Indeks Hoaks Vaksin

Keliru, Bahaya Vaksin HPV Gardasil 9 untuk Anak Laki-Laki
Pendidikan kesehatan seksual penting, tapi tidak punya fungsi sama dengan vaksinasi. Keduanya tidak tepat diposisikan sebagai hal yang saling menggantikan.

Keliru, Sejumlah Klaim Terkait Vaksin Human Papillomavirus Anak
Kemenkes menjelaskan, vaksin HPV dipastikan aman. Efek samping yang umum terjadi antara lain nyeri, kemerahan atau pembengkakan di lokasi suntikan, & demam.

Salah, Vaksin HPV Adalah Upaya Depopulasi & Sterilisasi Anak
Tidak terdapat bukti ilmiah yang menunjukkan vaksin HPV menyebabkan infertilitas, merusak organ reproduksi, maupun digunakan untuk mengurangi populasi.

Keliru, Vaksin Hepatitis B Berbahaya & Sebabkan Kematian Bayi
Bukti keamanan yang ditinjau CDC justru tidak menemukan perbedaan kematian antara bayi yang menerima vaksin Hepatitis B dan yang tidak menerima vaksin.

Tidak Benar, Efek Samping Vaksin DPT Daptacel Disembunyikan
Faktanya, informasi mengenai potensi kejadian setelah vaksinasi dan informasi produk vaksin DPT merk Daptacel tersedia untuk publik.

Salah, Vaksin COVID-19 Sebabkan Kematian Pelari dan Pendaki
Berbagai literatur medis menegaskan, berolahraga pasca-vaksinasi adalah hal yang aman, selama tidak mengalami efek samping berat, seperti demam tinggi.

Keliru, Video Bill Gates Sebut Vaksin COVID-19 Akan Mengubah DNA
Bill and Melinda Gates Foundation serta para ahli medis menegaskan, Gates tidak pernah mengeluarkan pernyataan bahwa vaksin dapat mengubah DNA.

Salah, Vaksin HPV Sebabkan Autoimun, Vaskulitis, hingga Kematian
Faktanya, tidak terdapat bukti yang cukup untuk menyimpulkan bahwa vaksin HPV menyebabkan vaskulitis serebral atau kematian.

Hoaks, Rekayasa Vaksin Hantavirus Dibuat Moderna sejak 2023
Tahun 2023, Korea University dan Moderna menandatangani perjanjian riset untuk mengembangkan vaksin hantavirus, bukan untuk merekayasa adanya virus hanta.

Salah, Tinta Tak Kasat Mata dalam Vaksin untuk Sistem Pengawasan
Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim bahwa vaksin mengandung tinta tak kasat mata. Teknologi seperti itu tidak pernah ditemukan dalam vaksin.

Salah, Prabowo Sebut Indonesia Jadi Kelinci Percobaan Vaksin TBC
Menkes membantah klaim tersebut & menyatakan pelaksanaan uji coba vaksin Tuberkulosis (TBC) sudah melewati uji klinis ketat & secara ilmiah terbukti aman.

Hoaks, Vaksin HPV Bahayakan Nyawa Anak-Anak
Berdasarkan studi, anak-anak memiliki respons imun lebih kuat. Jadi, pemberian vaksin sangat dianjurkan, guna mendapatkan efektivitas perlindungan maksimal.

Salah, Video Klaim Vaksin COVID-19 Mengandung Grafena Oksida
Pfizer menegaskan, vaksin COVID-19 tidak mengandung graphene oksida dan bahan ini juga tidak terdaftar dalam vaksin COVID-19 manapun di seluruh dunia.

Tidak Benar, Virus Marburg Dapat Diaktifkan Melalui 5G
Tidak ada penelitian dan bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa virus Marburg dapat diaktifkan oleh 5G.

Keliru, Vaksin Dapat Merusak DNA dan Sistem Kekebalan Tubuh
Kemenkes menegaskan, vaksin bermanfaat untuk melindungi seseorang dari penyakit tertentu & meningkatkan kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit menular.

Keliru, AstraZeneca Berarti Jalan Menuju Kematian
AstraZeneca merupakan gabungan dari dua perusahaan farmasi besar yang melakukan merger pada 1999, yaitu Astra AB asal Swedia dan Zeneca Group asal Inggris.

Tidak Benar, Hantavirus Disebut Pandemi COVID-19 Jilid 2
Sampai saat ini tidak ada bukti yang membenarkan klaim bahwa hantavirus merupakan “COVID-19 jilid 2” atau akan memicu pandemi global seperti COVID-19.

Salah, Pfizer Rilis Daftar Efek Samping Vaksin Covid-19
Pfizer membantah klaim bahwa mereka merilis daftar rahasia efek samping vaksin COVID-19. Dokumen itu adalah kumpulan laporan pengawasan keamanan rutin.

Salah, Video Klaim Rekayasa Produksi Hantavirus Gunakan APD
Video tersebut merupakan proses evakuasi penumpang kapal pesiar ekspedisi MV Hondius yang dilakukan oleh tim medis & petugas keamanan dengan pakaian hazmat.

Hoaks, Video Penyanyi Alami Kematian Mendadak Setelah Vaksin
Vaksin COVID tidak terkait dengan risiko kematian mendadak. Orang muda & sehat tidak memiliki risiko tambahan tersebut jika divaksinasi COVID-19.
Masuk tirto.id








