Menuju konten utama

Alasan Kenapa Setelah Main Hujan Anak Harus Mandi dan Keramas

Mandi dan keramas dapat menstabilkan suhu tubuh yang menurun setelah kehujanan, sehingga tubuh tidak mudah terserang penyakit.

Alasan Kenapa Setelah Main Hujan Anak Harus Mandi dan Keramas
Ilustrasi Hujan. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Kebiasaan untuk mandi dan keramas setelah kehujanan sudah diwariskan secara turun-temurun di berbagai kebudayaan. Orang tua selalu menyuruh anak-anak mereka untuk membersihkan diri begitu basah terkena air hujan.

Hal ini dilakukan dengan alasan kesehatan. Banyak orang percaya bahwa air hujan dapat menyebabkan penyakit musiman seperti flu. Namun, apakah benar demikian?

Hujan Menyebabkan Sakit: Fakta atau Mitos

Faktanya, air hujan sendiri tidak bisa menyebabkan sakit seperti flu pada manusia. Namun, kondisi basah karena kehujanan dapat meningkatkan risiko anak terserang penyakit.

Melansir Complete Care anak-anak dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah rentan terserang penyakit di tengah musim hujan atau ketika kehujanan. Hal ini bisa terjadi karena dua alasan, yaitu:

1. Kehujanan menyebabkan suhu tubuh turun

Orang yang kehujanan, baik itu karena sengaja maupun tidak dapat mengalami penurunan suhu tubuh. Ketika suhu tubuh rendah anak-anak lebih rentan terinfeksi virus dan bakteri.

Hal ini karena sistem kekebalan tubuh tidak sedang dalam kondisi yang baik untuk melawan infeksi. Selain itu, di banyak kasus suhu tubuh yang rendah memicu penyakit serius seperti hipotermia.

Di suhu rendah, tubuh otomatis akan melepaskan panas lebih cepat untuk menstabilkan suhu. Jika panas yang dilepaskan lebih banyak daripada yang bisa dihasilkan, maka tubuh akan mengalami hipotermia.

Ini bisa terjadi di lingkungan sangat dingin seperti pegunungan atau ketika memasuki musim dingin. Kehujanan di tengah situasi tersebut tentu meningkatkan risiko terkena hipotermia.

2. Musim hujan menyebabkan lingkungan lembab

Banyak orang yang jatuh sakit selama musim hujan. Hal ini karena selama musim hujan berlangsung udara menjadi lebih lembab, khususnya di negara tropis seperti Indonesia.

Udara yang lembab menjadi waktu yang tepat untuk virus, bakteri, dan hewan penyebab penyakit seperti nyamuk berkembang biak. Inilah sebabnya mengapa demam, pilek, dan flu kerap disebut sebagai penyakit musim hujan.

Selain itu, ancaman penyakit lain yang biasa terjadi saat musim hujan seperti malaria, demam berdarah dengue (DBD), dan diare.

Alasan Kenapa Harus Mandi dan Keramas Setelah Kehujanan

Dikutip dari Globe mandi dan keramas sebaiknya dilakukan setelah kehujanan. Hal ini karena dengan mandi dan keramas dapat membantu menstabilkan suhu tubuh yang rendah akibat terpapar air hujan. Mandi air hangat sangat disarankan untuk mengembalikan suhu tubuh kembali normal.

Selain itu, ketika berada di tengah hujan deras anak-anak lebih rentan terpapar kotoran, seperti cipratan kubangan hingga lumpur yang meluap dari selokan.

Tentu banyak virus dan bakteri yang bisa menempel dan terbawa di tubuh. Oleh karena itu, mandi dan keramas juga menjadi kesempatan untuk membersihkan diri dari virus dan bakteri penyebab penyakit.

Apa yang Harus Dilakukan Setelah Kehujanan?

Menurut Universitas Chulalongkorn ada beberapa hal yang perlu dilakukan setelah kehujanan agar tidak terserang penyakit, sebagai berikut:

  1. Masuk ke tempat hangat dan keringkan tubuh segera, khususnya bagian rambut. Jangan biarkan tubuh basah terlalu lama.
  2. Jangan memegang wajah atau makan dengan tangan yang kotor karena kehujanan.
  3. Hindari paparan kipas angin atau AC yang menyebabkan suhu tubuh semakin rendah.
  4. Jika memungkinkan segera mandi dan bersihkan diri.
  5. Konsumsi minuman atau makanan hangat atau untuk menstabilkan suhu tubuh dari dalam.
  6. Perbanyak konsumsi makanan bergizi seperti sayur dan buah yang mengandung vitamin C untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Baca juga artikel terkait MUSIM HUJAN 2022 atau tulisan lainnya dari Yonada Nancy

tirto.id - Gaya hidup
Penulis: Yonada Nancy
Editor: Yantina Debora