Menuju konten utama

Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 55 Orang

Berdasarkan hasil koordinasi dengan BPBD hingga pukul 15.00 WITA, sebanyak 55 orang meninggal dunia dan 132 orang mengalami luka-luka.

Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 55 Orang
Tim SAR gabungan melakukan evakuasi terhadap korban tewas di Pelabuha L.Say Maumere, Sabtu (15/8/2026). Foto/ Dok.Basarna Maumere
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, bersama Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, meninjau Posko Desa Ronting, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada hari ketiga pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026.

Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup parah akibat gempa tersebut. Berdasarkan hasil koordinasi dengan BPBD hingga pukul 15.00 WITA, tercatat sebanyak 187 orang menjadi korban, dengan rincian 55 orang meninggal dunia dan 132 orang mengalami luka-luka.

“Kabupaten Manggarai Timur merupakan salah satu wilayah yang cukup parah terdampak gempa. Kami terus berupaya memastikan operasi pencarian dan pertolongan berjalan maksimal untuk membantu masyarakat yang terdampak,” terang Kabasarnas.

Saat berada di posko pengungsian, Kabasarnas memberikan imbauan dan penguatan kepada masyarakat. Ia meminta warga tetap waspada dan menghindari bangunan yang berpotensi roboh karena gempa susulan masih mungkin terjadi.

Kabasarnas juga mengajak masyarakat untuk saling membantu dan menguatkan dalam menghadapi situasi pascagempa. Menurutnya, kebersamaan antara pemerintah, petugas SAR, dan masyarakat sangat diperlukan agar proses penanganan dapat berjalan dengan baik.

Selain meninjau posko pengungsian, Kabasarnas mendampingi Mendagri menuju Posko SAR di wilayah Manggarai Timur. Dalam kesempatan tersebut, Kabasarnas menegaskan komitmen Basarnas untuk terus memberikan pelayanan pencarian dan pertolongan selama 24 jam di wilayah terdampak.

Pada pelaksanaan Operasi SAR hari ketiga, Basarnas mengerahkan 119 personel yang tersebar di sejumlah wilayah terdampak. Sebanyak 11 personel ditempatkan di Kabupaten Nagekeo, 5 personel di Kabupaten Ende, 12 personel di Kabupaten Manggarai Timur, ditambah 14 personel dari tim pusat.

Selanjutnya, 21 personel berada di Kabupaten Sikka, 9 personel di Kabupaten Manggarai Barat dengan tambahan 23 personel dari tim pusat, serta 17 personel di Kabupaten Manggarai, khususnya wilayah Reo, bersama kru KN SAR 250. Selain itu, sebanyak 7 personel kru helikopter HR 3604 turut mendukung pelaksanaan operasi SAR.

Secara keseluruhan, penanganan gempa bumi ini melibatkan 711 personel dari berbagai unsur, di antaranya TNI, Polri, BPBD, BMKG, PMI, Kementerian Perhubungan, Pelindo, Pelni, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat.

Kantor SAR Maumere bersama tim SAR pusat terus melakukan pencarian, pertolongan, evakuasi, serta pemantauan di sejumlah wilayah terdampak. Pengerahan personel dan sarana pendukung terus dikoordinasikan untuk memastikan penanganan masyarakat terdampak berjalan efektif dan optimal.

Basarnas memastikan kesiapsiagaan personel dan sarana pendukung tetap terjaga selama operasi berlangsung, dengan prioritas utama keselamatan dan pertolongan masyarakat yang terdampak gempa.

Baca juga artikel terkait GEMPA atau tulisan lainnya dari Mario Wihelmus PS

tirto.id - Flash News
Kontributor: Mario Wihelmus PS
Penulis: Mario Wihelmus PS
Editor: Anggun P Situmorang