tirto.id - Mandi menjadi aktivitas wajib untuk membersihkan tubuh dari berbagai kotoran seperti keringat dan debu. Di sisi lain, banyak orang beranggapan bahwa mandi lama membuat tubuh semakin bersih, tapi benarkah demikian?
Banyak orang masih beranggapan bahwa mandi dalam waktu lama atau mandi berulang kali dalam sehari adalah cara terbaik untuk menjaga tubuh tetap bersih. Karena itu, tak sedikit orang yang menghabiskan waktu lama di kamar mandi atau berendam dengan durasi panjang.
Saat mandi, kulit terpapar air dan sabun yang berfungsi membersihkan, tapi juga dapat memengaruhi kondisi alami kulit jika dilakukan secara berlebihan.
Maka dari itu, penting bagi setiap orang untuk memahami cara mandi yang benar, tidak hanya dari segi produk yang digunakan, tapi juga durasi mandi yang ideal. Dengan kebiasaan mandi yang tepat, kulit dapat tetap bersih, sehat, dan nyaman tanpa risiko kering atau iritasi.
Mandi Semakin Lama, Benarkah Semakin Bersih?

Semakin lama mandi, maka tubuh dianggap semakin bersih. Ini adalah anggapan yang cukup umum di tengah masyarakat. Padahal, durasi mandi yang terlalu panjang tidak selalu memberikan manfaat tambahan.
Membersihkan tubuh sebenarnya lebih dipengaruhi oleh cara mandi yang benar, misalnya menggunakan sabun secukupnya dan membilas dengan bersih, bukan oleh lamanya waktu berada di bawah air.
Jika mandi terlalu lama, terutama dengan air hangat atau panas, justru bisa berdampak kurang baik pada kulit. Minyak alami yang berfungsi menjaga kelembapan kulit dapat terkikis sehingga kulit menjadi kering, terasa ketarik, bahkan munfkin lebih mudah iritasi.
Mandi lama memang bisa memberikan sensasi “bersih”, tapi ini hanya sesaat karena efek jangka panjangnya justru kurang sehat bagi kulit.
Mandi dengan durasi yang ideal dan efisien sudah cukup untuk membersihkan kotoran, keringat, dan bakteri di permukaan kulit. Jadi, mandi lebih lama bukan berarti lebih bersih, yang terpenting adalah kebiasaan mandi yang seimbang dan sesuai kebutuhan kulit.
Ini Penjelasan Expert tentang Durasi Mandi yang Ideal

Mandi terlalu lama bukan berarti lebih bersih dan lebih baik. Oleh karena itu, para ahli tidak merekomendasikan mandi dalam durasi lama demi menghindari dampak negatifnya pada tubuh.
Dikutip dari website Toronto Dermatology Centre, ahli dermatologi Dr. Anatoli Freiman mengungkapkan bahwa mandi terlalu lama, baik itu berendam atau menggunakan shower, akan menimbulkan efek samping tersendiri pada kulit.
Di sisi lain, setiap setelah mandi, meskipun dalam durasi cukup atau sebentar, kita dianjurkan untuk selalu menjaga kelembapan kulit, misalnya menggunakan moisturizer.
“Kulit bisa menjadi kering (jika mandi lama),” kata Dr. Anatoli Freiman. “Tapi intinya, setelah mandi atau berendam, Anda perlu mengeringkan diri dengan menepuk-nepuk (pakai handuk) dan mengoleskan moisturizer untuk mengunci kelembapannya.”
Sementara itu, dermatolog Whitney Bowe MD mengungkapkan bahwa bukan hanya durasi, tapi suhu air juga harus diperhatikan, terutama jika memiliki kulit yang cenderung kering. Fakta lainnya, suhu air juga bisa berpengaruh pada keindahan rambut.
“Jika Anda memiliki kulit kering, mandilah dengan air hangat dan singkat. Mandi yang lama dan panas dapat benar-benar membuat kulit kering,“ katanya seperti dikutip dari situs Refinery29. ”Bilasan air dingin akan membantu menutup kutikula rambut, menghasilkan kilau dan mengunci kelembapan."
Dampak Mandi Terlalu Lama bagi Kesehatan Kulit

Mandi menjadi salah satu cara sederhana untuk menjaga kebersihan tubuh sekaligus menyegarkan pikiran. Namun, tanpa disadari, kebiasaan mandi terlalu lama justru dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan, terutama pada kulit. Berikut beberapa dampak mandi terlalu lama:
1. Kulit Menjadi Lebih Kering
Mandi terlalu lama, terutama dengan air hangat, dapat meluruhkan minyak alami kulit yang berfungsi menjaga kelembapan. Kehilangan minyak alami kulit bisa membuat kulit terasa kering. Dalam jangka panjang kulot bisa tampak bersisik dan tidak sehat.2. Skin Barrier Melemah
Kulit yang menjadi kering dan kehilangan kelembapan akibat terlalu lama mandi juga akan melemahkan skin barrier. Jika lapisan pelindung ini rusak, maka kulit akan lebih sensitif, mudah berjerawat, dan tampak tidak sehat.3. Memicu Gatal dan Iritasi
Kulit yang kehilangan kelembapan dan menjadi kering biasanya akan terasa gatal. Jika kebiasaan mandi lama terus dilakukan, rasa gatal bisa berkembang menjadi iritasi ringan. Pada sebagian orang, kondisi ini mungkin bisa memicu eksim.4. Memperparah Masalah Kulit Sensitif
Bagi pemilik kulit sensitif, mandi terlalu lama dapat memperburuk kondisi kulit. Paparan air dan bahan pembersih (sabun) dalam waktu lama meningkatkan risiko reaksi negatif. Kulit bisa terasa perih, kencang, dan tidak nyaman setelah mandi.Berapa Lama Waktu Mandi yang Dianjurkan?

Menurut ahli dermatologi Dr. Edidiong Kaminska MD, waktu mandi yang disarankan adalah sekitar 5–10 menit. Rentang waktu tersebut sebenarnya sudah cukup bagi kita untuk membersihkan tubuh sekaligus menghidrasi kulit tanpa berlebihan.
“Kulit kita membutuhkan air, seperti halnya tubuh, tapi jika kita terlalu banyak atau terlalu sedikit mandi, maka akan ada konsekuensinya,” kata Dr. Edidiong Kaminska MD seperti dikutip dari Healthline.
Hal senada juga diungkap oleh dr. Suzy Maria, Sp.PD yang mengatakan bahwa mandi yang terlalu lama bisa membuat kulit semakin kering. Karena itu ia menyarankan agar mandi tak lebih dari 10 atau 15 menit.
“Setiap kegiatan kita mandi itu kita akan mengurangi cairan alamiah yang ada di kulit kita. Jadi, makin lama kita mandi, cairannya akan makin kebuang, hilang, kulit kita akan makin kering,” kata dr. Suzy Maria, Sp.PD., seperti dilansir dari kanal YouTube Hidup Sehat tvOne.
“(Durasi mandi) yang dianjurkan itu cuma sekitar 10–15 menit, atau 5–10 menit, enggak usah lebih lama dari itu.
Tak hanya soal durasi dalam satu kali mandi, terlalu sering mandi dalam sehari juga bisa memiliki dampak yang serupa. Namun, dr. Suzy menegaskan bahwa tidak ada patokan terkait seberapa sering seseorang harus mandi karena hal itu sangat bergantung pada beberapa faktor.
“Tidak ada aturan resmi seberapa sering kita harus mandi dalam sehari. Itu (sering mandi) lebih berdasarkan culture. Secara ilmiah, tidak ada aturan resminya,” katanya.
“Yang menentukan seberapa sering kita harus mandi ada tiga hal, bagaimana aktivitas kita, bagaimana kondisi kulit kita, dan kita tinggal di mana.”
Lebih lanjut, dr. Suzy menjelaskan bahwa jika banyak beraktivitas yang menimbulkan keringat, kondisi kulit yang berminyak, atau tinggal di negara tropis seperti Indonesia yang bersuhu panas dan memiliki kelembapan tinggi, tentunya kita perlu lebih sering mandi untuk memastikan kebersihan tubuh.
Kesalahan Umum saat Mandi yang Sering Tidak Disadari

Tanpa disadari, ada banyak kebiasaan mandi yang keliru dan justru membuat kulit menjadi kering, iritasi, atau terasa kurang nyaman. Mulai dari durasi hingga soal penggunaan sabun, berikut adalah beberapa kesalahan umum saat mandi dilansir dari WebMD:
1. Mandi Terlalu Lama atau Terlalu Sering
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya mandi lama tidak membuat tubuh menjadi lebih bersih, tapi justru akan membuat kulit menjadi lebih kering. Selain itu, mandi terlalu sering juga tidak direkomendasikan, kecuali tubuh sering kotor atau berkeringat.Terlalu lama atau sering dapat menghilangkan minyak sehat dan bakteri baik yang melindungi kulit. Hal ini berisiko menyebabkan kulit menjadi kering, gatal, serta mempermudah bakteri jahat masuk melalui celah kulit yang rusak/pecah.
2. Penggunaan Sabun yang Salah
Saat mandi, pakai sabun yang secukupnya dan tidak perlu terlalu banyak. Pemilihan jenis sabun juga harus diperhatikan untuk menjaga kesehatan kulit. Sebaiknya pilih sabun yang berbahan lembut karena cocok untuk semua jenis kulit, termasuk kulit sensitif.Tak sedikit orang yang memilih menggunakan sabun antibakteri. Padahal, memakai sabun bakteri setiap hari dapat membunuh banyak bakteri, termasuk jenis bakteri baik yang dibutuhkan kulit. Penggunaan sabun yang tidak tepat dapat mengikis kelembapan alami dan membuat kulit terasa sangat kering.
3. Menggunakan Air yang Terlalu Panas
Mandi air panas dalam waktu lama dapat menghilangkan minyak alami kulit sehingga memicu rasa kering dan gatal. Untuk melindungi kesehatan kulit, disarankan untuk menggunakan air hangat kuku saja saat mandi. Batasi juga durasi mandi sekitar 5–10 menit saja agar kelembapan kulit tetap terjaga.4. Tidak Rutin Mencuci Handuk
Handuk yang lembap merupakan tempat berkembang biak yang ideal bagi bakteri, jamur, hingga virus. Handuk yang kotor dapat menyebabkan berbagai masalah kulit. Jadi, pastikan untuk mencuci atau mengganti handuk setidaknya seminggu sekali dan gantung di tempat yang kering setelah digunakan.5. Jarang Membersihkan Loofah (Spons Mandi)
Celah-celah pada loofah adalah tempat persembunyian yang sempurna bagi kuman karena kondisinya yang sering basah. Kita harus membersihkan loofah, lalu menggantungnya di tempat yang kering. Selain itu, gantilah loofah alami setiap 3 hingga 4 minggu dan loofah plastik setiap 2 bulan sekali.6. Tidak Segera Menggunakan Pelembap
Pelembap bekerja dengan cara mengunci kelembapan yang sudah ada di dalam kulit setelah mandi. Waktu terbaik untuk mengaplikasikan losion atau krim adalah segera setelah mengeringkan tubuh. Pastikan untuk mengoleskan pelembap dalam beberapa menit setelah keluar dari kamar mandi agar hasilnya maksimal.Tips Mandi Sehat agar Kulit Tetap Lembap

Menjaga kulit tetap lembap tidak hanya bergantung pada produk perawatan, tapi juga pada cara mandi yang benar. Pemilihan suhu air, durasi mandi, hingga jenis sabun yang digunakan berperan besar dalam mempertahankan kelembapan alami kulit.
Dengan menerapkan kebiasaan mandi yang sehat, kulit bisa terasa bersih, segar, dan tetap terhidrasi dengan baik. Berikut beberapa tips mandi dari agar kulit tetap sehat:
1. Gunakan Air Hangat, Bukan Panas
Jika tidak ingin memakai air dingin, kita bisa memakai air hangat untuk mandi, tapi pastikan airnya tidak terlalu panas. Air yang terlalu panas dapat membuat kulit kehilangan minyak alaminya lebih cepat. Akibatnya, kulit bisa terasa kering dan ketarik setelah mandi.2. Pilih Sabun yang Lembut
Gunakan sabun batangan atau sabun cair dengan formula lembut dan tidak terlalu banyak kandungan bahan keras. Produk yang terlalu kuat bisa membuat kulit menjadi kering dan mudah iritasi.3. Mulai Mandi dari Bawah ke Atas
Saat mandi, terutama jika memakai air dingin, mulailah dari tubuh bagian bawah seperti kaki, bukan langsung mengguyur kepala Tujuannya agar tubuh beradaptasi dengan suhu air. Dengan membasahi bagian bawah dulu, tubuh tidak akan “kaget” dan punya waktu untuk melakukan penyesuaian aliran darah dan suhu tubuh secara keseluruhan.4. Perhatikan Area Lipatan dan Bagian Tersembunyi
Jangan lupa membersihkan area tersembunyi seperti lipatan kulit, ketiak, selangkangan, dan sela-sela jari kaki. Area ini cenderung lembap dan mudah menjadi tempat berkumpulnya kotoran serta bakteri. Membersihkannya dengan lembut membantu menjaga kebersihan tanpa menyebabkan iritasi.5. Batasi Durasi Mandi Sekitar 5–10 menit
Waktu 5–10 menit sudah cukup untuk membersihkan tubuh secara menyeluruh. Durasi yang tepat membantu menjaga kulit tetap bersih dan sehat.6. Gunakan Pelembap setelah Mandi
Setelah mandi dan mengeringkan tubuh, segera aplikasikan pelembap untuk mengunci kelembapan kulit. Kulit yang masih sedikit lembap akan menyerap produk dengan lebih baik. Kebiasaan ini membantu menjaga kulit tetap halus, lembut, dan terhidrasi lebih lama.Rekomendasi Produk Mandi yang Ramah untuk Kulit

Setelah mengetahui kesalahan dan cara mandi yang tepat, pemilihan produk mandi menjadi langkah penting berikutnya. Berikut beberapa rekomendasi sabun mandi atau body wash untuk membersihkan tubuh sekaligus aman bagi kulit:
1. Cetaphil Ultra Gentle Body Wash
Cetaphil Ultra Gentle Body Wash merupakan sabun mandi yang diformulasikan khusus untuk membersihkan tubuh dengan lembut sehingga aman digunakan untuk semua jenis kulit, termasuk kulit sensitif.Dengan formula hypoallergenic yang telah teruji secara klinis, sabun ini efektif membersihkan sekaligus membantu melembapkan kulit. Sabun ini mengandung aloe vera, vitamin B5, dan vitamin E untuk menutrisi dan menjaga kulit tetap lembap. Sabun ini bisa dibeli dengan harga sekitar Rp100.000–Rp110.000 (500 ml)
2. Biore Bright Lovely Sakura Hyaluronic Acid
Sabun mandi cair ini membantu membersihkan kulit sekaligus membuatnya tampak lebih cerah, lembut, dan terjaga kelembapannya. Diformulasikan dengan Japan Bright Micellar dan hyaluronic acid, produk ini mampu mengangkat kotoran secara efektif tanpa membuat kulit terasa kering.Sebagai micellar body wash pertama di Indonesia, sabun ini juga memberikan sensasi mandi yang menyenangkan dengan aroma bunga sakura yang lembut dan menenangkan. Dapatkan sabun cair ini hanya dengan harga sekitar Rp40.000–Rp45.000 (800 ml).
3. THE BATH BOX - Goats Don't Lie Original Liquid Soap
Goats Don’t Lie adalah sabun cair 100% natural yang diproses secara tradisional dan aman digunakan untuk segala usia, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Setiap tetesnya mengandung susu kambing segar, olive oil, pure shea butter, dan jojoba oil untuk menutrisi dan melembapkan kulit.Sabun ini tidak mengandung bahan pengawet, detergen sintetis, maupun bahan kimia keras. Sabun ini membersihkan kulit dengan lembut tanpa meninggalkan rasa licin. Sabun cair ini bisa didapatkan dengan harga sekitar Rp110.000–Rp120.000 (300 ml).
4. AVEENO Skin Relief Body
Aveeno Skin Relief Body Wash merupakan sabun yang cocok untuk semua jenis kulit, terutama kulit kering hingga sensitif. Diformulasikan dengan Triple Oat Complex, sabun mandi ini terbukti 2x lebih efektif melembapkan serta membantu menenangkan dan melindungi kulit ekstra kering.Sabun ini elah teruji oleh dermatolog, bersifat hypoallergenic, bebas tambahan sabun dan pewangi, serta memiliki pH seimbang sehingga aman digunakan setiap hari dan tetap lembut di kulit. Aveeno Skin Relief Body Wash dibanderol dengan harga sekitar Rp360.000–Rp370.000 (1 liter).
5. Biotalk Honey Calendula Body Wash
Sabun mandi cair yang sudah terdaftar BPOM dan bersertifikat halal ini diformulasikan untuk melembapkan sekaligus menutrisi kulit dengan bahan-bahan alami pilihan. Sabun ini bebas SLS/SLES sehingga aman bagi kesehatan kulit.Dengan kandungan madu, calendula flower extract, jojoba oil, argan oil, oatmeal extract, dan vitamin E, produk ini membantu menenangkan kulit, meredakan peradangan pada kulit eksim dan psoriasis, serta melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas. Dapatkan sabun ini dengan harga Rp100.000–Rp110.000 (300 ml).
Itulah rekomendasi sabun pilihan yang aman bagi kulit beserta fakta terkait durasi mandi yang ideal. Kebiasaan mandi yang seimbang akan membantu menjaga kelembapan alami kulit, mencegah iritasi, serta membuat kulit terasa lebih nyaman dan sehat dalam jangka panjang.
Ingat, kulit yang bersih bukan hanya soal sering atau lamanya mandi, tapi juga tentang cara dan produk yang digunakan.
Tertarik dengan informasi lain tentang kesehatan? Temukan fakta ilmiah, tips, dan berita penting lainnya seputar dunia kesehatan melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id


























