Indeks Periksa Fakta Kesehatan

Hoaks, Hantavirus Efek Samping dari Vaksin Pfizer
Hantavirus masuk dalam dokumen Pfizer hanya sebagai catatan riwayat medis selama masa pemantauan studi, bukan sebagai efek samping dari vaksin itu sendiri.

Salah, Bill Gates Luncurkan Hantavirus Projek Modifikasi Manusia
Hantavirus adalah penyakit yang umumnya ditularkan oleh hewan pengerat, bukan hasil rekayasa atau efek samping vaksin Covid-19.

Tidak Benar, Bill Gates Sebut Vaksin untuk Mengurangi Penduduk
Pada video TEDx tersebut, Bill Gates berbicara tentang bagaimana vaksin bisa meningkatkan kualitas hidup agar pertumbuhan populasi menjadi lebih stabil.

Tidak Benar, Vaksin TBC Mengandung Nanobots
Proses uji klinis vaksin TBC M72 telah melalui tahapan riset yang ketat dan pengawasan untuk memastikan vaksin aman.

Tidak Benar, Vaksin COVID Sebabkan Kematian Mendadak
Data menunjukkan bahwa orang muda dan sehat tidak memiliki risiko tambahan kematian mendadak jika divaksinasi COVID-19.

Hoaks, Vaksin MMR Sebabkan Autisme pada Anak
Klaim vaksin MMR sebabkan autisme tidak didukung bukti ilmiah. Berbagai penelitian tidak menemukan hubungan antara vaksin MMR & gangguan spektrum autisme.

Keliru, Laki-laki Tak Perlu Mendapatkan Vaksin HPV
Vaksin HPV tidak hanya ditujukan untuk mencegah kanker serviks pada perempuan, tetapi juga melindungi laki-laki dari berbagai penyakit terkait infeksi HPV.

Tidak Benar, Tujuan Vaksin Sengaja Membuat Anak Sakit
Kemenkes menegaskan pentingnya vaksin untuk perlindungan dari penularan penyakit tertentu serta meningkatkan kekebalan tubuh.

Keliru, Klaim Merkuri dalam Vaksin Flu Berbahaya bagi Tubuh
Memang terdapat thimerosal dalam sebagian kecil vaksin flu multi-dosis, tapi zat ini berbeda dari metilmerkuri dan tidak terbukti membahayakan kesehatan.

Tidak Benar, Virus "Super Flu" Lebih Parah dari COVID-19
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin memastikan bahwa super flu bukanlah virus baru dan tidak bersifat mematikan seperti COVID-19.

Tidak Benar, Mobil Siti Fadilah Meledak di Tol Jakarta-Cikampek
Pihak iNews telah menyatakan bahwa video yang beredar merupakan hoaks dan tidak pernah mengeluarkan pemberitaan terkait peristiwa tersebut.

Tidak Benar, Iuran BPJS Naik 50 Persen
Akun resmi BPJS Kesehatan justru menegaskan tidak ada kenaikan iuran maupun perubahan regulasi terkait penyesuaian tarif hingga saat ini.

Benarkah Vaksin Tetanus Terbuat dari Daging Busuk?
Sejumlah vaksin menggunakan produk hewani untuk menumbuhkan kultur bakteri, tapi bahan-bahan tersebut telah disterilkan dan melalui pengujian yang ketat.

Hoaks Tautan Pendaftaran Pemutihan Tunggakan BPJS Kesehatan
Hasil penelusuran menunjukkan tautan yang beredar tidak mengarah ke situs resmi BPJS Kesehatan maupun institusi resmi pemerintah.

Salah, Klaim 74% Kematian Disebabkan oleh Vaksin COVID-19
Pihak Preprints with The Lancet menyatakan bahwa makalah tersebut dihapus karena kesimpulannya tidak didukung oleh metodologi penelitian yang memadai.

Tidak Benar Memandikan Anak Setelah Makan Sebabkan Asam Urat
Mandi setelah makan tidak dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah permanen, peningkatan asam urat, ataupun gangugan ginjal.

Hoaks Program Pembagian Kondom ke Mahasiswa dari Kemenkes
Kemenkes menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki program pembagian kondom gratis untuk mahasiswa.

Tidak Benar Obat Cacing dan Imunisasi Sebarkan Virus Baru
Hingga kini tidak ada bukti ilmiah maupun penelitian medis yang mendukung tuduhan tersebut.

Tidak Benar Klaim Vaksin HPV Sebabkan Kemandulan
Vaksin HPV justru mencegah virus penyebab kanker serviks. Kanker rahim adalah kanker paling umum kedua bagi perempuan Indonesia.

Salah, Vaksin Sebabkan Autisme
Sejumlah penelitian berskala besar justru membuktikan tidak ada kaitan antara vaksin dengan Autism Spectrum Disorder, sebagaimana diklaim.
Masuk tirto.id








