah juga menuliskan keterangan dalam video, “World Economic Forum (WEF) telah mengusulkan untuk memasukkan vaksin ke dalam air minum kita....🥴👀

😑 Jelas, fakta bahwa mereka tidak mampu memv4ks1nas1 seluruh populasi telah menjadi masalah,

sehingga mereka dianggap berusaha keras untuk memasukkan ini ke dalam tubuh kita dengan cara apa pun.

Dan air adalah kehidupan. Mereka tahu setiap makhluk hidup membutuhkannya.

💧 Jika kamu menggunakan air selain dari sumur, saya sangat menyarankan untuk membeli filter berkualitas baik. Saya juga menyarankan menggunakan filter pada kepala pancuran. Bagaimanapun, kulit kita menyerap 60% dari apa pun yang diaplikasikan padanya. Repost : Yudha Prawira.”

Sampai artikel ini ditulis pada Rabu (30/9/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 36 kali penayangan.

Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook “Fauji Ru,” dan akun Instagram @bogel101real yang menampilkan video serupa terkait agenda WEF memasukkan vaksin kedalam air.

Lantas, benarkah WEF mengusulkan agenda untuk memasukkan vaksin kedalam air seperti dalam video yang beredar?

Periksa Fakta Vaksin Dalam Air Minum.

Periksa Fakta Vaksin Dalam Air Minum. foto/hotline periksa fakta tirto

Penelusuran Fakta

Untuk memastikan kebenaran klaim, Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) dengan menggunakan mesin pencarian Google. Hasilnya tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

Tirto justru diarahkan pada laman weforum, yang menampilkan konferensi “The New Economics of Water-Launch of Global Commission.” pada 25 Mei 2022.

Video tersebut menampilkan Profesor Mariana Mazzucato (Direktur Pendiri UCL Institute for Innovation and Public Purpose), Profesor Johan Rockström (Direktur Potsdam Institute for Climate Impact Research), dan Tharman Shanmugaratnam (Menteri Senior Pemerintah Singapura) dalam peluncuran resmi inisiatif besar selama 2 tahun untuk mentransformasi "Ekonomi Air". Laporan dan rencana aksi yang dipaparkan dalam forum tersebut diharapkan mampu membentuk kembali cara masyarakat pada umumnya, berbicara tentang, menghargai, serta mengelola air di sisa abad ke-21.

Mazzucato merupakan salah satu ketua bersama komisi tersebut, yang dibentuk sebagai inisiatif selama dua tahun mengenai "Ekonomi Air" atau the Economics of Water.

Dalam konferensi tersebut, pada menit ke 15.56, Mazzucato membahas air sebagai kepentingan bersama global dan membandingkannya dengan vaksinasi dalam konteks pelajaran dari pandemi Covid-19. Tidak ada pernyataan dari Mazzucato, maupun pembicara lain, yang mengusulkan pencampuran vaksin ke dalam air minum.

Pembahasan Mazzucato mengenai air berkaitan dengan gagasan bahwa air merupakan kepentingan bersama global, sementara perbandingan dengan vaksinasi muncul dalam konteks pembelajaran dari pandemi Covid-19.

Senada dengan hal tersebut, AFP Fact Check menyatakan bahwa Forum Ekonomi Dunia sering menjadi sasaran teori konspirasi, termasuk klaim tak berdasar bahwa organisasi internasional tersebut mengusulkan penambahan vaksin ke air minum untuk mengimunisasi orang secara paksa.

Unggahan tersebut berisi informasi palsu, yang bisa menyebabkan meningkatnya keraguan masyarakat terhadap vaksin. Faktanya, para ahli menyatakan bahwa menambahkan vaksin ke air minum akan membuat vaksinasi menjadi tidak efektif.

Paul A. Offit, Direktur Vaccine Education Center dan profesor pediatri di Children's Hospital of Philadelphia, menjelaskan, vaksin yang dimasukkan ke dalam air akan mengalami pengenceran sehingga menjadi tidak efektif dan dapat terpapar bahan kimia yang mengganggu kestabilannya.

William Schaffner, profesor kedokteran preventif di Vanderbilt University Medical Center, juga menjelaskan bahwa vaksin merupakan zat yang sensitif dan harus disimpan dalam kondisi tertentu agar tetap efektif.

Schaffner menambahkan, bahwa sebagian besar vaksin perlu diberikan melalui suntikan agar sistem kekebalan tubuh memperoleh paparan yang diperlukan untuk membentuk perlindungan terhadap penyakit.

Dengan demikian, potongan video tersebut menggunakan konteks yang keliru, karena pembahasan mengenai air dalam konferensi WEF tidak berkaitan dengan rencana memasukkan vaksin ke dalam air minum.

Kesimpulan

Berdasarkan penelusuran, klaim yang menyebutkan bahwa World Economic Forum mengusulkan untuk memasukkan vaksin ke dalam air minum untuk mengimunisasi masyarakat bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

Dalam konferensi WEF Mariana Mazzucato menyampaikan pembahasan mengenai air sebagai kepentingan bersama global dan tidak pernah mengusulkan agar vaksin dicampurkan ke dalam air. Tidak ditemukan pernyataan dalam konferensi tersebut yang mengusulkan pencampuran vaksin ke dalam air minum.

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

Baca juga artikel terkait PERIKSA FAKTA KESEHATAN atau tulisan lainnya dari Tim Riset Tirto

tirto.id - Periksa Fakta
Penulis: Tim Riset Tirto
Editor: Tim Riset Tirto