Menuju konten utama

Tidak Benar, Virus Marburg Dapat Diaktifkan Melalui 5G

Tidak ada penelitian dan bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa virus Marburg dapat diaktifkan oleh 5G.

Tidak Benar, Virus Marburg Dapat Diaktifkan Melalui 5G
Periksa Fakta aktivasi Parasit Marburg melalui 5G. foto/Fuad
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sebuah unggahan beredar di media sosial Facebook mengklaim virus Marburg dapat diaktifkan melalui 5G bagi semua orang yang telah divaksinasi. Penyebaran virus Marburg diklaim sebagai pandemi berikutnya dan merupakan virus paling mematikan di bumi.

Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook “Rei Chan(arsip) pada Kamis (7/5/2026) yang membagikan ulang unggahan akun “Harpazpo Joseph.” Unggahan tersebut menampilkan cuplikan video berdurasi 4 menit 4 detik berisi pemaparan Dr. Rashid Buttar terkait virus Marburg yang diklaim dapat dilepaskan melalui sinyal 5G.

Meaning that out of every hundred people that get it 88% or 88 out of 100 will die. Signal from the 5G towers signals this release. It's a sequence of three bursts that lasts a minute long and it's using the 18 gigahertz frequency or maybe it's a 16 gigahertz frequency.” Begitu narasi diucapkan Rashid dalam video.

Pengunggah juga menambahkan keterangan pada unggahan, “Inilah yang perlu Anda ketahui untuk aktivasi Marburg Parasite melalui 5G untuk semua orang yang mengambil jabby-jab. Ini adalah ‘”pandemic berikutnya” Bill Gates berbicara tentang Marburg Virus PALING mematikan di BUMI! Jutaan orang akan mati - Ribuan orang akan berdarah keluar dan muncul "zombie like"

JIKA KITA BERSIAP dengan JAMU & DETOKS untuk MENGOBATI CEPAT KITA DAPAT MENYELAMATKAN NYAWA SEPERTI COVID - RUMAH SAKIT AKAN MENJADI HUKUMAN MATI TIDAK ADA VAKSIN YANG AKAN BEKERJA Marburg adalah surga darah yang menyebabkan Demam berdarah, yang merusak pembuluh darah dan menyebabkan pendarahan yang luas. Tidak ada antibiotik yang bekerja - tidak ada anti virus.

Virus RNA seperti Marburg dalam keluarga virus Filoviridae. Ebolavirus, juga filovirus, secara genetis berbeda, tetapi terkait erat dengan virus marburg. Parasit Marburg menyebabkan virus RNA dalam tubuh! Ingat DNA MRNA dalam vaksin Covid ? Ya virus ini ada di MRNA yang kau suntik! 🤫 Para elit setan menggunakan energi panen dan kemudian membuang energi itu ke makanan kita dan ke dalam air kita, dan kemudian kita mengkonsumsinya dan mendapatkan energi yang sama! Mereka menyemprotkan bahan kimia & virus ( graphene oxide, aluminium, barium, Lithium & Strontium, MYCOPLASMA dll. )

It’s Ethylene RACUN UDARA 💨 Anda dapat menyuntikkan koloid perak langsung ke sinus Anda yang membantu detoksifikasi paru-paru dan saluran udara bakteri dan virus. 650 Patogen perak membunuh saat kontak. Saat Anda menambahkan koloid perak ke waduk dalam nebizer medis dan mengaktifkan mesin, itu akan atomisasi cair koloid perak dan mengubahnya menjadi uap yang dapat Anda hirup melalui mulut atau melalui hidung Anda. Dalam kasus dugaan masalah sinus, menghirup melalui hidung jelas akan menjadi metode yang paling diinginkan, karena itu memungkinkan uap perak koloid untuk menutupi rongga sinus Anda saat Anda menghirupnya. Tidak perlu antibiotik, Albuterol atau rumah sakit saat Anda siap di rumah! Lakukan riset sendiri dan konsultasi lah dengan ahli di bidangnya sebelum mengonsumsinya. Semoga berhasil.

Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (26/06/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 10 tanda suka dan 1 kali dibagikan.

Lantas, benarkah virus Marburg dapat diaktifkan melalui jaringan 5G?

Periksa Fakta aktivasi Parasit Marburg melalui 5G

Periksa Fakta aktivasi Parasit Marburg melalui 5G. foto/Hotline periksa fakta tirto

Penelusuran Fakta

Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

Sebagai informasi, Dr. Rashid Ali Buttar adalah seorang dokter osteopati asal Amerika Serikat yang dikenal karena pandangan medis alternatifnya yang kontroversial dan keterlibatannya dalam gerakan anti vaksin. Rashid lahir pada 20 Januari 1966 dan meninggal dunia pada 18 Mei 2023 di usianya yang ke-57 tahun.

Melansir laman Kementerian Kesehatan RI terkait informasi Frequently Asked Questions (FAQ) penyakit virus Marburg, penyakit virus Marburg merupakan penyakit demam berdarah yang disebabkan oleh virus Marburg (termasuk dalam famili filovirus yang merupakan satu famili dengan virus Ebola) yang dapat ditularkan dari kelelawar dan antar manusia. Penyakit ini bersifat jarang namun dapat mengakibatkan wabah dengan angka kematian yang besar (24-88% atau sekitar 50%)

Virus Marburg dapat ditularkan dari satu orang ke orang yang lain melalui darah dan cairan tubuh lainnya (termasuk urin, saliva/air liur, keringat, feses/tinja, bekas muntahan, ASI, dan cairan semen/sperma) dari manusia baik masih hidup atau sudah meninggal yang terinfeksi virus Marburg. Virus Marburg dapat masuk melalui kulit yang terluka atau membran mukosa yang tidak terlindungi seperti mata, hidung, dan mulut.

Selain itu, virus ini juga dapat menyebar melalui alat-alat seperti pakaian, tempat tidur dan perlengkapannya, jarum suntik, serta alat medis yang telah terkontaminasi dengan darah atau cairan tubuh dari seseorang yang terinfeksi virus Marburg.

Dalam beberapa kasus, virus Marburg dapat ditularkan melalui cairan semen dari seseorang yang sembuh dari penyakit virus Marburg. Penularan dapat terjadi baik melalui oral, vaginal, atau seks anal.

Hingga saat ini, belum pernah dilaporkan kasus konfirmasi penyakit virus Marburg di Indonesia dan di negara sekitar Indonesia sehingga risiko importasi penyakit virus Marburg di Indonesia rendah.

Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Virus Marburg diaktifkan melalui 5G” pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke laman AFP Fact Check, yang menuliskan bahwa tidak ada kaitannya antara virus Marburg dengan vaksin Covid.

Otoritas kesehatan dan para ahli mengatakan penyakit Marburg, demam berdarah mematikan yang mirip Ebola, tidak dapat ditularkan melalui jaringan 5G. Amira Roess, seorang profesor dan ahli epidemiologi di Universitas George Mason mengatakan bahwa tidak ada virus hidup dalam vaksin mRNA Covid-19 yang banyak digunakan.

"Komponen vaksin tidak termasuk apa pun yang terkait dengan virus Marburg. Tidak ada bukti yang mendukung klaim bahwa 5G dapat mengaktifkan virus tersebut." Begitu keterangan Amira Roess.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC AS) mengatakan bahwa virus Marburg adalah virus RNA yang ditularkan melalui hewan dari keluarga Filovirus keluarga yang sama dengan enam spesies virus Ebola yang dikenal.

CDC AS menyatakan bahwa virus Marburg memiliki tingkat kematian kasus antara 23-90% dan diagnosa klinisnya sulit karena tanda dan gejalanya mirip dengan penyakit lain.

Tidak ada bukti bahwa teknologi nano router, yang dapat menerima 5G, terdapat dalam vaksin COVID-19. Bahan-bahan vaksin COVID-19 dapat diakses publik di lembaga kesehatan seperti CDC AS.

Senada dengan hal tersebut, dalam laman Saber Hoaks Kota Blitar, para ahli menyebut bahwa vaksinasi, virus Marburg, dan sinyal 5G tidak saling berkaitan. Penyakit dari virus Marburg merupakan penyakit demam berdarah mematikan yang mirip Ebola, penyakit ini tidak dapat ditularkan dengan cara seperti penyuntikan vaksin.

[HOAKS] Sinyal 5G Dapat Mengaktifkan Virus Marburg yang Mematikan Bagi yang Sudah Disuntik Vaksin Covid-19,” begitu dikutip dari laman Saber Hoaks Kota Blitar, Jumat (26/06/2026).

Klaim bahwa virus Marburg diaktifkan melalui jaringan 5G adalah teori konspirasi yang tidak memiliki dasar ilmiah dan terbukti sebagai hoaks.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyebutkan bahwa virus Marburg dapat diaktifkan melalui sinyal 5G bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

Tidak ada mekanisme fisik atau biologis yang memungkinkan sinyal jaringan nirkabel mengaktifkan virus di dalam tubuh manusia. Tidak ada penelitian dan bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa virus Marburg dapat diaktifkan oleh 5G.

Amira Roess seorang ahli epidemiologi dan profesor dari Universitas George Mason menyebut bahwa komponen vaksin Covid-19 tidak mencakup apa pun yang berkaitan dengan virus Marburg dan tidak ada bukti pendukung bahwa sinyal 5G dapat mengaktifkan virus.

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

Baca juga artikel terkait HOAKS VAKSIN atau tulisan lainnya dari Tim Riset Tirto

tirto.id - Periksa Fakta
Penulis: Tim Riset Tirto
Editor: Tim Riset Tirto