tirto.id - Nilai tukar rupiah menguat ke level Rp17.837 per dolar AS setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan Sidang Tahunan MPR RI 2026 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Mengutip Bloomberg, rupiah menguat 36 poin dibandingkan saat pembukaan perdagangan, Jumat pagi. Merespons penguatan itu, pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menilai, ada dua faktor yang menyebabkan nilai tukar rupiah menjadi Rp17.837.
Faktor pertama, pencalonan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI). Pasar disebut menilai Destry sebagai sosok yang memang pantas menjabat Gubernur BI.
"Direspons positif baik oleh para ekonom dalam negeri maupun luar negeri karena kita lihat bahwa Bu Destry ini adalah salah satu calon Gubernur Bank Indonesia yang disukai sama pasar," ucapnya melalui sambungan telepon, Jumat (14/8/2026)
"Nah, pada saat Gubernur Bank Indonesia banyak mendapatkan kritikan, yang memberikan jawaban itu kebanyakan adalah Bu Destry di media," lanjut dia.
Ibrahim menyatakan, faktor kedua menguatnya rupiah, yakni efek pidato Prabowo. Sebelum hari kemerdekaan atau hari ulang tahun (HUT) RI, Presiden memang selalu menyampaikan pidato kenegaraan.
Menurut Ibrahim, pemerintah melalui Prabowo merasa optimis perekonomian Tanah Air dapat membaik. Meskipun, pemerintah pada tahun ini belum melepas anggaran program makan bergizi gratis (MBG) dari anggaran program pendidikan.
"Dana MBG itu masih masuk dalam dana pendidikan, walaupun MK kemarin menolak [anggaran MBG masuk anggaran pendidikan] ya, tetapi kan berlaku dua tahun kemudian kan," sebutnya.
"Mengindikasikan pemerintah pun juga optimis ekonomi Indonesia ke depan itu masih akan baik ya, dan ini yang membuat rupiah menguat," sambung dia.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id
































