tirto.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengungkapkan pemerintah membuka peluang untuk mengintegrasikan Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) ke dalam bursa mineral dan komoditas yang tengah disiapkan Presiden Prabowo Subianto.
Dia hanya bisa memastikan bursa yang akan mematok harga sekaligus memperdagangkan komoditas-komoditas utama Indonesia seperti CPO dan batu bara tersebut akan diberikan nama Indonesia Commodity Exchange (Icomex).
"Ada [kemungkinan untuk mengintegrasikan ICDX dengan Bursa Mineral dan Komoditas], nanti kita lihat ininya. Bisa jadi kan mungkin bisa gabung, mungkin bisa sendiri," kata dia kepada awak media, di Halaman Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2026).
Namun demikian, sampai saat ini pemerintah masih mematangkan konsep pembentukan Icomex. Dia mengatakan, pemerintah masih melihat berbagai kemungkinan dalam pembentukan Icomex.
"Ini sedang proses nanti untuk diatur sedemikian rupa, intinya adalah bukan ada ini dan sebagiannya, tidak," sambungnya.
Prasetyo menegaskan, pembentukan bursa mineral dan komoditas bukan dimaksudkan sekadar menambah lembaga atau bursa baru. Menurutnya, pemerintah ingin memperkuat kedaulatan Indonesia terhadap komoditas yang diproduksi di dalam negeri.
"Intinya adalah kedaulatan terhadap barang-barang yang kita miliki harus kita yang menentukan. Selama ini kan enggak," kata dia.
Prasetyo juga mengaku, pemerintah belum menetapkan secara final komoditas apa saja yang nantinya diperdagangkan melalui bursa mineral dan komoditas. Namun, dia memberi sinyal bahwa komoditas utama yang menjadi produksi Indonesia akan menjadi prioritas. Beberapa di antaranya yakni crude palm oil (CPO), nikel, dan batu bara.
"Belum, belum diputuskan. Yang pasti adalah komoditas-komoditas yang memang itu produksi kita yang paling utama. Misalnya CPO, nikel, batu bara," ujarnya.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id






































