tirto.id - Partai Golongan Karya (Golkar) mengusulkan pemilihan legislatif (Pileg), pemilihan presiden (Pilpres), dan pemilihan kepala daerah (Pilkada) digelar secara terpisah.
Wakil Ketua Umum Golkar Ahmad Doli Kurnia mengatakan setidaknya ada tiga alasan yang mendasari usulan tersebut.
"Mengenai keserentakan pemilu, kami memang sejak awal mengusulkan agar ketiga jenis Pemilu yang kita miliki, Pileg, Pilpres, dan Pilkada sebaiknya diselenggarakan terpisah, tidak ada yang disatukan," kata Doli saat dihubungi, Selasa (22/9/2026).
Doli mengatakan alasan pertama perlunya pemisahan pemilu adalah agar masyarakat dapat lebih fokus dalam menentukan pilihan pada setiap jenis pemilihan, sehingga, ada kesempatan lebih luas untuk mengenal calon.
Pemisahan tersebut juga dapat menghindari tumpang tindih isu selama masa kampanye. Dengan demikian, isu dalam satu kontestasi tidak menenggelamkan isu dari kontestasi lainnya.
“Dampaknya kita harapkan, pemilih atau rakyat akan punya ikatan (bounding) dengan orang yang mereka pilih,” kata Doli.
Kedua, Doli menyoroti kaitan antara hasil Pileg dan pencalonan presiden. Menurut dia, apabila hasil Pileg yang menjadi dasar pencalonan presiden berasal dari lima tahun sebelumnya, terdapat kemungkinan hasil tersebut tidak lagi mencerminkan aspirasi politik masyarakat saat Pilpres digelar.
Padahal, kata Doli, aspirasi politik masyarakat dapat berubah dalam rentang lima tahun.
"Tentu sangat dimungkinkan terjadinya perbedaan aspirasi politik dalam kurun waktu lima tahun itu, yang akhirnya bisa membuat tidak relevan antara aspirasi dukungan kepada partai politik dan presiden-wakil presiden pada saat pemilu itu dilangsungkan," katanya.
Ketiga, Doli mempertimbangkan aspek teknis penyelenggaraan pemilu. Menurut dia, pemisahan jadwal Pileg, Pilpres, dan Pilkada dapat mengurangi beban kerja penyelenggara pemilu.
"Dari aspek teknis, kalau ketiga jenis pemilu dipisah dan diselenggarakan masing-masing, tentu akan lebih meringankan beban kerja penyelenggara pemilu," ujarnya.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































