Indeks Periksa Fakta Kesehatan

Salah, Air Nanas Panas Dapat Sembuhkan Kanker dan Penyakit Berat
Hingga kini belum ditemukan bukti ilmiah yang valid atau konsensus medis yang menyatakan bahwa air nanas panas dapat menyembuhkan kanker, tumor, atau kista.

Tidak Benar, Vaksin Cacar Air Sebabkan Pandemi Shingles
Vaksin cacar air justru menurunkan sirkulasi virus di masyarakat secara keseluruhan. Menurut CDC, vaksin terbukti mencegah komplikasi berat dari cacar air.

Keliru, Bayi 2,5 Bulan di Jepara Meninggal karena Imunisasi DPT
Hasil investigasi Komnas PP KIPI & Dinkes Kab. Jepara menegaskan kematian bayi itu tidak berkaitan dengan vaksinasi DPT 1 atau kesalahan prosedur medis.

Salah, Cek Kesehatan Gratis sebagai Agenda Plandemi Jilid 2
Tidak ditemukan bukti bahwa data kesehatan tersebut dijual kepada investor atau dikumpulkan untuk menciptakan pandemi baru.

Keliru, Bahaya Vaksin HPV Gardasil 9 untuk Anak Laki-Laki
Pendidikan kesehatan seksual penting, tapi tidak punya fungsi sama dengan vaksinasi. Keduanya tidak tepat diposisikan sebagai hal yang saling menggantikan.

Keliru, Sejumlah Klaim Terkait Vaksin Human Papillomavirus Anak
Kemenkes menjelaskan, vaksin HPV dipastikan aman. Efek samping yang umum terjadi antara lain nyeri, kemerahan atau pembengkakan di lokasi suntikan, & demam.

Salah, Vaksin HPV Adalah Upaya Depopulasi & Sterilisasi Anak
Tidak terdapat bukti ilmiah yang menunjukkan vaksin HPV menyebabkan infertilitas, merusak organ reproduksi, maupun digunakan untuk mengurangi populasi.

Hoaks, Snack Luppo Produk Israel Mengandung Pil Kelumpuhan
Faktanya produk Luppo adalah produk perusahaan asal Turki. Tidak ada bukti bahwa pil dalam video merupakan bagian dari Luppo atau dapat sebabkan kelumpuhan.

Keliru, Vaksin Hepatitis B Berbahaya & Sebabkan Kematian Bayi
Bukti keamanan yang ditinjau CDC justru tidak menemukan perbedaan kematian antara bayi yang menerima vaksin Hepatitis B dan yang tidak menerima vaksin.

Tidak Benar, Efek Samping Vaksin DPT Daptacel Disembunyikan
Faktanya, informasi mengenai potensi kejadian setelah vaksinasi dan informasi produk vaksin DPT merk Daptacel tersedia untuk publik.

Sebagian Salah, Bahaya Konsumsi Air Rebusan Mie Instan
Air rebusan mie instan tidak mengandung sisa lilin yang terlarut. Keruhnya air, karena larutnya pati tepung terigu & minyak goreng dari proses produksi.

Salah, Vaksin COVID-19 Sebabkan Kematian Pelari dan Pendaki
Berbagai literatur medis menegaskan, berolahraga pasca-vaksinasi adalah hal yang aman, selama tidak mengalami efek samping berat, seperti demam tinggi.

Keliru, Video Bill Gates Sebut Vaksin COVID-19 Akan Mengubah DNA
Bill and Melinda Gates Foundation serta para ahli medis menegaskan, Gates tidak pernah mengeluarkan pernyataan bahwa vaksin dapat mengubah DNA.

Salah, Vaksin HPV Sebabkan Autoimun, Vaskulitis, hingga Kematian
Faktanya, tidak terdapat bukti yang cukup untuk menyimpulkan bahwa vaksin HPV menyebabkan vaskulitis serebral atau kematian.

Hoaks, Rekayasa Vaksin Hantavirus Dibuat Moderna sejak 2023
Tahun 2023, Korea University dan Moderna menandatangani perjanjian riset untuk mengembangkan vaksin hantavirus, bukan untuk merekayasa adanya virus hanta.

Salah, Tinta Tak Kasat Mata dalam Vaksin untuk Sistem Pengawasan
Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim bahwa vaksin mengandung tinta tak kasat mata. Teknologi seperti itu tidak pernah ditemukan dalam vaksin.

Salah, Prabowo Sebut Indonesia Jadi Kelinci Percobaan Vaksin TBC
Menkes membantah klaim tersebut & menyatakan pelaksanaan uji coba vaksin Tuberkulosis (TBC) sudah melewati uji klinis ketat & secara ilmiah terbukti aman.

Hoaks, Vaksin HPV Bahayakan Nyawa Anak-Anak
Berdasarkan studi, anak-anak memiliki respons imun lebih kuat. Jadi, pemberian vaksin sangat dianjurkan, guna mendapatkan efektivitas perlindungan maksimal.

Keliru, Vaksin Sebabkan Radang Otak pada Bayi
Ketua Satgas Imunisasi IDAI, menegaskan, vaksin DPT merupakan vaksin yang tidak mengandung kuman hidup, sehingga secara ilmiah tidak menyebabkan meningitis.

Salah, BPJS Kesehatan Tanggung Biaya Transportasi Berobat ke RS
Unggahan tersebut merupakan hoaks. Sebab, sampai saat ini BPJS Kesehatan tidak memiliki kebijakan penggantian biaya transportasi dalam bentuk apapun.
Masuk tirto.id







