tirto.id - PT Astra Otoparts Tbk mencatatkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp1,2 triliun atau tumbuh 22,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp939,0 miliar.
Presiden Direktur Astra Otoparts, Yusak Kristian Solaeman, mengatakan laba bersih, pendapatan bersih konsolidasian meningkat 13,2 persen menjadi Rp10,9 triliun dari Rp9,6 triliun pada semester I tahun 2025.
“Pertumbuhan kinerja positif pada semester I 2026 mencerminkan resiliensi fundamental usaha Perseroan di tengah dinamika berbagai faktor eksternal seperti kenaikan harga bahan baku dan volatilitas nilai tukar rupiah," ucapnya saat Astra Media Day di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
"Kami akan terus memperkuat kapabilitas manufaktur dan meningkatkan sinergi dengan OEM, serta memperluas jaringan dan penambahan portofolio produk di segmen aftermarket agar kami dapat terus menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham," lanjut dia.
Yusak mengatakan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih tersebut dikontribusikan oleh segmen manufaktur maupun segmen perdagangan.
Pertumbuhan segmen manufaktur didukung oleh peningkatan permintaan komponen kendaraan dari OEM. Mengingat, adanya peningkatan permintaan pasar kendaraan roda dua maupun roda empat.
Pada segmen perdagangan, pertumbuhan kinerja perseroan disebut didukung portofolio produk aftermarket yang makin lengkap, permintaan pasar domestik yang kuat didukung jaringan distribusi dan ritel, serta ekspor.
Yusak melanjutkan dari sisi neraca, total aset Perseroan mencapai Rp23,9 triliun atau meningkat 5,6 persen dibandingkan dengan Rp22,6 triliun dari posisi akhir tahun 2025.
"Struktur keuangan perseroan tetap terjaga dengan total ekuitas sebesar Rp17,2 triliun, sehingga memberikan fondasi yang kuat untuk mendukung kegiatan usaha maupun rencana ekspansi ke depan," tuturnya.
Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Bansar Maduma, menyatakan perusahaan mencatat wholesales lebih dari 175 ribu unit pada semester I 2026 atau tumbuh 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Momentum positif juga terlihat pada kendaraan elektrifikasi Toyota dan Lexus. Pada periode yang sama, penjualan kendaraan elektrifikasi mencapai lebih dari 38 ribu unit atau tumbuh 86 persen dibandingkan tahun sebelumnya," tuturnya.
"Bahkan pada GIIAS 2026, lebih dari 56 persen SPK Toyota berasal dari model-model elektrifikasi," lanjut dia.
Bansar menyampaikan salah satu kontributor pertumbuhan tersebut, yakni New Veloz Hybrid EV telah mencatatkan lebih dari 20.000 pemesanan pada Februari-September 2026
Bansar menambahkan Toyota menerapkan Multi-Pathway Strategy dalam mendukung Indonesia menuju target Net Zero Emission (NZE) 2060.
"Toyota meyakini bahwa setrap teknologi elektrifikasi memiliki perannya masing-masing, sehingga diperlukan beragam pilihan mobilitas yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat," tutup Bansar.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id







































