Menuju konten utama

KAI akan Pangkas Headway KRL Green Line Jadi 4-5 Menit

KAI menargetkan jarak waktu KRL Rangkasbitung dipangkas dari 10-15 menit menjadi 4-5 menit dan kapasitas angkut ditingkatkan mulai 2027.

KAI akan Pangkas Headway KRL Green Line Jadi 4-5 Menit
Rangkaian Commuterline (KRL) memasuki Stasiun Kebayoran, Jakarta, Senin (19/12/2022). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/aww.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menargetkan pengurangan jarak waktu antarperjalanan (headway) kereta di jalur Tanah Abang-Rangkasbitung, dari semula 10-15 menit menjadi 4-5 menit melalui peningkatan sistem persinyalan.

"Dan yang di arah ke Rangkas itu akan kita tambah juga, akan kita tingkatkan juga persinyalannya sehingga yang sekarang 10-15 menit headway-nya akan kita persingkat jadi 4-5 menit," ujar Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR dengan Direktur Utama PT KAI, Rabu (23/9/2026).

Peningkatan persinyalan dilakukan dengan memasang lima gardu traksi dan meningkatkan kapasitas sembilan gardu lainnya. KAI menargetkan pada awal 2027 jalur tersebut dapat dilalui kereta dengan 12 rangkaian atau SF 12. SF atau stamfotmasi menunjukkan jumlah rangkaian kereta dalam satu perjalanan. Kapasitas tersebut diperkirakan dapat meningkatkan jumlah penumpang hingga 50 persen.

"Sehingga di semester 1 2027, jalur green line ini dapat dilalui SF 12 semua. Artinya itu, peningkatan 50 persen dari pada saat ini kita masih memakai SF8 dan SF10," sambung Bobby.

Sementara itu, di Nambo line akan dilakukan terminasi jalur melalui Citayam sehingga dapat menambah 22 slot perjalanan KRL ke arah Bogor. Bobby mengatakan rekayasa tersebut dapat meningkatkan kapasitas Bogor line hingga 30 persen.

"Rekayasa di jalur Bogor, di mana nanti Nambo line akan kita terminasi via Citayam sehingga itu akan menambah 22 slot yang ke arah Bogor. Sehingga ini juga meningkatkan 30 persen kapasitas Bogor line saat ini," ujarnya.

Dalam pemaparannya, Bobby mengatakan peningkatan kapasitas angkut akan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan tiga lintasan strategis, yakni red line (arah Bogor), blue line (arah Bekasi), dan green line (arah Rangkasbitung). Ketiga jalur tersebut dinilai memiliki potensi pertumbuhan penumpang paling besar setiap tahunnya.

Bobby menargetkan seluruh pembangunan sarana dan prasarana rampung pada 2028. Pengembangan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan KRL Jabodetabek melayani hingga 2 juta penumpang per hari.

"Dengan demikian kita siapkan prasarana yang ada di KRL Jabodetabek menuju ke 2 juta penumpang per harinya. Pada saat ini itu rata-rata, 1,1 juta penumpang per-harinya dengan peak-nya penumpang itu 1,3 juta penumpang per-harinya," pungkas Bobby.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Mukhtar Abdullah

tirto.id - Flash News
Reporter: Mukhtar Abdullah
Penulis: Mukhtar Abdullah
Editor: Hendra Friana