tirto.id - Terdapat beberapa makanan yang disukai sel kanker dan wajib dibatasi konsumsinya. Meski faktor genetika dan lingkungan memegang peranan penting, pola makan sering kali menjadi "bahan bakar" tersembunyi yang mempercepat pertumbuhan sel abnormal dalam tubuh.
Kanker menjadi salah satu jenis penyakit yang ditakuti karena bisa merusak jaringan dan organ tubuh. Pola makan yang tidak sehat diketahui dapat meningkatkan risiko penyakit kanker, termasuk mengonsumsi makanan ultra-proses dan tinggi gula.
Kabar baiknya, ada banyak jenis makanan yang terbukti bisa mencegah pertumbuhan sel kanker dalam tubuh. Makanan-makanan ini umumnya masuk golongan nabati seperti buah dan sayur yang kaya akan kandungan antioksidan.
Apa Itu Sel Kanker?

Sel kanker adalah sel abnormal dalam tubuh yang tumbuh dan membelah secara tidak terkendali. Dikutip dari laman Canadian Cancer Society, tubuh manusia normalnya terdiri dari triliunan sel yang bekerja mengikuti instruksi dari gen yang ada dalam setiap inti sel.
Gen tersebut mengatur kapan sel harus tumbuh, bekerja, membelah diri, dan kapan harus mati. Jika proses ini berjalan dengan baik, tubuh dapat mempertahankan keseimbangan dan kesehatan jaringan tubuh.
Namun, ketika terjadi perubahan atau kerusakan DNA, hal ini berujung pada mutasi gen. Akibatnya, instruksi dari gen menjadi kacau sehingga sel mulai berkembang secara tidak normal.
Berbeda dengan sel normal, sel kanker memiliki beberapa karakteristik khas. Sel ini dapat membelah tanpa kendali, tidak matang atau berkembang seperti sel normal, serta mengabaikan sinyal tubuh yang seharusnya memicu kematian sel.
Selain itu, sel kanker juga dapat menghindari sistem kekebalan tubuh dan tidak menempel kuat pada jaringan asalnya sehingga lebih mudah menyebar ke bagian tubuh lain melalui aliran darah atau sistem limfatik. Akibatnya, sel-sel tersebut dapat merusak jaringan dan organ di sekitarnya.
Mengapa Sel Kanker Bisa Berkembang dalam Tubuh?
Perkembangan sel kanker dalam tubuh terjadi akibat adanya mutasi gen di dalam sel. Mutasi ini bisa terjadi karena berbagai faktor, misalnya diwariskan dari orang tua atau dipicu oleh paparan zat yang merusak DNA, seperti asap rokok, alkohol, atau radiasi ultraviolet dari sinar matahari.Ketika mutasi ini mengganggu mekanisme pengaturan sel, sel-sel tersebut akan terus berkembang tanpa kontrol dan membentuk kumpulan sel abnormal yang disebut tumor. Seiring waktu, tumor dapat semakin besar karena sel kanker terus membelah dan membutuhkan pasokan oksigen serta nutrisi.
Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, sel kanker bahkan dapat merangsang pembentukan pembuluh darah baru agar tumor mendapatkan suplai darah yang cukup.
Jika tidak dikendalikan, sel kanker juga dapat menyebar ke jaringan di sekitarnya atau ke organ lain melalui proses yang disebut metastasis. Proses inilah yang membuat kanker menjadi penyakit yang serius dan dapat mengancam fungsi berbagai organ dalam tubuh.
Makanan yang Disukai Sel Kanker

Beberapa jenis makanan atau minuman dapat meningkatkan risiko kanker jika dikonsumsi terlalu sering atau dalam jumlah berlebihan. Makanan ini diketahui dapat memicu kerusakan DNA, peradangan, atau obesitas yang mendukung perkembangan sel kanker.
Berdasarkan informasi dari situs MD Anderson Cancer Center, berikut beberapa jenis makanan yang disukai sel kanker:
1. Daging Merah
Daging merah seperti daging sapi, babi, atau domba diketahui memiliki kaitan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal. Namun, hal ini bukan berarti seseorang harus sepenuhnya berhenti mengonsumsi daging merah.Para ahli gizi menyarankan untuk mengurangi frekuensi konsumsinya serta memilih porsi yang lebih kecil. Dalam pola makan yang lebih sehat, disarankan agar sebagian besar makanan berasal dari sumber nabati seperti sayuran, buah, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
Sementara itu, protein hewani dan produk susu tetap boleh dikonsumsi dan hanya menjadi bagian yang lebih kecil dari total asupan. Secara umum, konsumsi daging merah dianjurkan tidak lebih dari sekitar 18 ons atau sekitar 500 gram per minggu.
Selain jumlah konsumsi, cara memasak daging merah juga dapat memengaruhi risiko kanker. Memasak daging pada suhu yang sangat tinggi, seperti memanggang atau membakar hingga gosong, dapat menghasilkan senyawa karsinogen yang berpotensi meningkatkan risiko kanker.
Jika tetap ingin mengonsumsi daging merah, sebaiknya pilih potongan yang lebih rendah lemak, buang lemak berlebih, atau marinasi daging sebelum dimasak. Sebagai alternatif, sumber protein lain yang lebih sehat seperti protein nabati, unggas tanpa lemak, dan makanan laut juga bisa menjadi pilihan.
2. Daging Olahan
Daging olahan juga termasuk jenis makanan yang disukai sel kanker. Daging olahan adalah daging yang telah diawetkan atau diproses untuk mengubah bentuk, rasa, atau daya tahannya, seperti ham dan sosis. Produk-produk ini sering melalui proses pengawetan atau pengolahan tertentu agar lebih tahan lama dan memiliki cita rasa yang khas.Banyak daging olahan diawetkan menggunakan nitrat dan nitrit, yaitu bahan tambahan yang dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal dan kanker lambung jika dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang.
Untuk mengurangi risiko tersebut, perubahan pola makan dapat dimulai dari langkah kecil, misalnya dengan memilih produk daging olahan yang bebas nitrit dan nitrat, bisa juga memiliki produk yang memiliki kandungan natrium dan lemak lebih rendah.

3. Alkohol
Alkohol termasuk minuman disukai sel kanker. Konsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko kanker lambung, kolorektal, kerongkongan, hati, pankreas, hingga kanker payudara. Hal ini terjadi karena alkohol dapat merusak jaringan tubuh secara bertahap.Dalam jangka panjang, kerusakan tersebut dapat memicu perubahan pada DNA sel yang pada akhirnya meningkatkan kemungkinan terbentuknya sel kanker. Inilah salah satu alasan mengapa alkohol harus dihindari.
4. Makanan Ultra-Proses
Makanan ultra-proses juga bisa meningkatkan risiko kanker, meskipun hubungannya bersifat tidak langsung. Produk ini biasanya mengandung kadar gula, natrium, dan kalori yang tinggi, tapi memiliki nilai gizi yang rendah.Jika dikonsumsi terlalu sering, makanan ultra-proses dapat menyebabkan kenaikan berat badan hingga obesitas. Kondisi obesitas inilah yang diketahui menjadi salah satu faktor risiko berbagai jenis kanker.
Oleh karena itu, para ahli menyarankan untuk mengurangi konsumsi makanan ultra-proses dan lebih mengutamakan pola makan yang seimbang. Namun, berhenti mengonsumsinya secara total mungkin terasa sulit bagi mereka yang sudah terbiasa dengan makanan jenis ini.
Langkah yang lebih realistis adalah mengonsumsinya dalam jumlah terbatas, memilih porsi yang lebih kecil, serta lebih sering mengonsumsi makanan segar dan bergizi dalam menu sehari-hari. Jika sudah terbiasa, penghentian secara total bisa dilakukan secara bertahap.
5. Makanan dan Minuman Tinggi Gula Tambahan
Makanan yang disukai sel kanker berikutnya adalah semua jenis makanan dan minuman yang mengandung gula tambahan. Seperti makanan ultra-proses, makanan/minuman tinggi gula bisa meningkatkan risiko kanker secara tidak langsung.Produk seperti minuman manis, dessert, atau camilan tinggi gula dapat menyebabkan kenaikan berat badan jika dikonsumsi berlebihan. Kenaikan berat badan dan obesitas termasuk faktor yang dapat meningkatkan risiko berbagai jenis kanker.
Penelitian masih terus mengkaji hubungan langsung antara pemanis dan kanker, sementara hasilnya belum sepenuhnya konsisten. Maka dari itu, para ahli menyarankan untuk mengonsumsi gula maupun pemanis buatan secara bijak dan tidak berlebihan.
Makanan yang Ditakuti Sel Kanker

Selain makanan yang disukai sel kanker, ada juga berbagai jenis makanan yang diketahui dapat membantu tubuh melawan perkembangan penyakit ini.
Makanan ini umumnya kaya antioksidan, serat, vitamin, mineral, serta senyawa bioaktif yang dapat membantu mengurangi peradangan, melindungi DNA sel, dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Berikut beberapa jenis makanan yang berpotensi membantu melawan kanker seperti dikutip dari situs Moffitt Cancer Center:
1. Buah Beri
Buah beri seperti bluberi, stroberi, rasberi, dan blackberry termasuk makanan yang sangat kaya nutrisi. Buah ini mengandung vitamin, serat, dan berbagai antioksidan penting seperti antosianin, asam ellagic, dan resveratrol.Antioksidan ini diketahui dapat membantu melindungi saluran pencernaan dari kerusakan sel yang berpotensi memicu kanker. Pigmen alami yang memberi warna merah, biru, dan ungu pada buah beri diyakini berperan besar dalam efek perlindungan tersebut.
Selain bermanfaat bagi kesehatan, buah beri juga mudah dikonsumsi dalam berbagai cara. Buah ini bisa dimakan langsung sebagai camilan sehat, dijadikan topping yogurt atau oatmeal, maupun ditambahkan pada roti panggang dan salad buah.
2. Sayuran Cruciferous
Kelompok sayuran cruciferous mencakup brokoli, kembang kol, bok choy, kubis, dan kubis Brussels. Meskipun berbeda warna dan bentuk, sayuran ini memiliki kandungan nutrisi yang mirip.Sayuran cruciferous mengandung senyawa penting bernama indole-3-carbinol yang diketahui memiliki potensi melawan kanker. Konsumsi rutin sayuran ini dikaitkan dengan penurunan risiko berbagai jenis kanker.
Khasiat sayuran jenis ini sudah diteliti dalam berbagai studi, salah satunya dalam jurnal Effect of Cruciferous Vegetable Itake on Cancer: An Umbrella Review of Meta-Analysis.
Hasilnya menunjukkan bahwa sayuran ini memang berpotensi menurunkan risiko kanker pada berbagai organ, seperti paru-paru, lambung, prostat, payudara, hingga ovarium.
3. Ikan
Ikan merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang juga kaya nutrisi. Jenis ikan berlemak seperti salmon, tuna, dan anchovy mengandung asam lemak omega-3 dalam jumlah tinggi. Omega-3 sendiri dikenal memiliki sifat anti-inflamasi yang membantu mengurangi peradangan dalam tubuh.Peradangan kronis diketahui berkaitan dengan perkembangan berbagai penyakit, termasuk kanker. Konsumsi ikan secara teratur dikaitkan dengan perlindungan terhadap beberapa jenis kanker, seperti kanker payudara dan kanker kolorektal.
4. Kacang-kacangan
Kacang-kacangan merupakan sumber serat dan lemak sehat yang sangat baik bagi tubuh. Menurut American Institute for Cancer Research, semua jenis kacang memiliki potensi melawan kanker, terutama kenari (walnut).Kandungan antioksidan dan lemak sehat di dalamnya membantu melindungi sel dari kerusakan. Kacang juga sangat fleksibel untuk dikonsumsi dan dapat dimakan sebagai camilan sehat, ditambahkan ke dalam salad, oatmeal, atau sereal.

5. Legum atau Kacang Polong
Legum seperti kacang merah, kedelai, ercis, dan buncis termasuk kelompok makanan yang direkomendasikan untuk pencegahan kanker. Makanan ini kaya vitamin, mineral, protein nabati, dan serat yang baik untuk kesehatan pencernaan.Lapisan luar kacang mengandung senyawa flavonoid, yaitu antioksidan kuat yang membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Selain murah dan mudah didapat, legum juga sangat serbaguna karena dapat diolah menjadi sup, salad, hidangan utama, atau bahkan saus seperti hummus.
6. Biji-bijian Utuh
Biji-bijian utuh seperti oat, beras merah, dan roti gandum utuh mengandung banyak nutrisi penting. Makanan ini kaya serat, vitamin E, lignan, dan asam fitat yang memiliki sifat antioksidan dan dapat membantu melindungi sel dari kerusakan.Konsumsi biji-bijian utuh dapat menurunkan risiko berbagai jenis kanker. Bahkan, peningkatan asupan serat sekitar 10 gram per hari dari kelompok makanan ini dikaitkan dengan penurunan risiko kanker kolorektal.
7. Sayuran Berdaun Hijau
Sayuran hijau seperti bayam dan kale mengandung karotenoid, yaitu antioksidan yang membantu meningkatkan sistem pertahanan alami tubuh. Senyawa ini diketahui berperan dalam melindungi tubuh dari beberapa jenis kanker, termasuk kanker payudara, kandung kemih, hingga paru-paru.Situs World Cancer Research Fund mengungkapkan bahwa asupan folat (vitamin B9) yang tinggi dalam pola makan dapat membantu menurunkan risiko kanker usus besar (kolorektal) sekitar 9%, dan asupan folat ini bisa didapat dari sayuran hijau.
8. Makanan Fermentasi
Makanan fermentasi seperti yogurt, kefir, kimchi, kombucha, dan tempe mengandung probiotik atau bakteri baik. Bakteri ini membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.Probiotik juga dapat membantu menetralkan atau mengikat senyawa yang berpotensi menjadi karsinogen dalam tubuh. Hal ini turut didukung oleh berbagai studi ilmiah, salah satunya jurnal bertajuk Anticancer Properties of Soy-Based Tempe.
Studi ini menyebutkan bahwa tempe mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti isoflavon (genistein dan daidzein), senyawa fenolik, saponin, serta peptida bioaktif yang terbentuk selama proses fermentasi dan bersifat antioksidan.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa senyawa dalam tempe berpotensi menghambat pertumbuhan sel kanker, memicu kematian sel kanker, serta menghambat pembentukan pembuluh darah baru pada tumor.
9. Bawang Putih
Bawang putih telah lama digunakan sebagai bahan masakan sekaligus obat tradisional. Bawang putih mengandung senyawa sulfur bernama allicin yang memiliki sifat pelindung terhadap perkembangan kanker.Menurut laman American Institute for Cancer Research, senyawa allicin terbentuk ketika bawang putih dihancurkan atau dicincang, senyawa ini kemudian berubah menjadi berbagai senyawa lain yang memiliki aktivitas biologis.
Dalam berbagai studi pada sel dan hewan menunjukkan bahwa senyawa allium (allicin) dari bawang putih dapat membantu menurunkan perkembangan beberapa jenis kanker.
Ciri-Ciri Kanker Ada di Tubuh Kita

Terdapat beberapa gejala yang bisa muncul pada tahap awal kanker. Perlu diingat bahwa gejala-gejala ini tidak selalu berarti kanker karena banyak kondisi atau penyakit lain yang dapat menyebabkannya.
Namun, jika terjadi secara terus-menerus atau tanpa penyebab yang jelas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Berikut gejala umum kanker menurut situs Cancer Research UK:
1. Keringat Malam Berlebihan atau Demam Tanpa Sebab Jelas
Berkeringat di malam hari atau mengalami demam dapat terjadi karena infeksi atau efek samping obat tertentu. Pada wanita, kondisi ini juga sering terjadi menjelang atau selama masa menopause.Namun, jika keringat malam terjadi sangat berat hingga membasahi pakaian atau tempat tidur, atau demam muncul tanpa penyebab yang jelas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan penyebabnya.
2. Perdarahan atau Memar yang Tidak Diketahui Penyebabnya
Perdarahan atau memar yang muncul tanpa adanya cedera juga perlu diperhatikan. Kondisi ini dapat terjadi di berbagai bagian tubuh, misalnya muntah darah, batuk darah, atau munculnya memar tanpa benturan.Apa pun jumlah atau warna darahnya, baik merah terang maupun lebih gelap seperti cokelat atau hitam, sebaiknya segera diperiksa oleh tenaga medis.
3. Kelelahan yang Terus-Menerus
Merasa lelah adalah hal yang wajar, terutama jika seseorang punya aktivitas padat, kurang tidur, atau mengalami stres. Jika rasa lelah muncul terus-menerus tanpa alasan yang jelas dan tidak membaik meskipun sudah cukup beristirahat, kondisi ini perlu mendapat perhatian serius.4. Nyeri atau Rasa Sakit yang Tidak Dapat Dijelaskan
Rasa sakit adalah salah satu cara tubuh memberi sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Seiring bertambahnya usia, keluhan nyeri memang menjadi lebih umum. Namun, nyeri yang muncul tanpa sebab jelas, berlangsung lama, semakin parah, atau berubah sifatnya perlu diperiksa lebih lanjut oleh dokter.5. Penurunan Berat Badan Tanpa Sebab Jelas
Perubahan berat badan dalam jumlah kecil dari waktu ke waktu merupakan hal yang normal. Akan tetapi, jika berat badan turun secara signifikan tanpa adanya usaha seperti diet atau olahraga, hal ini perlu diwaspadai.6. Benjolan atau Pembengkakan yang Tidak Biasa
Benjolan atau pembengkakan yang muncul dan tidak hilang dalam waktu lama juga perlu mendapat perhatian. Benjolan tersebut bisa muncul di berbagai bagian tubuh, seperti leher, ketiak, perut, selangkangan, dada, payudara, atau testisJika menemukan benjolan atau pembengkakan yang tidak biasa, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Apa Tanda Kanker Sudah Menyebar?

Kanker yang menyebar dari tempat asalnya ke bagian tubuh lain disebut kanker metastatik atau sering juga disebut kanker stadium 4. Proses penyebarannya sendiri dikenal sebagai metastasis.
Metastasis terjadi ketika sel kanker melepaskan diri dari tumor utama lalu berpindah ke organ atau jaringan lain melalui aliran darah atau sistem limfatik. Setelah sampai di lokasi baru, sel-sel tersebut dapat tumbuh dan membentuk tumor baru.
Kanker metastatik tidak selalu menimbulkan gejala khusus. Namun, ketika gejala muncul, jenis dan tingkat keparahannya biasanya bergantung pada ukuran serta lokasi tumor. Berikut beberapa ciri atau gejala yang sering dikaitkan dengan kanker metastatik:
- Nyeri tulang atau patah tulang. Ini terjadi ketika kanker menyebar ke tulang.
- Sakit kepala, kejang, atau pusing ketika kanker sudah menyebar ke otak.
- Sesak napas, apabila kanker menyebar ke paru-paru.
- Penyakit kuning (jaundice) atau pembengkakan pada perut, ketika kanker sudah menyebar ke organ hati.
Selain itu, mengenali tanda-tanda kanker sejak dini juga penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan peluang sembuh bisa lebih tinggi.
Tertarik dengan info menarik lain seputar dunia kesehatan? Temukan berbagai tips, rekomendasi produk pilihan, hingga berita terkini melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id

































