tirto.id - Vaksin rentan dijadikan berita misinformasi dengan menyebutkan berbagai klaim dan narasi yang tidak memiliki referensi yang jelas.
Salah satu yang kembali beredar adalah sebuah unggahan di media sosial Facebook mengklaim AstraZeneca memiliki arti nama sebagai jalan menuju kematian. Narasi ini dapat memicu kepanikan dan ketakutan masyarakat dalam penggunaan vaksin.
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Olipyu” (arsip) pada Senin (9/2/2026). Unggahan tersebut memperlihatkan terjemahan Google Translate a stra ze neca dari bahasa Latin ke bahasa Indonesia yang diklaim berarti jalan menuju kematian.
“Konspirasi Baru, Kalian ingat?? Nama obat vaksin itu Astra zeneca??? Dan yupp artinya jalan menuju kematian... Njirr merinding,” begitu narasi tertulis dalam keterangan unggahan.
Sampai artikel ini ditulis pada Rabu (17/06/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 19 likes dan 23 komentar.
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook “Jacky Geovani,” Threads @donnyra, dan X @MurtadhaOne1. Semua unggahan tersebut menampilkan gambar serupa yaitu hasil terjemahan Google Translate AstraZeneca yang berarti jalan menuju kematian.
Lantas, benarkah AstraZeneca berarti jalan menuju kematian?

Penelusuran Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Dari hasil penelusuran, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
Lebih lanjut, kami mengetikkan kata a stra ze neca pada Google terjemahan, hasilnya dari bahasa Latin ke Bahasa Indonesia memang jalan menuju kematian namun ketika dicari dari bahasa Indonesia ke Latin terjemahan berubah menjadi “via ad mortem.” Namun, penjelasan arti nama tersebut tidak sesuai dengan pernyataan dari AstraZeneca.
Hasil keliru tersebut sempat muncul di internet akibat keterbatasan algoritma mesin penerjemah otomatis (seperti Google Translate) ketika pengguna memecah kata secara paksa ke dalam bahasa Latin tanpa memahami struktur tata bahasa (grammar) yang benar.
Sebagai informasi, AstraZeneca merupakan perusahaan gabungan dari dua negara yang berbeda. Perusahaan Swedia Astra AB yang didirikan pada 1913 merger dengan perusahaan Inggris, Zeneca Group yang berdiri sejak 1993.
Melansir laman AstraZeneca, AstraZeneca didirikan pada tahun 1999 melalui penggabungan Astra AB dari Swedia dan Zeneca Group PLC dari Inggris. Penggabungan strategis ini menggabungkan kekuatan masing-masing perusahaan untuk mendorong terobosan ilmiah dan menghadirkan solusi inovatif bagi pasien di seluruh dunia.
“AstraZeneca was founded in 1999 through the merger of Sweden's Astra AB and the UK's Zeneca Group PLC. This strategic merger combined each company’s strengths to drive scientific breakthroughs and bring innovative solutions to patients around the globe. Since then, we have remained steadfast in our commitment to science and our pursuit of cutting-edge research, continuing to deliver life-changing medicines and transform healthcare for people everywhere.” Begitu dikutip laman AstraZeneca.
Kemudian, Tirto mengetikkan kata kunci “AstraZeneca berarti jalan menuju kematian,” pada mesin pencarian Google. Hasilnya mengarah pada laman Kompas, menilik arti AstraZeneca berdasarkan namanya, “Astra” berasal dari bahasa Yunani yang berarti “bintang,” dan “Zeneca” merupakan nama merek yang tidak memiliki arti dalam bahasa apa pun.
Dalam laman Telegraph, nama Zeneca merupakan branding yang diusulkan perusahaan konsultan Interbrand. Nama itu dipilih dengan alasan mudah diingat dan tidak memiliki arti negatif dalam bahasa mana pun.
Senada dengan hal tersebut, dalam lamanX AstraZeneca, yang diunggah pada 17 Oktober 2019, dijelaskan bahwa Astra AB didirikan pada tahun 1913 di Södertälje, Swedia. 'Astra' berakar dari bahasa Yunani astron, yang berarti 'bintang'. Zeneca dibentuk pada Juni 1993 melalui pemisahan bisnis farmasi dan agrokimia Imperial Chemical Industries (ICI) menjadi perusahaan terpisah.
Sedangkan nama “Zeneca” adalah nama yang dibuat oleh sebuah agensi yang diberi instruksi untuk menemukan nama yang dimulai dengan huruf dari atas atau bawah alfabet dan mudah diingat secara fonetik, tidak lebih dari tiga suku kata dan tidak memiliki arti yang menyinggung dalam bahasa apa pun.
“Astra AB was founded in 1913 in Södertälje, Sweden.'Astra' has its roots in the Greek astron, meaning 'a star'.
Zeneca was formed in June 1993 by the demerger of the pharmaceuticals and agrochemicals businesses of Imperial Chemical Industries (ICI) into a separate company.
“Zeneca” is an invented name, created by an agency instructed to find a name which began with a letter from either the top or bottom of the alphabet and was phonetically memorable, of no more than three syllables and did not have an offensive meaning in any language.” Begitu dikutip laman X AstraZeneca.
Adapun penggabungan antara perusahaan farmasi Swedia, Astra AB, dan Zeneca Group plc yang berbasis di Inggris pada tahun 1999, merupakan salah satu penggabungan terbesar di Eropa pada saat itu.
Dengan demikian, klaim yang menyebutkan bahwa AstraZeneca berarti jalan menuju kematian adalah tidak benar dan tidak didukung oleh fakta ilmiah dari AstraZeneca dan media kredibel mana pun.
Kesimpulan
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan bahwa AstraZeneca berarti jalan menuju kematian bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading). Tidak ada argumen dan bukti ilmiah yang mendasari klaim tersebut
AstraZeneca merupakan gabungan dari dua perusahaan farmasi besar yang melakukan merger pada tahun 1999, yaitu Astra AB asal Swedia dan Zeneca Group asal Inggris.
Adapun arti Astra dari bahasa Yunani “Astron” yang berarti bintang (a star) dan Zeneca merupakan nama buatan yang tidak memiliki arti dalam bahasa apa pun.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Editor: Tim Riset Tirto
Masuk tirto.id

































