tirto.id - Tren classy commuting mendorong banyak anak muda mengejar tampilan estetik di tengah tingginya mobilitas urban. Bagi generasi yang tumbuh di era media sosial, penampilan saat bepergian adalah bagian penting dari identitas. Perjalanan ke kampus, kantor, atau tempat nongkrong sekaligus menjadi momen mengekspresikan diri.
Tren sepeda motor dari masa ke masa acap kali memang berhubungan dengan penampilan rider. Pada era 1960-an, misalnya, gaya anak motor di barat cenderung ala "rocker" yang identik dengan jaket kulit dan denim. Memasuki 1970-an, gaya bermotor bergeser lebih kasual, ditandai dengan populernya motor custom jenis chopper dan jaket penuh aksesoris.
Pola serupa terjadi di kalangan anak muda Indonesia hari ini. Popularitas motor kalcer menanjak bersamaan dengan tren outfit motoran Gen Z yang memadukan style ala skena, kasual, dan streetwear.
Kalcer yang merupakan kata slang dari culture, dalam hal ini merujuk pada tren motor yang punya desain unik dan estetik–sebagian mengadopsi skutik klasik–tetapi masih simpel dan tidak terkesan berlebihan. Gejala tren ini tampak di jalanan kota hingga media sosial.
Banyak anak muda memodifikasi motor keluaran awal tahun 2000-an atau malah lebih tua lagi menjadi lebih estetik disertai sentuhan cat berwarna mencolok yang variatif. Modifikasi sering pula menyertakan velg motor kalcer dengan desain retro dan klasik. Ada pula yang menambahkan keranjang di depan atau wadah bawaan di balik setang guna melengkapi fungsional motor sembari menambah keunikan.
Kebutuhan Gaya dan Fungsionalitas Kendaraan
Meskipun desain dianggap penting, fungsionalitas kendaraan sulit diabaikan. Ada sekitar 112 juta sepeda motor yang mengaspal di tanah air seturut data World Population Review 2025. Mayoritas untuk mendukung aktivitas harian.
Survei Jakpat pada 2025 yang melibatkan 1.449 responden dari Generasi X, Milenial, dan Gen Z menunjukkan 65% pemotor memakai kendaraannya untuk transportasi harian. Ada 45% responden memilih motor karena efektif menembus kemacetan. Sepertiga pemotor menempuh rute harian 5-10 km, meski 1 dari 4 Gen Z rajin menggunakan motornya untuk perjalanan jauh.
Menariknya, motor hemat bensin kini menjadi salah satu preferensi utama anak muda. Survei Jakpat menemukan efisiensi bensin menjadi pertimbangan 46% responden sebelum beli motor. Ini tertinggi ketiga setelah harga dan kemudahan perawatan. Jika usia responden dipilah, lebih dari separuh Milenial dan sepertiga Gen Z mendambakan motor irit bensin. Di sisi lain, kenyamanan dan performa juga menjadi perhatian 40% lebih Milenial dan Gen Z.
Studi Jakpat secara tidak langsung menjelaskan latar belakang popularitas motor irit stylish yang menanjak. Bisa disimpulkan, selain peduli pada gaya tampilan motor, banyak anak muda tidak melupakan pentingnya fungsionalitas kendaraan.
Motor Ideal untuk Classy Commuting
Desain kalcer memang menjadi idaman. Namun, untuk memenuhi berbagai kebutuhan mobilitas harian anak muda, motor juga perlu menjawab masalah di jalanan: macet, BBM mahal, hingga panas dan hujan yang bikin lecek penampilan.
Motor matic stylish edisi terbaru agaknya belum cukup memuaskan ekspektasi sebagian pemotor muda karena mereka juga butuh kendaraan irit, praktis, serta lincah menembus kemacetan. Karena itulah motor custom kalcer yang populer di media sosial tidak melulu diterapkan di kendaraan yang bodi awalnya sudah estetik. Banyak modifikasi justru dilakukan pada motor-motor irit edisi lama atau skutik ramping yang bahkan dulu tidak laku.
Kebutuhan akan kombinasi estetika motor kalcer dengan fungsionalitas yang mendukung kenyamanan mobilitas urban tampaknya disadari pabrikan otomotif. Di daftar motor matic paling nyaman untuk harian yang memiliki desain stylish ala kalcer, kita bisa menemukan contoh ideal pada skutik retro premium seperti Yamaha Grand Filano Hybrid.
Mengusung desain ala skutik klasik Eropa, Yamaha Grand Filano hadir sebagai motor matic yang irit bensin. Efisiensinya mencapai 60,2 km per liter berdasarkan hasil pengujian dengan metode WMTC (World Motorcycle Test Cycle). Dengan tangki di depan yang punya kapasitas 4,4 liter, penunggang motor ini tidak perlu sering-sering mampir SPBU saat harus melakoni perjalanan komuter harian.
Betapa pun stylish sebuah motor, jika boros bahan bakar, pada akhirnya akan membebani pengeluaran bulanan, apalagi bagi anak muda yang belum mapan secara finansial. Efisiensi Yamaha Grand Filano tentu menjawab keresahan banyak anak muda yang mau berhemat.
Motor ini dibekali mesin 125cc Blue Core Hybrid yang menghasilkan tenaga 8,18 TK di 6.500 RPM dan torsi 10,4 Nm. Cukup kencang tapi tidak boros bensin. Sistem hybrid-nya didukung Electric Power Assist Start yang membuat akselerasi awal lebih bertenaga dan halus, sekaligus teknologi Stop & Start System untuk mematikan mesin ketika berhenti di jalanan macet atau lampu merah dan menyala otomatis saat gas diputar.
Fungsionalitas Yamaha Grand Filano untuk perjalanan urban diperkuat dengan Bagasi motor besar berkapasitas 27 liter. Starter pack ngantor maupun ngampus, laptop, hingga OOTD cadangan untuk menjaga penampilan tetap slay dipastikan dapat tersimpan rapi dalam bagasi motor matic paling besar di kelasnya itu.
Pengalaman berkendara pun terkesan premium berkat suguhan digital speedometer yang dipadukan dengan TFT sub display interaktif berwarna. Fitur konektivitas Y-Connect juga tersedia untuk memantau kondisi kendaraan dan notifikasi penting langsung dari layar tanpa kehilangan fokus di jalan.
Pilihan warna ngejreng maupun gelap yang elegan beserta lampu full LED dan siluet membuat tampilan motor ini makin terlihat clean dan modern. Motor tetap bisa dipakai ngantor, ngopi, sampai jalan jauh dengan “spirit ride the kalcer” tanpa butuh modifikasi besar-besaran.
Di tengah tumbuhnya tren motor kalcer, skutik ini membawa keseimbangan antara estetika dan fungsi yang nyaris komplet. Tidak heran, kehadirannya lekas mencuri perhatian banyak anak muda urban.
(JEDA)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id

































