Menuju konten utama

Salah, Prabowo Sebut Indonesia Jadi Kelinci Percobaan Vaksin TBC

Menkes membantah klaim tersebut & menyatakan pelaksanaan uji coba vaksin Tuberkulosis (TBC) sudah melewati uji klinis ketat & secara ilmiah terbukti aman.

Salah, Prabowo Sebut Indonesia Jadi Kelinci Percobaan Vaksin TBC
Periksa Fakta Indonesia Jadi Kelinci Percobaan. foto/Fuad
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sebuah unggahan video beredar di media sosial Facebook mengklaim Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyetujui Indonesia menjadi kelinci percobaan vaksin TBC.

Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook “زهرة الرائعة” (arsip) pada Senin (12/7/2026). Dalam unggahan menampilkan cuplikan video pidato Prabowo menyebutkan macam-macam vaksin dan membahas terkait komitmen Bill Gates untuk membantu Indonesia di bidang kesehatan.

Beliau sedang kembangkan vaksin TBC untuk dunia, tapi Indonesia akan jadi salah satu tempat yang akan diuji coba. Dan kita harus mengetahui bahwa TBC memakan korban kita cukup besar, yang meninggal hampir 100 ribu setiap tahun. Dan itu tekad kita untuk menurunkan dan beliau menunjukkan komitmen beliau untuk terus bantu kita di bidang itu. Juga untuk beliau sedang kembangkan vaksin malaria. Jadi pada dasarnya, saya menyampaikan komitmen-komitmen beliau untuk membantu kita mengendalikan penyakit sangat berbahaya yang endemik di negara kami. Dan kejayaan vaksin polio. Dan kami menanti-nantikan penyebab malaria dan TBC, yang saya pikir tidak akan terlalu jauh di masa depan.” Begitu narasi yang diucapkan Prabowo dalam video.

Sampai artikel ini ditulis pada Kamis (16/7/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 8 likes, 13 komentar, dan 680 kali tayangan. Kolom komentar terbagi dua sebagian warganet menyatakan menolak vaksin dan sebagian lainnya menyebutkan bahwa pemerintah memiliki tujuan untuk menurunkan angka kematian akibat TBC.

Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook "Eko Febriyanto" yang menampilkan cuplikan video serupa dan mengatakan Indonesia akan menjadi kelinci percobaan vaksin TBC.

Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

Periksa Fakta Indonesia Jadi Kelinci Percobaan

Periksa Fakta Indonesia Jadi Kelinci Percobaan. foto/hotline periksa fakta tirto

Penelusuran Fakta

Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

Berdasarkan keterangan pada akun Facebook resmi Kementrian Kesehatan RI, informasi yang menyatakan bahwa uji klinis vaksin TBC M72 bertujuan untuk membunuh masyarakat Indonesia adalah tidak benar.

Proses uji klinis vaksin ini telah melalui tahapan riset yang ketat dan pengawasan untuk memastikan vaksin aman. Indonesia dipilih karena tingginya angka kasus TBC, dan vaksin ini bisa menjadi solusi untuk menyelamatkan nyawa.

Menurut Erlina Burhan, guru besar dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan juga spesialis paru di Rumah Sakit Persahabatan, sekaligus peneliti utama nasional vaksin tuberculosis M72, klaim yang menyebutkan Indonesia menjadi kelinci percobaan vaksin TBC adalah tidak benar.

Wah ini saya harus menerangkan ini ya, nggak betul itu, nggak jelas banget kalau ada pendapat seperti itu ya karena uji klinis yang kita lakukan ini kan adalah proses riset yang sangat ilmiah ya. Dan ada tahapan-tahapannya, tahapan-tahapannya itu sangat dipantau bukan saja oleh negara Indonesia tapi juga oleh dunia karena penelitian ini dilakukan di banyak negara, sifatnya global. Jadi sebetulnya beruntung sekali Indonesia bisa ikut terlibat dalam penelitian vaksin TB ini.” Demikian jelas Erlina.

Erlina mengingatkan agar masyarakat berhati-hati dengan istilah kelinci percobaan karena dalam dunia riset sudah ada aturannya, ada tahapan-tahapannya. Khususnya untuk vaksin TB yang sedang dibicarakan ini, yaitu vaksin M72 yang disponsori oleh Bill & Melinda Gates Foundation.

Vakisn ini sebenarnya sudah dimulai uji cobanya secara preklinik, artinya uji cobanya bukan pada manusia, yaitu mulai diuji di laboratorium. Para peneliti menyebutnya sebagai penelitian in vitro, lalu berlanjut penelitian pada hewan untuk menguji efektivitas dan juga keamanannya. Penelitian dalam tahapan tersebut bahkan memakan waktu hingga 10 tahun.

Baru di tahun 2006, vaksin ini terbukti cukup efektif pada hewan, dan juga aman. Dari fase uji pada hewan tersebut, baru berlanjut pada tahapan selanjutnya, yaitu pada manusia. Tahapan penelitian pada manusia ini juga sangat lama dan tidak sembarangan. Penelitian pada tahapan tersebut memiliki fase-fase yang juga harus disetujui oleh Komite Etik, termasuk otoritas yang berwenang.

Seperti yang diberitakan Tirto, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyatakan bahwa pelaksanaan uji coba vaksin Tuberkulosis (TBC) yang dikembangkan oleh yayasan Bill Gates, The Gates Foundation, sudah melewati uji klinis yang ketat dan secara ilmiah sudah terbukti aman.

Hal ini sekaligus menepis kekhawatiran publik soal adanya isu terkait masyarakat Indonesia akan menjadi kelinci percobaan dari uji coba vaksin tersebut.

Pertanyaan (kekhawatiran) seperti ini itu banyak (pada saat) dilakukan di clinical trial (uji klinis) level 1 yang 3 tahun, 4 tahun yang lalu sudah dilakukan. Ini supaya mengedukasi masyarakat juga, ini bukan kayak kelinci percobaan,” ujar Budi saat ditemui usai menghadiri acara Peluncuran Nasional Gerakan Bersama Penguatan Desa dan Kelurahan Siaga TBC, di Kantor Kelurahan Rambutan, Jakarta Timur, Jumat (9/5/2025).

Budi menyatakan, vaksin-vaksin yang kini sudah ada, telah terbukti dalam menyelamatkan jutaan nyawa di seluruh dunia, sehingga anggapan soal vaksin berbahaya adalah salah.

Adapun, kata dia, saat ini TBC menjadi urutan kedua penyakit menular yang paling banyak membunuh orang di dunia.

100 tahun terakhir yang meninggal 1 miliar. Enggak ada penyakit yang membunuh sebanyak itu. Sekarang setiap tahun 1 juta lebih di dunia, semenit itu 2 yang meninggal, kita ngomong ini aja mungkin sudah 10 meninggal di dunia, di Indonesia setahunnya 125 ribu. Setiap 4 menit 1 meninggal. Jadi ini harus dihilangkan dan teman-teman lihat, bukti yang paling saintifik di dunia, begitu ada vaksinnya turun,” jelasnya.

Selain itu, menurut Budi, TBC merupakan penyakit yang hanya ada di negara menengah ke bawah. Sehingga, dengan kondisi itu, pemerintah harus berusaha untuk menekan angka penyakit dan menemukan vaksin.

Vaksinnya sudah ada. Sekarang dalam tahap clinical trial terakhir. Sama seperti Covid ada clinical trial 1, aman apa enggak, clinical trial 2 bisa di manusia, aman apa enggak. Tiga, dia lihat efektivitasnya kalau dikasih yang sembuh berapa persen? Nah, Indonesia menjadi tempat clinical trial 3 sudah jalan. Dua ribu lebih sudah disuntikan. Itu dilakukan oleh siapa? Oleh peneliti-peneliti dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia dan Universitas Padjadjaran,” ujarnya.

Adapun cuplikan video dalam unggahan tersebut adalah momen Prabowo menerima kunjungan pendiri Microsoft Group, Bill Gates, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 7 Mei 2025. Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan kedatangan filantropi asal Amerika Serikat itu bertujuan untuk memberikan dukungan pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG).

Dalam Tirto, Presiden Prabowo Subianto mengagumi kedermawanan Bill Gates, dalam bidang kesehatan, salah satunya karena mendanai pengembangan vaksin Tuberkulosis (TBC) untuk digunakan di seluruh dunia.

Prabowo mengatakan, Bill Gates tertarik untuk melakukan uji coba pengembangan vaksin TBC di Indonesia, bukan sebagai kelinci percobaan vaksin tersebut.

"Beliau sedang kembangkan vaksin TBC untuk dunia, tapi Indonesia akan menjadi salah satu tempat yang akan diuji coba, dan kita mengetahui bahwa TBC memakan korban [penduduk] kita cukup besar," kata Prabowo usai bertemu Bill Gates di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (7/5/2025).

Faktanya, vaksin TBC tersebut telah teruji secara klinis dan Prabowo menyatakan Indonesia terpilih karena tingginya beban penyakit TBC di Tanah Air, dan menyebut upaya ini bertujuan untuk menurunkan angka kematian akibat TBC yang mencapai hampir 100 ribu per tahun.

Dengan demikian, klaim yang menyebutkan Indonesia menjadi kelinci percobaan vaksin TBC adalah tidak benar dan tidak didasarkan pada fakta ilmiah.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyebutkan Indonesia menjadi kelinci percobaan vaksin TBC adalah informasi yang tidak utuh dan perlu diluruskan (missing context). Benar, Indonesia akan dijadikan tempat uji coba vaksin TBC, tetapi klaim bahwa Indonesia akan dijadikan kelinci percobaan adalah hal yang keliru.

Menteri Kesehatan menyatakan bahwa pelaksanaan uji coba vaksin Tuberkulosis (TBC) sudah melewati uji klinis yang ketat dan secara ilmiah sudah terbukti aman.

Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan, Bill Gates tertarik untuk melakukan uji coba pengembangan vaksin TBC di Indonesia, bukan sebagai kelinci percobaan vaksin tersebut.

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

Baca juga artikel terkait PERIKSA FAKTA KESEHATAN atau tulisan lainnya dari Tim Riset Tirto

tirto.id - Periksa Fakta
Penulis: Tim Riset Tirto
Editor: Tim Riset Tirto