Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google
tirto.id -
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, mengingatkan siswa Sekolah Rakyat untuk membiasakan pola hidup sehat sejak dini. Ia meminta para siswa rajin menyikat gigi, menjaga pola makan, dan rutin berolahraga.
Pesan tersebut disampaikan Budi saat meninjau Sekolah Rakyat Rintisan 4 Kabupaten Bogor bersama Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, di lingkungan Unit Deteksi K-9 BNN, Kabupaten Bogor pada Selasa (11/8/2026).
Di hadapan puluhan siswa, Budi menekankan pentingnya menjaga kesehatan gigi. Menurutnya, masalah gigi menjadi salah satu penyakit yang banyak ditemukan sehingga kebiasaan menyikat gigi perlu ditanamkan sejak anak-anak.
“Yang penting hidup sehat, makannya cukup. Penyakit paling banyak ditemukan adalah penyakit gigi. Jadi mesti rajin sikat gigi yang benar,” kata Budi merujuk keterangan resmi pada Rabu (12/8/2026).
Pesan tersebut sejalan dengan hasil pemeriksaan awal terhadap siswa Sekolah Rakyat. Gus Ipul mengungkapkan hampir separuh siswa mengalami masalah gigi ketika pertama kali masuk Sekolah Rakyat.
“Jadi 49 persen siswa Sekolah Rakyat bermasalah gigi ketika pertama kali (masuk). Kemudian anemia, kotoran telinga,” ujar Gus Ipul.
Selain kesehatan gigi, Budi mengingatkan siswa untuk memperhatikan asupan makanan. Ia mengatakan kebutuhan nutrisi harus terpenuhi, tetapi tidak berlebihan karena pola makan yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko obesitas dan tekanan darah tinggi.
“Nomor dua kurang makan, di sini kan tidak mungkin kurang makan. Tapi juga (mungkin) ada ya obesitas (menyebabkan) tekanan darah tinggi. Jadi gak boleh ya,” katanya.
Budi juga meminta siswa aktif bergerak dan menjadikan olahraga sebagai bagian dari keseharian. Aktivitas fisik dinilai penting untuk menjaga kebugaran dan mendukung tumbuh kembang anak.
Sementara itu, Gus Ipul mengatakan kondisi kesehatan siswa mulai menunjukkan perubahan setelah mengikuti pembinaan di Sekolah Rakyat. Ia melihat siswa yang sebelumnya kerap mengantuk kini tampak lebih segar dan aktif.
“Awal mereka masuk ngantukan semua. Sekarang Alhamdulillah seger-seger ya,” kata Gus Ipul.
Sekolah Rakyat Rintisan 4 Kabupaten Bogor menjadi bagian dari upaya pemerintah memberikan akses pendidikan bagi anak yang tidak bersekolah, termasuk anak yang sebelumnya beraktivitas di jalan maupun pasar di kawasan Jakarta dan sekitarnya.
Gus Ipul menyebut terdapat sekitar 400 anak yang ditemukan tidak bersekolah dan beraktivitas di jalan serta pasar. Namun, sekitar 100 anak belum dapat langsung mengikuti pembelajaran karena masih menjalani proses pemulihan di sentra Kemensos.
“Nanti kalau sudah cukup, artinya sudah mengikuti matrikulasi, mereka bisa mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat. Kami berterima kasih karena BNN menyediakan sebagian dari tempat di sini untuk penyelenggaran Sekolah (Rakyat) rintisan, menindaklanjuti arahan Bapak Presiden Prabowo,” ujar Gus Ipul.
Menurutnya, proses pemulihan dan matrikulasi menjadi bagian penting sebelum anak-anak mengikuti pembelajaran secara penuh di Sekolah Rakyat. Pendekatan tersebut dilakukan agar peserta didik lebih siap mengikuti kegiatan pendidikan dan beradaptasi dengan lingkungan sekolah.
Pada kesempatan yang sama, Mensos, Menkes, dan Kepala BNN meninjau sejumlah fasilitas Sekolah Rakyat, mulai dari asrama, musala, hingga ruang kelas.
Ketiganya juga melihat langsung simulasi pembelajaran matematika menggunakan papan tulis digital dengan pengantar Bahasa Inggris.
Selain pendidikan, perhatian terhadap kesehatan menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Melalui pemeriksaan kesehatan, edukasi pola hidup sehat, serta pembiasaan aktivitas fisik, pemerintah berupaya memastikan siswa tidak hanya memperoleh akses pendidikan, tetapi juga tumbuh dalam kondisi yang sehat.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id































